Setiap anak punya keunikan dalam cara mereka menyalurkan energi dan mengekspresikan diri. Misalnya ada yang suka menari, menendang atau melompat, hingga berguling dan memanjat. Dari kebiasaan ini, orang tua bisa mengenali ciri anak cocok ikut balet, taekwondo, maupun gymnastic. Ketiga aktivitas tersebut menawarkan manfaat yang melimpah untuk mendukung tumbuh kembang si kecil. Namun, Anda mungkin kesulitan memutuskan kegiatan mana yang paling cocok dengan minat anak. Maka dari itu, mari kenali tanda-tanda yang anak tunjukkan sejak dini berikut sebagai bahan pertimbangan pemilihan kategori olahraga! Key takeaways: Ciri Anak Cocok Ikut Balet, Taekwondo, atau Gymnastic Setiap anak tentunya punya minat dan bakat yang berbeda. Tugas orang tua adalah mencarikan kegiatan yang paling sesuai dengan minat olahraga anak. Nah, berikut beberapa hal yang patut Anda perhatikan. 1. Balet Ciri anak yang cocok ikut balet, yaitu pemalu, sulit fokus, dan memiliki postur tubuh yang buruk. Mengutip Heartland Conservartory of Dance, balet adalah fondasi yang kuat untuk perkembangan kesehatan fisik, emosional, dan disiplin mental anak. Ketika anak mampu menguasai gerakan baru atau tampil di atas panggung, pencapaian ini yang mendorong rasa percaya diri pada anak pemalu untuk meningkat. Tak hanya itu, mengikuti kelas balet dapat melatih fokus anak melalui aktivitas belajar gerakan, menghitung ketukan musik, dan mendengarkan koreksi dari instruktur. Kemudian, jika anak memiliki postur tubuh yang buruk seperti sering membungkuk, balet dapat membantunya untuk berdiri lebih tegak. Setiap gerakan pada balet dirancang untuk memperkuat inti tubuh, meningkatkan fleksibilitas, dan keseimbangan sehingga baik untuk postur tubuh. 2. Taekwondo Ciri anak cocok ikut taekwondo adalah mereka yang penakut, sulit diam, atau kurang aktif bergerak. Seni bela diri ini akan melatih anak untuk menghadapi berbagai tantangan tanpa rasa takut supaya ke depannya lebih percaya diri dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, anak yang sulit diam atau aktif bergerak cocok mengikuti kegiatan ini karena pada dasarnya taekwondo adalah olahraga yang membuat fisik lebih aktif. Sebaliknya, anak yang kurang aktif bergerak juga bisa mengikuti kelas ini supaya mereka mendapatkan aktivitas fisik yang cukup. 3. Gymnastics Salah satu ciri anak cocok ikut gymnastic adalah yang memiliki energi tinggi dan aktif bergerak, seperti melompat atau berguling. Agar dapat menyalurkan energi buah hati yang begitu aktif, Anda bisa memilih kelas gymnastic. Kelas ini tidak hanya dapat menyehatkan fisik, tetapi termasuk olahraga untuk menambah tinggi badan anak. Melansir Hai Bunda, Dokter Spesialis Anak, dr. Dian, juga mengatakan bahwa, olahraga ini mampu memperkuat otot, meningkatkan fleksibilitas, keseimbangan, koordinasi, hingga kesehatan jantung. Sudah Tahu Ciri Anak Cocok Ikut Balet, Taekwondo, Gymnastic? Kini, Anda telah mengenali masing-masing ciri anak cocok ikut balet, taekwondo, maupun gymnastic. Langkah berikutnya adalah menghubungkan ciri yang disebutkan sebelumnya dengan kondisi anak. Misalnya, saran olahraga anak pemalu adalah balet, sementara anak yang aktif bergerak bisa taekwondo atau gymnastic. Jika sudah membuat keputusan, pastikan Anda memilih tempat belajar yang tepat supaya anak bisa berlatih dengan nyaman dan aman seperti Spark Sports Academy. Sparks hadir menawarkan berbagai kelas menarik termasuk balet, taekwondo, hingga gymnastic yang sesuai dengan tahap tumbuh kembang anak. Anda bisa menemukan olahraga untuk anak usia 3-4 tahun yang sesuai dengan minat mereka. Yuk, dukung terus aktivitas olahraga yang si kecil sukai bersama Spark Sports Academy!
5 Olahraga Anak Pemalu, Ampuh Bikin Berani dan Percaya Diri!
Setiap orang tua pasti ingin anaknya tumbuh sehat dan menjadi percaya diri. Namun, bagaimana jika anak memiliki karakter yang cenderung pemalu? Jangan khawatir! Sebab, ada berbagai jenis olahraga anak pemalu yang dapat membantu anak membangun rasa percaya diri. Yuk, cari tahu daftar olahraganya di sini! Key Takeaways: 5 Olahraga Anak Pemalu Terbaik Melansir dari International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity, anak pemalu yang mengikuti kegiatan olahraga dalam periode lebih dari satu tahun mampu menunjukkan penurunan tingkat kecemasan. Melihat benefit tersebut, berikut beberapa jenis olahraga yang dapat Anda pertimbagkan untuk si kecil ikuti. 1. Renang Tidak semua olahraga harus dimainkan dalam kelompok besar atau bergantung dengan tim. Demi bisa mendorong anak yang pemalu, tidak ada salahnya jika Anda memulai dengan jenis olahraga individu lebih dulu seperti berenang. Selain merupakan olahraga untuk menambah tinggi badan anak, berenang juga dapat melatih fokus dan konsentrasi anak. Ketika berada di dalam air, anak bisa fokus pada gerakannya sendiri tanpa khawatir pandangan orang lain, sehingga olahraga ini bisa jadi ruang aman melatih keberanian. 2. Taekwondo Berdasarkan pernyataan di Jurnal Untan, taekwondo merupakan sarana efektif yang melatih kepercayaan diri dan kemandirian, serta mampu membentuk kecerdasan emosional anak. Anak yang berlatih taekwondo sendiri tidak hanya mampu menjaga diri, namun dapat melatih disiplin, fokus dan kontrol diri. Bagi anak yang pemalu, olahraga bela diri juga dapat memberikan kesempatan untuk tampil di depan umum. Namun, anak tetap ada dalam ruang yang aman dan terarah, sehingga mereka tetap bisa rileks. 3. Balet Selain pemalu, ciri anak cocok ikut balet adalah mereka yang memiliki postur tubuh kurang baik. Melalui balet anak akan belajar mengikuti instruksi dan dapat mengembangkan koordinasi gerak tubuhnya. Mereka juga akan terlatih agar lebih percaya diri untuk tampil dan berkomunikasi bersama teman dan instruktur. Balet juga cocok dijadikan olahraga untuk anak usia 3-4 tahun, di mana anak sudah cukup mampu mengikuti instruksi dan lebih fleksibel. 4. Gymnastic Olahraga anak pemalu yang wajib untuk Anda pertimbangkan lainnya adalah gymnastic. Tidak hanya baik untuk anak yang sulit diam atau senang tantangan, kegiatan ini juga sangat cocok untuk si kecil yang pemalu. Ini karena gymnastic akan membantu anak membangun self confidence tanpa tekanan. Melalui gymnastic anak dapat fokus pada progres mereka dan belajar untuk meningkatkan kemampuan bersosialisasi. Kegiatan yang menyenangkan seperti melompat, berguling, hingga menjaga keseimbangan dalam gymnastic juga memiliki peran besar untuk kebugaran si kecil. 5. Bersepeda Meski terlihat sederhana, aktivitas satu ini ternyata juga sangat bermanfaat untuk si kecil yang pemalu. Melansir dari laman Active for Life, bersepeda dikatakan mampu membangun koordinasi dan keseimbangan, serta memberikan kebebasan yang baik untuk kesehatan fisik dan mental anak. Apalagi kegiatan ini juga dapat dilakukan bersama orang tua atau orang terdekat lainnya, sehingga tidak menimbulkan tekanan sosial yang besar. Selain itu, ketika anak berhasil mengayuh lebih jauh atau melewati jalan yang menanjak, mereka akan bangga atas kemampuannya. Rasa puas inilah yang akan meningkatkan kepercayaan dirinya. Sudah Tahu Apa Saja Olahraga Anak Pemalu? Meski pemalu, bukan berarti anak Anda tidak bisa berkembang. Mereka hanya memerlukan pendekatan lebih intens, lembut, dan ruang nyaman untuk berlatih. Anda pun tidak perlu kebingungan karena ada banyak sekali pilihan jenis olahraga anak pemalu yang bisa Anda pertimbangkan untuk si kecil. Tentu saja, Anda juga bisa mendorong anak mengikuti kelas di Spark Sports Academy. Sehingga, anak akan mendapat bimbingan dari instruktur terlatih. Karena pilihan kelas yang sangat beragam, Anda pun bisa memilih sesuai dengan minat olahraga anak. Mari bantu si kecil menemukan olahraga favoritnya dan biarkan mereka mengeksplor!
7 Olahraga untuk Menambah Tinggi Badan Anak, Super Ampuh!
Tinggi badan anak secara natural akan terus bertambah seiring berjalannya waktu. Namun, terdapat standar pertumbuhan tinggi badan anak yang ideal menurut usia dan jenis kelaminnya. Maka dari itu, jika Anda mengamati ada gangguan pertumbuhan pada anak sejak dini, olahraga untuk menambah tinggi badan anak dapat menjadi solusi. Mengutip Alodokter, faktor yang menyebabkan tinggi badan anak kurang, yakni faktor genetik, pertumbuhan belum sempurna, hingga kurang gizi. Setiap anak memang memiliki laju pertumbuhan yang berbeda-beda. Sebagai orang tua, usaha yang bisa dilakukan adalah mengoptimalkan pertumbuhannya melalui aktivitas seperti olahraga. Key takeaways: Daftar Olahraga Untuk Menambah Tinggi Badan Anak Beberapa jenis olahraga ternyata dapat membantu merangsang pertumbuhan tulang sehingga tinggi badan anak cepat naik. Cek apa saja jenisnya berikut ini! 1. Gymnastics Jika Anda sedang mencari saran olahraga untuk anak usia 3-4 tahun, gymnastic adalah pilihannya. Melansir Mom Junction, American Academy of Pediatrics membolehkan anak-anak usia 2-5 tahun untuk memulai kelas senam yang sesuai dengan tahap perkembangan motorik mereka. Olahraga ini mampu menguatkan otot, meningkatkan fleksibilitas, koordinasi, keseimbangan, dan kesehatan jantung si kecil. 2. Basket Rekomendasi olahraga untuk menambah tinggi badan anak berikutnya adalah basket. Pasalnya, salah satu gerakan dasar dari basket adalah melompat yang baik untuk percepatan tinggi anak. Dokter Spesialis Anak, dr. Dian Sulistya Ekaputri, Sp.A, di Hai Bunda turut menyatakan bahwa, basket melibatkan banyak lompatan dan memiliki dampak baik untuk pertumbuhan tulang. 3. Sepak Bola Permainan bola yang terkenal seru dan menyenangkan adalah sepak bola. Olahraga ini akan mendorong anak untuk aktif bergerak seperti berlari hingga menendang. Berbagai gerakan tersebut juga dapat merangsang pertumbuhan tulang panjang pada kaki. Alhasil, anak yang gemar bermain sepak bola tidak hanya mendapatkan benefit berupa sehat secara fisik, melainkan juga bagus untuk pertumbuhan tubuh. 4. Lompat Tali Jika tidak ingin melakukan aktivitas berkelompok, saran olahraga anak pemalu, namun tetap bisa membantu tinggi badan naik adalah lompat tali. Berdasarkan keterangan dr. Devia Irine Putri pada Klikdokter, aktivitas ini memicu seluruh tubuh mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki serta otot anak bergerak sehingga tinggi badan pun naik. 5. Berenang Olahraga berikutnya adalah berenang yang bermanfaat untuk meningkatkan fleksibilitas dan menguatkan otot anak. Khususnya, beberapa gaya renang tertentu, seperti gaya dada yang dapat merangsang pertumbuhan anak. 6. Stretching Dasar gerakan yang ternyata berkontribusi pada tinggi badan adalah stretching atau peregangan. Gerakan ini cukup sederhana, seperti meregangkan tangan ke atas atau bawah hingga menggapai kedua jari kaki menggunakan tangan pada saat posisi duduk di lantai dengan kedua kaki terbuka lebar. 7. Hanging Satu lagi saran olahraga yang dapat membantu anak tumbuh lebih tinggi adalah hanging. Hanging sendiri merupakan aktivitas menggantungkan kedua tangan di tiang dengan tujuan menarik tulang belakang agar memanjang. Olahraga ini juga baik untuk membentuk kekuatan pada otot bahu, lengan, dan punggung. Cari Tempat Olahraga untuk Menambah Tinggi Badan Anak? Itulah beberapa aktivitas olahraga untuk menambah tinggi badan anak mulai dari gymnastic hingga hanging. Jika tertarik dan ingin setiap latihan fisik bisa lebih terarah, Anda bisa mendaftarkan si kecil ke Sparks Sports Academy. Sparks Sports menyediakan berbagai pilihan kelas sesuai minat olahraga anak termasuk gymnastic hingga futsal. Salah satu cara menentukan kelas yang tepat ini bisa dengan mengenali ciri anak cocok ikut balet atau cabang olahraga lain berdasarkan kondisi tubuh dan kebiasaannya. Dengan bimbingan instruktur profesional dan metode belajar yang menyenangkan sesuai kelompok usia, anak akan lebih sehat dan bugar. Bahkan, mereka juga berpotensi mencapai tinggi badan ideal melalui kegiatan sports yang mereka sukai. Buruan daftar sekarang dan ambil kuota promonya!
5 Cara Mendidik Anak Agar Mandiri dan Tidak Cengeng
Mendampingi tumbuh kembang anak, pastinya akan memberikan banyak rintangan baru untuk orang tua. Salah satu hal yang kerap menjadi tantangan adalah bagaimana cara mendidik anak agar mandiri dan tidak cengeng. Seperti yang dikemukakan Jurnal Paud Agapedia, kemandirian anak sejak dini sangat penting, sebab kelak saat dewasa, ia akan lebih siap menghadapi masalah dan memecahkannya sendiri. Namun, bagaimana cara agar anak dapat tumbuh mandiri? Mari simak selengkapnya! Key Takeaways: 5 Cara Mendidik Anak Agar Mandiri dan Tidak Cengeng Bagi Anda yang sedang berusaha melatih kemandirian anak, jangan khawatir, ada banyak cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah. Berikut di antaranya. 1. Biarkan Anak Berbuat Kesalahan Salah satu penyebab anak cengeng adalah karena selalu dimarahi dan dibentak saat membuat kesalahan. Hal tersebut sebenarnya sangat keliru, sebab di usia mudah, anak justru bisa belajar dari kesalahannya agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan. Ketika mereka berbuat salah, Anda cukup beri tahu bahwa melakukan kesalahan bukan sebuah masalah selama mereka mau memperbaikinya. Kemudian, ajak mereka berdiskusi pelan agar anak mampu belajar menyelesaikan masalahnya. 2. Ajak Mengenal Lingkungannya BIla salah satu permasalahan Anda adalah anak kerap malu atau takut saat berbaur dengan orang lain, cobalah lebih sering mengajak dia bertemu orang banyak. Mengajaknya masuk ke lingkungan baru akan menjadi cara mendidik anak agar mandiri dan tidak cengeng yang sangat ampuh. Awalnya, anak mungkin akan merasa risih, bahkan merengek untuk pulang. Namun, biarkan ia pelan-pelan belajar untuk berbaur dalam lingkup kecil lebih dulu. Misalnya, bermain keluar rumah di sore hari bersama tetangga seusianya. 3. Berikan Tugas Kecil Sesuai Usia Bangunlah rasa tanggung jawab dalam diri anak sejak dini. Melansir dari CNN, langkah paling utama yang perlu Anda lakukan adalah dengan memberikan tugas sederhana. Misalnya seperti membereskan mainannya, membuang sampah cemilan, hingga menaruh sepatu di rak. Tujuannya untuk membuat anak merasa bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Tidak hanya melatih kemandirian dan tanggung jawab, anak Anda juga dapat lebih percaya diri sebab ia merasa telah berkontribusi dalam rumah. Meski terkadang pekerjaannya belum sempurna, berilah dia apresiasi dengan kata terima kasih. 4. Dorong Anak Membuat Pilihannya Sendiri Mendorong anak membuat pilihan adalah salah satu cara mengatasi anak cengeng dan penakut paling jitu. Anda bisa mulai melempar keputusan kecil pada anak, misalnya saat memilih baju yang akan dipakai atau menentukan jam mandi sore. Meskipun terlihat sepele, hal kecil ini akan membuat anak terbiasa berpikir kritis dan merasa memiliki kendali atas dirinya. Sehingga, nantinya, ia akan lebih berani mengambil keputusan, bahkan di situasi sulit sekalipun. 5. Berikan Contoh Langsung Sebagai orang terdekat, orang tua umumnya adalah adalah idola bagi anak. Karena itu, Anda dapat membangun koneksi dengan anak melalui obrolan dari hati ke hati. Berdasarkan Halodoc, Anda dapat menceritakan bahwa ada kalanya orang dewasa juga merasakan berbagai emosi, seperti sedih, malu, dan takut. Namun, semua itu bukan masalah, karena mereka pasti bisa mengatasi situasi apapun dengan baik. Dengan berbicara terbuka dan penuh empatik, anak jadi bisa memahami perubahan emosi yang dapat terjadi pada orang dewasa. Lewat cara ini, anak dapat merasa bahwa keberanian orang tua mereka menghadapi berbagai emosi tersebut juga pasti ada dalam diri mereka. Sudah Tahu Cara Mendidik Anak Agar Mandiri dan Tidak Cengeng? Selain menerapkan cara mendidik anak agar mandiri dan tidak cengeng di atas, ada baiknya Anda mencari akademi belajar. Tujuannya agar anak memiliki ruang nyata untuk berlatih dan mencoba hal baru di luar zona nyamannya. Sehingga, jika mereka gagal sekalipun, anak bisa belajar bangkit kembali. Anda pun bisa memilih Sparks Sports Academy yang menyediakan berbagai aktivitas menyenangkan untuk si kecil. SSA akan menjadi sahabat terbaik untuk menumbuhkan jiwa mandiri sekaligus rasa percaya diri mereka. Tentu saja, ini akan sangat efektif untuk mendukung perkembangan karakter anak sejak dini!
4 Cara Mengatasi Anak Cengeng dan Penakut, Jangan Dibentak!
Sangat wajar bila anak menjadi rewel saat berbaur dengan lingkungan baru yang asing. Namun, jika kerewelan ini terjadi terus-menerus, anak bisa dicap sebagai ‘cengeng’ dan ‘penakut’ oleh teman, keluarga, atau bahkan orang asing. Karenanya, orang tua perlu mengetahui cara mengatasi anak cengeng dan penakut untuk mencegahnya. Namun, jika Anda berpikir dapat mengatasinya adalah dengan bentakan dan amarah, maka itu salah besar. Sebab, hal itu justru berpotensi menghilangkan kepercayaan diri anak dan rasa nyaman saat bersama orang tua. Ingin tahu cara mendidik anak agar mandiri dan tidak cengeng yang benar? Simak selengkapnya di sini! Key Takeaways: 4 Cara Mengatasi Anak Cengeng dan Penakut Pada dasarnya, tangisan dan rasa takut dalam diri anak bisa jadi pertanda bahwa mereka memiliki kebutuhan emosional yang ingin disampaikan. Namun, keterbatasan pemahaman dan kosakata menjadikan mereka hanya bisa menangis. Nah, untuk memahaminya, Anda bisa coba cara berikut ini. 1. Hindari Memberikan Reaksi Berlebihan Ketika anak menangis dengan kencang dan tanpa henti, pasti orang tua akan panik, apalagi jika terjadi di tempat umum. Tanpa sadar, orang tua pun kerap memberi reaksi yang berlebihan, seperti marah, membentak, atau bahkan memukul agar anak diam. Namun, tindakan tersebut sangat salah dan justru akan memperparah keadaan. Sebaliknya, Anda dapat membawa anak ke tempat yang lebih sepi dan temani anak menenangkan diri sambil memberikan pengertian yang tegas. 2. Dengarkan Perasaan Anak Salah satu penyebab anak cengeng adalah karena perasaan yang tidak tersampaikan atau sulit diungkapkan. Menilik dari Jurnal Humaniora, mendengarkan dengan penuh perhatian akan membangun koneksi dan menciptakan empati antar kedua komunikan. Tentu saja, sikap tersebut juga berlaku saat Anda menghadapi anak, agar si kecil bisa merasa aman dan dipahami. Anda bisa tunjukkan empati dan bantu validasi perasaannya dengan mengatakan, “Ayah/Ibu tahu kamu sedih, tidak apa-apa kok, kamu bisa cerita biar Ayah/Ibu ngerti. Kamu kenapa?” 3. Berikan Dukungan Alih-Alih Memaksa Anak yang penakut cenderung membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengumpulkan keberanian dalam mencoba hal baru. Jadi, daripada membuatnya ciut dengan bentakan dan paksaan, Anda bisa memberikan dorongan yang lebih positif agar mereka percaya diri. Jangan langsung bilang “Ah, masa gitu aja takut!”. Sebaliknya, Anda bisa mengajak dengan lembut, “Ayo, coba kita sapa mereka bareng-bareng. Kalau kamu nggak mau bicara dulu, nggak apa-apa, yang penting coba berjabat tangan.” 4. Berikan Contoh Sebagai orang tua, Anda harus menjadi contoh bagi anak-anak Anda. Hal tersebut juga dikemukakan dalam artikel HelloSehat, bahwa anak-anak meniru atau belajar dari apa yang mereka lihat. Jadi, jika Anda ingin anak lebih berani, maka tunjukkan sikap berani dan pantang menyerah dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, tidak panik saat menghadapi serangga, berani menyapa tetangga baru, aktif dalam berbagai kegiatan sosial di sekitar rumah, atau mencoba makanan asing dengan ekspresi semangat. Sudah Tahu Cara Mengatasi Anak Cengeng dan Penakut? Menghadapi anak cengeng dan penakut memang butuh kesabaran ekstra. Namun, dengan empati, dukungan, dan contoh yang baik, anak bisa tumbuh lebih berani dan percaya diri. Ingat, setiap anak punya prosesnya sendiri, jadi jangan terburu-buru dan terus dampingi anak Anda. Selain peran orang tua, lingkungan belajar yang tepat juga bisa membantu anak tumbuh lebih berani dan mandiri. Salah satu pilihan yang bisa Anda pertimbangkan adalah Sparks Sports Academy. Di akademi ini, olahraga bukan sekadar gerak fisik, tetapi juga sarana untuk melatih mental anak. Lewat arahan instruktur berpengalaman, setiap aktivitas dirancang agar anak lebih percaya diri, terbiasa bekerja sama, dan tidak mudah takut saat menghadapi situasi baru. Bagaimana, tertarik ingin anak mengikuti kegiatannya?
