Lewati ke konten
Sparks Sports Academy Logo
5 Tips Beli Bola Basket untuk Anak agar Nyaman dan Aman Saat Bermain

5 Tips Beli Bola Basket untuk Anak agar Nyaman dan Aman Saat Bermain

Basketball

Tips beli bola basket sering kali dianggap sepele oleh Mom/Dad. Padahal, memilih bola yang tepat untuk anak sangat memengaruhi kenyamanan dan keamanan sata anak bermain basket. Banyak anak menjadi bosan atau malah mengalami cedera ringan karena bolanya terlalu besar, berat atau licin. Oleh karena itu, Mom/Dad perlu tahu panduan dasar sebelum membelikan bola basket untuk anak. Tips Beli Bola Basket Di pasaran, bola basket memiliki banyak merek dan jenisnya. Untuk memudahkan Mom/Dad membeli bola basket yang ideal untuk anak, ikuti tips berikut ini: 1. Tentukan Ukuran yang Sesuai dengan Umur Dikutip dari dbl.id, diameter dan berat bola merupakan hal yang menjadi pembeda pada setiap ukuran bola basket. Dalam peraturan ukuran bola FIBA, NBA, NCAA dan asosiasi basket lain memiliki ketentuan yang berbeda. Pada umumnya ukuran bola basket masuk ke dalam tiga kategori: 2. Pilih Bola Sesuai Tempat Bermain Mom/Dad harus mempertimbangkan area bermain basket anak seperti di indoor atau outdoor. Bola basket untuk indoor dirancang untuk kenyamanan dan memaksimalkan performa di lapangan halus. Bola Basket outdoor didesain untuk daya tahan dan ketahanan ekstra di lapangan yang teksturnya kasar. Berikut adalah tips memilihnya: 3. Pilih Material yang sesuai Bola basket memiliki 3 jenis bahan yang berbeda tergantung dengan kebutuhan olahraga. Diantaranya adalah: 4. Perhatikan Harga dan Kualitas Harga dan kualitas bisa menentukan kualitas bola basket. Material bola basket bisa menentukan harga dan kualitasnya. Bola basket full leather biasanya memiliki harga yang mahal. Mom/Dad bisa membelikan bola basket Pu leather atau PVC untuk anak karena biasanya lebih murah dan memiliki kualitas yang bagus. 5. Tekstur dan Grip Bola Mom/Dad juga harus memahami tekstur lapisan bola basket yang akan dibeli untuk anak. Biasanya, tekstur basket memiliki lapisan bergerigi atau berlekuk yang berfungsi untuk cengkraman yang aman. Tekstur bola tidak boleh terlalu licin atau kasar supaya tangan anak tidak lecet dan tidak mudah lepas dari genggaman saat dribble. Kapan Harus Ganti Bola Basket? Bola yang mulai retak, permukaan licin, atau kehilangan bentuk sebaiknya diganti. Bola dalam kondisi baik membantu latihan anak lebih efektif dan mengurangi risiko cedera. Mengganti bola dengan tepat juga memberikan anak pengalaman bermain yang nyaman dan aman. Memahami tips beli bola basket bukan hanya soal membeli perlengkapan olahraga, tapi juga bentuk dukungan Mom/Dad terhadap tumbuh kembang anak. Membeli bola yang tepat bisa membuat anak aktif bergerak, melatih motorik, serta belajar kerja sama dan disiplin sejak dini. Jika Mom/Dad melihat anak suka bermain bola basket dan ingin melatihnya dengan cara yang terbaik, kelas basket anak di Sparks Sports Academy bisa jadi pilihan utama. Di sana anak akan dilatih oleh pelatih yang berpengalaman, belajar kerja sama dengan teman sebaya, dan juga difasilitasi oleh peralatan yang aman dan menyenangkan. Tunggu apa lagi, daftar sekarang!

05/02/2026 / Komentar Dinonaktifkan pada 5 Tips Beli Bola Basket untuk Anak agar Nyaman dan Aman Saat Bermain
Baca Lebih Lanjut
5 Bahaya Asap Vape untuk Anak yang Harus Diketahui Orang Tua!

5 Bahaya Asap Vape untuk Anak yang Harus Diketahui Orang Tua!

Parenting

Asap vape pada zaman sekarang dianggap lebih aman dibanding rokok konvensional. Namun, anggapan ini mulai dipertanyakan seiring banyaknya anak-anak terpapar asap vape di lingkungan sekitar. Banyak orang tua tidak tahu kalau asap vape yang terhirup dapat berdampak pada kesehatan anak secara tidak langusng. Hal itu terjadi karena anak belum memiliki sistem pernapasan yang matang. Paparan zat kimia dari asap vape bisa menimbulkan risiko kesehatan jangka pendek hingga jangka panjang. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami bahaya vape untuk anak. Apa itu Vaping? Dikutip dari Kemenkes, vaping adalah aktifitas menghirup uap yang dihasilkan dari pemanasan liquid hingga menghasilkan aerosol atau uap melalui media rokok elektrik. Berbeda dengan rokok konvensional, vape tidak menghasilkan asap dari pembakaran. Namun, uap yang dihasilkan tetap menganding berbagai zat kimia yang bisa terhirup oleh orang sekitar, termasuk anak-anak. Apa yang Terkandung dalam Asap Vape? Uap air yang disebut aerosol yang dihirup dan dihembuskan oleh pengguna vape dapat mengandung zat berbahaya seperti: Apa yang Terjadi jika Menghirup Vape? Menurut Illinois Posion Center, Saat anak menghirup vape secara tidak sengaja, partikel kimia langsung masuk ke saluran pernapasan. Karena sistem pernapasan anak masih berkembang, zat ini sangat berbahaya dan lebih mudah terserap ke dalam tubuh. Hal ini menyebabkan anak mengalami muntah, keringat berlebih, mudah lelah, tubuh gemetar, pusing, hingga kejang. Tak hanya itu, uap vape juga bisa mengiritasi jika terkena mata. Baca juga: Orang Tua Wajib Tahu! Kenali Bahaya Asap Rokok bagi Anak Sejak Dini Apa Saja Bahaya Asap Vape untuk Anak? Orang yang tidak sengaja menghirup uap vape, khususnya anak-anak, memang dampaknya tidak langsung terjadi. Tetapi, tidak menutup kemungkinan mengalami risiko kesehatan. Berikut adalah bahaya asap vape untuk anak: 1. Perkembangan Otak Melambat Akibat Nikotin Anak yang memiliki orang tua yang melakukan vaping, dan tidak sengaja menghirup uap yang mengandung nikotin, anak kemungkinan akan mengalami pengaruh negatif pada daya ingat, penurunan konsentrasi, tidak bisa mengendalikan diri, hingga perubahan suasana hati. Hal itu juga bisa membuat anak kecanduan sesuatu yang mengandung nikotin saat mereka besar nanti. 2. Gangguan pada Paru-Paru Anak yang terlalu sering terpapar uap vape, mungkin saja dengan cepat mengalami kelainan pada paru-parunya. Hal itu dapat merusak sel paru-paru dan mengurangi ketahanan organ tersebut dari serangan penyakit. Oleh sebab itu, jika paru-paru anak lemah maka akan mudah terserang penyakit. 3. Gangguan Pernapasan Partikel logam pada vape bisa membuat anak menjadi mudah batuk, gangguan pernapasan, atau bahkan menunjukan tanda-tanda keracunan nikotin. 4. Menurunkan Daya Tahan Tubuh Zat kimia yang terkandung dalam vape bisa melemahka sistem imun anak jika tidak sengaja menghirupnya. Akibatnya, anak lebih mudah sakit, seperti flu, batuk berkepanjangan, hingga infeksi saluran pernapasan. 5. Meningkatkan Risiko Alergi dan Iritasi Uap vape bisa memicu iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan anak. Pada anak yang sensitif, paparan ini juga bisa memperparah alergi atau eksim. Cara Mencegah Bahaya Asap Vape untuk Anak Cara terbaik untuk melindingi anak dari bahaya vape adalah dengan tidak merokok atau menggunakan vape di dekat mereka. Selain itu, jika orang tua anak tidak bisa lepas dari vape, sebaiknya setelah melakukannya segeralah mencuci tangan, mandi, dan ganti baju terlebih dahulu sebelum berdekatan dengan anak, sehingga anak tidak terpapar bahaya vape baik kandungan maupun uap yang dihasilkan. Meski dianggap lebih aman, uap vape ternyata menyimpan risiko bagi kesehatan anak. Kandungan zat kimia di dalamnya bisa mengganggu pertumbuhan paru-paru hingga penurunan perkembangan otak anak. Memahami bahaya asap vape untuk anak adalah langkah awal bagi orang tua untuk menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, dan aman. Dengan pencegahan yang tepat, anak bisa tumbuh optimal tanpa risiko paparan zat berbahaya dari asap vape.

05/02/2026 / Komentar Dinonaktifkan pada 5 Bahaya Asap Vape untuk Anak yang Harus Diketahui Orang Tua!
Baca Lebih Lanjut
5 Ciri-Ciri Baby Blues yang Sering Tak Disadari Orang Tua

5 Ciri-Ciri Baby Blues yang Sering Tak Disadari Orang Tua

Parenting

Menjadi orang tua bukan hanya soal memenuhi kebutuhan fisik anak, tetapi juga menjaga kesehatan mental diri sendiri dengan mengenal ciri-ciri baby blues. Banyak orang tua, terutama ibu, mengalami perubahan emosi setelah melahirkan yang sering dianggap “wajar” dan akhirnya diabaikan.  Padahal, memahami ciri-ciri baby blues sangat penting karena kondisi ini dapat memengaruhi kualitas pengasuhan, interaksi dengan anak, hingga perkembangan sosial-emosional anak dalam jangka panjang. Key takeaways: Apa Itu Baby Blues? Baby blues adalah kondisi perubahan emosi sementara pada ibu setelah melahirkan. Beberapa tandanya, misalnya, perasaan sedih, mudah menangis, cemas, lelah, dan sensitif tanpa alasan yang jelas. Kondisi ini umumnya muncul dalam 2–5 hari setelah persalinan dan dapat berlangsung hingga dua minggu.  Berdasarkan data dari American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), mayoritas ibu setelah melahirkan, mencapai 70 hingga 80 persen, mengalami gejala baby blues dalam kategori ringan hingga sedang. Berbeda dengan depresi pasca-persalinan, baby blues tergolong ringan dan biasanya membaik dengan dukungan emosional yang tepat serta waktu pemulihan yang cukup.  Meskipun sering dianggap normal, memahami apa itu baby blues tetap penting. Jika orang tua abai, kondisi ini dapat memengaruhi cara orang tua merespons kebutuhan anak, membangun rutinitas harian, hingga kualitas interaksi emosional yang kurang optimal. 5 Ciri-Ciri Baby Blues Lima ciri-ciri di bawah ini bisa menjadi tanda seseorang mengalami baby blues.  1. Perubahan Emosi yang Cepat dan Tidak Stabil Salah satu ciri-ciri baby blues yang paling umum adalah perubahan suasana hati yang drastis. Ibu bisa merasa bahagia dalam satu waktu, lalu tiba-tiba merasa sedih, mudah tersinggung atau menangis tanpa sebab yang jelas. Perubahan hormon estrogen dan progesteron setelah melahirkan berperan besar terhadap ketidakstabilan emosi ini Jika emosi ini tidak orang tua sadari dan kelola, orangtua, terutama ibu, bisa menjadi lebih reaktif saat menghadapi perilaku anak, terutama di usia balita yang sedang aktif mengeksplorasi dan menguji batasan. 2. Mudah Lelah Secara Mental dan Fisik Kelelahan ekstrem bukan hanya akibat kurang tidur, tetapi juga salah satu ciri-ciri baby blues yang sering dianggap sepele. Orang tua mungkin merasa cepat lelah, sulit fokus, dan kehilangan energi untuk berinteraksi aktif dengan anak. Sayangnya, kelelahan emosional pada orang tua dapat memengaruhi kualitas attachment dan responsivitas terhadap anak. Sehingga dalam jangka panjang, kondisi ini bisa membuat anak kurang mendapatkan stimulasi fisik dan kognitif yang konsisten, padahal aktivitas gerak dan eksplorasi sangat penting di usia dini. 3. Merasa Bersalah dan Tidak Percaya Diri sebagai Orang Tua Ciri-ciri baby blues berikutnya adalah perasaan bersalah berlebihan dan merasa “tidak cukup baik”. Orang tua sering membandingkan diri dengan standar ideal di media sosial atau lingkungan sekitar.  Selain itu, tekanan sosial dan ekspektasi yang tidak realistis terhadap peran orang tua dapat memperburuk kondisi kesehatan mental pasca-melahirkan.  Perasaan ini dapat membuat orang tua ragu mengambil keputusan. Sebagai contoh dalam memilih aktivitas edukatif atau olahraga yang sebenarnya sangat dibutuhkan anak untuk tumbuh percaya diri dan mandiri. Baca juga: Baby Blues: Pengertian, Faktor Pemicu, dan Cara Mengatasinya 4. Menarik Diri dari Interaksi Sosial Ketika seorang ibu baru terlihat  menarik diri dari keluarga, teman atau komunitas parenting, maka hal tersebut patut diwaspadai. Pasalnya orangtua baru, terutama ibu, mungkin merasa tidak punya energi untuk bersosialisasi atau berbagi cerita karena tanggung jawab barunya mengurus bayi. Padahal, dukungan sosial berperan besar dalam pemulihan kesehatan mental orang tua dan kualitas pengasuhan anak. Selain itu, kurangnya interaksi sosial dapat berdampak pada anak, terutama dalam perkembangan sosial-emosional dan kemampuan beradaptasi di lingkungan baru seperti sekolah atau kegiatan kelompok. 5. Sulit Menikmati Aktivitas Bersama Anak Ketika orang tua kehilangan minat atau kesenangan dalam aktivitas yang sebelumnya terasa menyenangkan, hal ini bisa menjadi ciri-ciri yang tidak banyak orang sadari. Bermain, berolahraga atau menemani anak belajar terasa seperti beban. Ciri-ciri terakhir ini berdampak pada kualitas keterlibatan orang tua dalam tumbuh kembang anak. Dari kualitas keterlibatan orang tua yang baiklah anak belajar regulasi emosi dan kepercayaan diri.  Di sinilah pentingnya aktivitas terstruktur yang tidak hanya menstimulasi anak, tetapi juga membantu orangtua membangun kembali koneksi positif dengan anak. Sembuhkan Baby Blues dengan Sadar dan Bijak Mengenali ciri-ciri baby blues bukan berarti menyalahkan diri sendiri, melainkan menjadi langkah awal untuk membangun pola asuh yang lebih sehat untuk orang tua dan juga anak. Ketika orang tua lebih seimbang secara emosional, anak pun mendapatkan lingkungan yang aman untuk tumbuh secara fisik dan sosial-emosional. Salah satu cara efektif untuk mendukung proses ini adalah melalui aktivitas olahraga dan edukatif yang terstruktur. Sparks Sports Academy hadir sebagai program khusus untuk anak usia dini hingga sekolah dasar. Melalui program yang tepat, orang tua dapat membantu anak menyalurkan energi, membangun kepercayaan diri, sekaligus menciptakan momen kebersamaan yang positif. Menjadi sebuah langkah kecil namun bermakna dalam proses pemulihan emosional orang tua dan tumbuh kembang anak. 

05/02/2026 / Komentar Dinonaktifkan pada 5 Ciri-Ciri Baby Blues yang Sering Tak Disadari Orang Tua
Baca Lebih Lanjut
Mengenali Ciri-Ciri Kinestetik untuk Perkembangan Anak

Mengenali Ciri-Ciri Kinestetik untuk Perkembangan Anak

Parenting

Setiap anak memiliki potensi kecerdasan yang berbeda, salah satunya adalah kecerdasan kinestetik yang menonjol melalui kemampuan mengolah gerakan tubuh. Artikel ini akan menyajikan ciri-ciri kinestetik, manfaatnya, serta cara untuk mengoptimalkannya agar anak dapat berkembang secara optimal. Key Takeaways: Ciri-Ciri Kinestetik yang Wajib Orang Tua Ketahui Menurut Alodokter, Individu dengan kecerdasan kinestetik mampu menyelaraskan pikiran dan aktivitas fisik, memiliki koordinasi motorik yang baik, serta mengekspresikan diri melalui gerakan. Berikut adalah sejumlah ciri-ciri kinestetik yang sering ditemui pada anak. Kelebihan Anak dengan Kecerdasan Kinestetik Anak dengan kecerdasan ini termasuk istimewa karena memiliki potensi kuat dalam penggunaan tubuh dan gerakan. Beberapa kelebihan yang umumnya dimiliki antara lain: Manfaat Memahami Gaya Belajar Kinestetik Memahami gaya belajar kinestetik memberikan berbagai manfaat, antara lain: Baca juga: 10 Cara Pola Asuh Anak Kinestetik yang Bisa Diterapkan di Rumah! Cara Meningkatkan Pembelajaran Gaya Kinestetik Apabila anak memiliki kecenderungan belajar dengan gaya kinestetik, berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mendukung proses belajarnya: 1. Pergi ke Tempat yang Melibatkan Aktivitas Fisik Manfaatkan waktu luang dengan melakukan aktivitas yang melibatkan gerakan tubuh. Orang tua bisa mengajak anak untuk beraktivitas di luar, seperti panjat dinding, flying fox atau sekadar berjalan kaki di alam terbuka.  Selain membantu mengembangkan kemampuan fisik, kegiatan ini juga dapat meningkatkan rasa percaya diri, serta memberikan pengalaman yang menyenangkan. Pastikan orang tua selalu mendampingi anak agar aktivitas fisik tersebut tetap aman dan nyaman. 2. Gunakan Media Pembelajaran yang Menarik Gunakan media pembelajaran yang melibatkan gerakan tubuh, seperti puzzle, play-doh atau permainan membangun balok agar proses belajar terasa lebih aktif dan menyenangkan. 3. Belajar Dengan Kelompok Belajar dalam kelompok dengan mendiskusikan materi pelajaran bersama teman atau keluarga sambil melakukan aktivitas fisik ringan. Cara ini dapat membantu meningkatkan fokus dan melatih kerja sama dengan teman.  4. Belajar dengan Menggunakan Gerakan Tubuh Bantu anak mengingat materi dengan mengaitkannya pada gerakan tangan, bagian tubuh atau mimik wajah. Selain itu, berikan kesempatan kepada anak untuk melakukan berbagai percobaan dan proyek sederhana sebagai sarana belajar sains, matematika, maupun materi lainnya. 5. Beri Akses untuk Eksperimen Berikan anak akses ke berbagai bahan untuk berkreasi dan bereksperimen. Ibu dapat membuat permainan yang melibatkan balok, tanah liat atau pasir sebagai media belajar yang menyenangkan.  Anak dengan kecenderungan gaya belajar kinestetik umumnya senang menyentuh benda secara langsung serta memiliki kemampuan motorik kasar yang baik. Oleh karena itu, kegiatan yang melibatkan sentuhan dan gerakan fisik dapat membantu mereka belajar dengan lebih optimal. Solusi Belajar Untuk Anak Kinestetik Solusi belajar untuk anak kinestetik perlu menekankan keterlibatan fisik dan pengalaman langsung agar anak dapat memahami materi dengan lebih optimal. Maka, yang Anda butuhkan adalah tempat perkembangan anak yang memadukan belajar dan aktivitas fisik, Sparks Sports Academy adalah solusinya.  Di sana, anak-anak dapat mengikuti berbagai kegiatan seperti dance, ballet, taekwondo, serta olahraga lain yang menarik seperti futsal dan basket. Semua kegiatan menyesuaikan dengan usia dan minat mereka untuk mendorong perkembangan motorik, koordinasi tubuh, serta rasa percaya diri sejak dini.  Hubungi kami sekarang dan dapatkan berbagai penawaran menarik untuk mendukung serta meningkatkan proses tumbuh kembang anak secara optimal!

05/02/2026 / Komentar Dinonaktifkan pada Mengenali Ciri-Ciri Kinestetik untuk Perkembangan Anak
Baca Lebih Lanjut
8 Manfaat Dance K-Pop untuk Kebugaran Fisik Anak

8 Manfaat Dance K-Pop untuk Kebugaran Fisik Anak

Dance

Fenomena K-pop tidak hanya digandrungi oleh remaja dan orang dewasa, tetapu mulai menarik perhatian anak-anak. Di balik musik yang seru, energik, dan dipenuhi oleh tarian, dance K-pop memiliki manfaat untuk kebugaran fisik anak. Aktivitas ini bukan hanya sekedar tren belaja, tetapi juga bisa menjadi sarana olahraga yang menyenangkan sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Manfaat Dance K-Pop untuk Anak Dance K-pop tidak hanya seru dan menyenangkan, tetapi memiliki manfaat yang memengaruhi fisik, sosial, kreatif, dan emosional anak. Berikut adalah manfaatnya: 1. Bisa Menurunkan dan Menjaga Berat Badan Berdasarkan jurnal National Library of Medecine menjelaskan bahwa menari, khususnya dance K-Pop efektif dalam menurunkan berat badan dan mengatasi obesitas. Dengan dance K-pop, anak memiliki komposisi tubuh yang ideal dan bisa menjaga berat badan. 2. Meningkatkan Stamina Anak Dance K-pop adalah olahraga yang menyehatkan dan seru. Jika anak sering merasa lelah, olahraga dance K-pop bisa menjadi alternatif karena akan memicu keluarnya hormon endorfin yang membuat anak merasa bersemangat. Aktivitas ini juga membantu meningkatkan kualitas tidur. 3. Membuat Jantung Lebih Kuat Dance K-pop bisa meningkatkan kebugaran kardiorespirasi atau mengoptimalkan kinerja jantung dan paru-paru dalam membawa oksigen ke seluruh tubuh saat melakukan aktivitas yang berat. 4. Meningkatkan Kekuatan dan Ketahanan Otot Dance K-pop melibatkan banyak otot utama yang membuat kekuatan dan daya tahan tubuh pada anak meningkat. Jika melakukannya secara rutin, metabolisme anak juga akan meningkat, sehingga tidak gampang terserang penyakit. Baca juga: 10 Manfaat Menari bagi Anak yang Penting untuk Tumbuh Kembangnya 5. Meningkatkan Kemampuan Bersosialisasi Anak Di dalam kelas tari, khususnya dance K-pop, anak akan bertemu dan berinteraksi dengan teman sebaya. Tak hanya itu, aktivitas ini memerlukan kekompakan dan kerjasama, ke-dua hal tersebut sangat baik dilatih sejak dini. 6. Melatih Otak Dance K-pop bisa membuat otak bekerja optimal jika dilakukan dengan rutin. Aktivitas ini adalah bentuk rekreasi yang bisa menurunkan risiko depresi dan demensia atau alzheimer. Tak hanya itu, olahraga ini bisa mengintegrasikan beberapa fungsi otak sekaligus, sehingga meningkatkan konektivitas saraf pada otak, karena secara bersamaan melibatkan kinestetik, rasional, kepekaan pada musik, dan proses emosional. 7. Melatih kelenturan Tubuh Gerakan campuran seperti melompat, berputar, hingga peregangan dalam dance K-pop bisa melatih otot dan fleksibilitas fisik anak. Hal ini penting untuk mendukung postur tubuh yang baik dan mencegah cedera saat anak aktif bergerak. 8. Membantu Kesehatan Mental dan Mood Anak Musik K-pop yang ceria, seru, dan menyenangkan dicampur dengan gerakan yang ekspresif dapat membantu meningkatkan mood anak. Menari dengan jenis apapun memang dikenal efektif untuk mengurangi stres dan membuat anak merasa lebih bahagia. Secara keseluruhan, manfaat dance K-pop untuk anak tidak hanya sekedar hiburan, melainkan bisa mendukung kebugaran fisik, perkembangan motorik, hingga kepercayaan diri anak dengan cara yang menyenangkan. Jika Mom/Dad memiliki anak yang aktif bergerak, Mom/Dad bisa mendaftarkannya ke kelas modern dance di Sparks Sports Academy agar energinya tersalurkan dengan baik. Daftarkan anak dan biarkan mereka belajar menari dengan pelatih porfesional di lingkungan yang aman dan menyenangkan.

04/02/2026 / Komentar Dinonaktifkan pada 8 Manfaat Dance K-Pop untuk Kebugaran Fisik Anak
Baca Lebih Lanjut

Paginasi pos

Sebelumnya 1 … 5 6 7 … 73 Berikutnya
Tema Royal Elementor Kit dibuat oleh WP Royal.