Lewati ke konten
Sparks Sports Academy Logo
Mengenal Psikomotorik, Dasar Penting untuk Tumbuh Kembang Anak

Mengenal Psikomotorik, Dasar Penting untuk Tumbuh Kembang Anak

Sensory & Phonics

Tahukah Anda bahwa psikomotorik merupakan salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang anak? Dengan aspek tersebut, kemampuan fisik maupun mental si kecil bisa berkembang secara maksimal. Bila Anda masih awam dengan psikomotorik, ulasan berikut bisa disimak dengan baik. Ulasan ini akan membahas pengertian, jenis-jenis, hingga cara mengembangkannya agar semakin optimal. Pengertian dan Fungsi Psikomotorik Psikomotorik adalah kemampuan untuk menggerakan tubuh dan menggunakan fungsi mental secara terkoordinasi. Sejumlah manfaat bisa dirasakan bila kemampuan ini berjalan dengan maksimal, seperti: Jenis-jenis Psikomotorik Anak Secara garis besar, ada dua jenis psikomotorik yang perlu Anda kembangkan pada tubuh si kecil. Inilah kedua jenis tersebut serta hubungannya: Motorik Kasar Motorik kasar berkaitan dengan kemampuan si kecil untuk menggerakkan otot tubuh yang berukuran besar. Misalnya kaki, lengan, dan seluruh tubuhnya. Hal ini membuatnya bisa melakukan berbagai gerakan besar, termasuk berjalan dan berlari. Gerakan ini berfokus pada tiga aspek utama, yaitu kekuatan fisik, koordinasi tubuh, dan keseimbangan. Bila terlatih secara maksimal, anak bisa melakukan beragam kegiatan dengan benar tanpa takut terjatuh. Motorik Halus Di sisi lain, motorik halus berhubungan dengan kemampuannya dalam menggerakan otot-otot berukuran kecil. Contohnya seperti pergelangan tangan dan jari. Jadi, anak bisa melakukan tindakan secara presisi. Dengan motorik ini, aneka gerakan kecil bisa dilakukan. Misalnya menulis dan bermain menggunakan benda berukuran kecil. Fokus gerakan ini terletak pada koordinasi antara mata dan tangan. Hubungan antara Motorik Kasar dan Halus Meski berbeda, keduanya bisa saling melengkapi dalam proses tumbuh kembang si kecil. Dengan demikian, anak bisa melakukan berbagai aktivitas secara lebih mudah, teliti, dan tangkas. Cara Mengembangkan Kemampuan Psikomotorik Anak Kini Anda sudah tahu bahwa psikomotorik adalah kemampuan yang penting untuk dikembangkan. Bila belum tahu apa yang harus dilakukan, beragam cara berikut dapat diterapkan: 1. Melibatkan Anak dalam Aktivitas Fisik Anda bisa melibatkan anak dalam sejumlah aktivitas fisik yang dapat mengembangkan kemampuan ini. Contohnya seperti berlari, memanjat, dan meremas kertas hingga membentuk bola. Bagaimanapun juga, hindari untuk memaksa anak jika ia sudah merasa lelah. Hal ini bisa menimbulkan trauma hingga membuatnya jatuh sakit. 2. Mengajak Bermain yang Merangsang Gerakan Tubuh Berbagai aktivitas fisik bisa dilakukan dengan cara menyenangkan lewat permainan. Misalnya dengan bermain bola, melewati balok titian dengan tantangan menarik, dan menggunting bentuk-bentuk hewan lucu. Dengan cara ini, si kecil akan semakin termotivasi untuk mengembangkan kemampuannya. Hubungan antara Anda dengan anak pun bisa semakin erat. 3. Dukung dengan Kegiatan yang Sesuai Anda bisa berdiskusi dengan si kecil untuk memilih kegiatan yang menyenangkan baginya. Hal ini akan meningkatkan keinginannya untuk mengembangkan kemampuan psikomotorik. Selain itu, sesuaikan juga dengan usia dan tumbuh kembangnya. Jadi, perkembangan anak bisa semakin maksimal demi masa depannya kelak. Psikomotorik merupakan aspek yang tak bisa disepelekan begitu saja. Maka dari itu, Anda perlu mendukung perkembangannya melalui kelas Multi Sport di Sparks Sports Academy. Ayo bantu anak untuk daftar karena ada banyak olahraga menarik yang ditawarkan di sana!

23/10/2025 / Komentar Dinonaktifkan pada Mengenal Psikomotorik, Dasar Penting untuk Tumbuh Kembang Anak
Baca Lebih Lanjut
Bahaya Duduk W pada Anak yang Perlu Anda Ketahui

5 Bahaya Duduk W pada Anak yang Perlu Orang Tua Ketahui

Parenting

Memang banyak anak duduk dengan posisi seperti huruf W. Sayangnya, posisi ini sering dianggap wajar oleh orang tua sehingga dibiarkan. Padahal, ada berbagai bahaya duduk W yang bisa mengganggu tumbuh kembang anak. Lalu, apa saja bahaya tersebut? Anda bisa mengetahui hal ini beserta pengertian dan cara mengoreksinya dalam ulasan berikut agar tumbuh kembang si kecil tidak terancam. Apa Itu Posisi Duduk W? Posisi ini terjadi saat anak duduk di lantai dengan menekuk kakinya ke arah luar. Dari atas, posisi tersebut akan terlihat seperti huruf W. Biasanya, anak berusia 3 sampai 6 tahun menganggapnya nyaman karena dia bisa duduk dengan stabil. Kenyamanan ini didukung oleh tidak perlunya si kecil menggunakan otot inti. Itulah mengapa dia sering terlihat melakukan hal ini saat bermain maupun menonton televisi. Bahkan, posisi tersebut bisa menjadi favoritnya. Bahaya Duduk W Terhadap Postur Anak Meski dianggap normal, ternyata ada sejumlah dampak yang bisa diakibatkan dari posisi duduk ini. Bahkan, dampak-dampak tersebut akan terbawa hingga dirinya dewasa. Inilah beberapa di antaranya: 1. Otot Pinggul Menjadi Tidak Seimbang Otot pinggul menjadi tidak seimbang akibat posisi ini karena menjadi kaku. Tak hanya itu, kebiasaan tersebut juga bisa membuat rotasi pinggul ke arah dalam. Alhasil, cara berjalannya akan terpengaruhi di masa depan. 2. Risiko Kaki Bengkok Meningkat Kebiasaan ini membuat kaki terlipat dengan arah yang tak semestinya. Hal ini membuatnya bengkok sehingga mempengaruhi gerakannya suatu saat nanti. Bahkan, si kecil terancam tak bisa bergerak dengan bebas. 3. Dapat Memengaruhi Keseimbangan Tubuh Saat otot pinggul dan bagian tubuh lain terpengaruh karena posisi ini, keseimbangan tubuhnya juga akan menurun. Itulah mengapa anak yang sering duduk dengan posisi tersebut terlihat sering jatuh. 4. Mengganggu Pertumbuhan Tulang Tidak hanya mempengaruhi otot, pertumbuhan tulang panggul dan kaki juga akan terganggu. Hal ini membuat anak kerap berjalan dengan cara intoeing, yaitu lutut dan kaki menghadap ke dalam. Kondisi lutut dan kaki tersebut bisa disebut sebagai anteversion femoralis. Dalam jangka waktu lama, keduanya akan terlihat seperti membungkuk. 5. Terjadi Pigeon Toes Telapak kaki juga bisa mengarah ke dalam akibat kebiasaan ini sehingga mengganggu cara berjalannya. Dalam istilah medis, kondisi ini kerap disebut sebagai pigeon toes. Cara Mengoreksi Kebiasaan Duduk W Tentu Anda tidak mau si kecil mengalami berbagai dampak buruk di atas. Oleh sebab itu, kebiasaan ini perlu dikoreksi sedini mungkin dengan melakukan aneka cara sebagai berikut: Anak perlu memiliki postur tubuh yang ideal demi masa depan. Maka dari itu, Anda perlu mencegah kebiasaan duduk W sambil memberinya latihan yang tepat. Latihan ini bisa didapatkan di kelas gymnastic dari Sparks Sports Academy. Ayo daftarkan si kecil sekarang! Referensi:

23/10/2025 / Komentar Dinonaktifkan pada 5 Bahaya Duduk W pada Anak yang Perlu Orang Tua Ketahui
Baca Lebih Lanjut
4 Penyebab dan Cara Efektif Mengatasi Anak GTM

5 Penyebab dan Cara Efektif Mengatasi Anak GTM

Parenting

Anak GTM memang bisa membuat kepala pusing tujuh keliling. Hal ini menyebabkannya sulit makan sehingga nutrisi pun tak bisa dipenuhi dengan maksimal. Namun, Anda tak perlu khawatir karena ada berbagai cara untuk mengatasinya. Sebelum mengetahui itu, lebih baik pahami terlebih dahulu pengertian dan penyebab anak melakukannya dalam ulasan menarik ini. Apa Itu GTM?  GTM merupakan singkatan dari Gerakan Tutup Mulut, suatu situasi yang kerap terjadi pada anak saat menolak makan. Saat anak GTM, dia akan menutup mulutnya rapat-rapat, memalingkan wajah, dan menolak makanan secara verbal atau nonverbal dengan cara lainnya. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, situasi ini membuat si kecil tak bisa mendapatkan nutrisi sesuai kebutuhannya. Alhasil, tumbuh kembangnya akan terhambat. Tidak hanya secara fisik, namun juga kognitif serta emosional. Usia Berapa Anak GTM? Dilansir dari Rumah Sakit Akademik UGM, GTM biasanya muncul pada usia 1-3 tahun, kadang masih bisa berlanjut hingga 6 tahun. Pada fase ini, anak sudah mulai mandiri dan memiliki preferensi makanan sendiri, dan sensitif terhadap tekstur atau rasa baru sehingga anak tidak mau makan. Penyebab Anak GTM Ada sejumlah penyebab yang membuat anak mengalami kondisi ini sehingga perlu orang tua hindari, seperti: Baca juga: Tidak Perlu Pusing, Begini Cara Hadapi Anak Susah Makan Cara Mengatasi Anak GTM Banyak orang tua frustasi saat menghadapi anak yang menolak makan sampai melampiaskan amarahnya kepada si kecil. Hal ini justru membuat masalah menjadi lebih pelik.  Oleh sebab itu, beragam tips di bawah ini perlu Anda terapkan agar tidak mengalami hal yang sama: Permainan sensori menjadi salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk menghadapi anak GTM. Maka dari itu, Anda perlu mengenalkannya dengan mengikuti kelas sensori di Sparks Sports Academy. Jadi, kegiatan makan pun menjadi lebih menyenangkan! Referensi:

22/10/2025 / Komentar Dinonaktifkan pada 5 Penyebab dan Cara Efektif Mengatasi Anak GTM
Baca Lebih Lanjut
Segini Tinggi Ideal Anak 2 Tahun, Ini Penjelasannya!

Segini Tinggi Ideal Anak 2 Tahun, Ini Penjelasannya!

Parenting

Tumbuh kembang anak patut diperhatikan agar tetap ideal sesuai dengan umurnya. Begitu pula dengan tinggi badan anak 2 tahun. Lantas, apakah anak Anda sudah memiliki tinggi yang ideal? Untuk memastikannya, Anda perlu mengetahui standar menurut WHO. Selain itu, faktor yang mempengaruhi dan tips menjaganya juga patut dipahami agar bisa memaksimalkan pertumbuhannya. Simak selengkapnya dalam ulasan berikut. Standar Tinggi Badan Anak 2 Tahun Tinggi ideal penting untuk dimiliki anak demi menjaga kepercayaan dirinya dan postur tubuh. Selain itu, aneka risiko penyakit kronis bisa diturunkan. Menariknya, peluang keberhasilan karier dan lingkungan sosial juga dapat ditingkatkan. Oleh sebab itu, Anda perlu mengetahui standar tinggi badan pada usia 2 tahun untuk memantau tumbuh kembang si kecil. Inilah penjelasannya beserta perbedaan genetik yang mempengaruhinya: Menurut WHO dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, rata-rata tinggi anak laki-laki berusia dua tahun adalah 84,8 hingga 90,9 cm. Berat badan yang dimiliki berkisar antara 9,7 sampai 15,3 kilogram. Di sisi lain, anak perempuan memiliki rata-rata tinggi ideal antara 83,2 sampai 89,6 cm. Berat badannya berkisar antara 9 sampai 14,8 kilogram. Meski ada standar tertentu, setiap anak tidak mempunyai tinggi yang sama karena pengaruh perbedaan genetik. Oleh sebab itu, Anda perlu memastikannya lagi ke dokter untuk memastikan apakah tinggi anak sudah ideal atau belum. Baca: Yuk, Pahami Berat Badan Ideal Anak Berdasarkan Umurnya Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Tinggi Anak Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tinggi badan anak 2 tahun bisa berbeda antara satu dengan lainnya. Beragam faktor bisa mempengaruhi hal ini, seperti: Tips Menjaga Pertumbuhan Ideal Anak Tentu Anda ingin menjaga pertumbuhan anak agar mempunyai tinggi yang ideal. Untuk mewujudkannya, sejumlah tips di bawah ini bisa diterapkan. Tinggi badan anak 2 tahun bisa dimaksimalkan dengan beragam cara. Misalnya adalah dengan membantunya untuk mengikuti kelas Multi Sport di Sparks Sports Academy. Ada banyak kelas olahraga menarik yang bisa dieksplorasi. Ayo daftarkan anak sekarang juga!

22/10/2025 / Komentar Dinonaktifkan pada Segini Tinggi Ideal Anak 2 Tahun, Ini Penjelasannya!
Baca Lebih Lanjut
Ini Umur Ideal Bayi Mulai Belajar Tengkurap dan Cara Mempercepatnya

Ini Umur Ideal Bayi Mulai Belajar Tengkurap dan Cara Mempercepatnya

Parenting

Ada berbagai tahap yang perlu dilalui bayi demi memaksimalkan tumbuh kembangnya. Misalnya adalah tengkurap. Lantas, bayi tengkurap umur berapa? Umumnya, dia akan mulai melakukannya pada awal-awal kehidupannya. Bila Anda penasaran, ayo simak panduan di bawah ini untuk mengetahui hal tersebut beserta cara membantu si kecil untuk melatih otot-ototnya. Umur Ideal Bayi Mulai Bisa Tengkurap Tengkurap adalah fase yang penting untuk dilalui oleh si kecil. Dengan tengkurap, otot-otot bahu, punggung, dan leher akan semakin kuat sehingga ia bisa melakukan kegiatan motorik yang lebih secara lebih baik. Misalnya duduk dan berjalan. Lalu, bayi tengkurap umur berapa? Ini penjelasan dan faktor yang mempengaruhinya: Tanda Bayi Siap Belajar Tengkurap Setelah mengetahui bayi tengkurap umur berapa, Anda perlu memperhatikan sejumlah tanda dari si kecil saat dia sudah siap untuk memasuki fase ini. Inilah di antaranya: Tips Aman Membantu Bayi Tengkurap Membantu bayi untuk tengkurap tak bisa sembarangan. Ada sejumlah tips yang bisa diterapkan agar Anda dapat melakukannya dengan aman sembari meminimalkan risiko cedera atau hal-hal lain yang tak diinginkan, yaitu: Jadi, bayi tengkurap umur berapa? Umumnya, ia akan tengkurap pada umur 3-5 bulan. Anda bisa mendukungnya agar si kecil tengkurap secara aman dengan mengikuti kelas sensori Sparks Sports Academy. Ayo bantu bayi untuk berlatih dengan menyenangkan! Referensi:

22/10/2025 / Komentar Dinonaktifkan pada Ini Umur Ideal Bayi Mulai Belajar Tengkurap dan Cara Mempercepatnya
Baca Lebih Lanjut

Paginasi pos

Sebelumnya 1 … 56 57 58 … 73 Berikutnya
Tema Royal Elementor Kit dibuat oleh WP Royal.