10 Dampak Serius Akibat Anak Sering Dibentak dan Dipukul

10 Dampak Serius Akibat Anak Sering Dibentak dan Dipukul

Table of Contents

Banyak orang tua melakukan bentakan dan pukulan untuk mendisiplinkan anaknya. Saat emosi memuncak, tindakan ini tak terelakkan dan tanpa disadari akan berdampak pada anak. Padahal, anak yang sering dibentak dan dipukul bisa berdampak panjang pada mental anak. Efek ini akan terasa pada saat anak sudah tumbuh dewasa.

Akibat Anak Sering Dibentak dan Dipukul

Bentakan dan pukulan akan membuat anak “menurut” sesaat. Di balik itu, terdapat luka psikologis yang perlahan terbentuk. Berikut adalah dampaknya:

1. Anak Mengalami Trauma

Menurut The American Academy of Pediatric, anak bisa mengalami trauma jika sering dipukul atau dimarahi. Dalam istilah medis, ini disebut post-traumatic stress disorder (PTSD).

Anak yang mengalami PTSD memiliki gejala seperti:

  • susah tidur,
  • mudah marah dan emosi tidak stabil,
  • konsentrasi menurun,
  • daya ingat terganggu,
  • mudah terkejut,
  • sering melamun, serta
  • selalu merasa curiga dan ketakutan.

2. Anak Sulit Bersosialisasi

Anak yang sering dibentak dan dipukul akan menjadi pribadi yang sulit untuk berkomunikasi dan bersosialisasi. Ini terjadi karena anak sudah tertanam ketakutan pada orang lain. Selain itu, anak akan sulit untuk percaya diri dan sulit berprestasi dan mengembangkan potensinya.

3. Perkembangan Otak Terganggu

Dampak memukul anak bisa mengganggu perkembangan otaknya sehingga mengakibatkan penurunan kecerdasan. Penelitian Infant and Child Development menunjukan bahwa, anak yang sering dipukul memiliki kecerdasan yang lebih rendah dibanding dengan anak yang tidak dipukul.

4. Sulit Mengendalikan Emosi

Anak yang sering dibentak dan dipukul akan merasa tidak aman, tertekan, dan tidak dihargai. Hal ini akan membuat anak tidak bisa mengendalikan emosi sehingga anak tidak bisa membangun hubungan sehat dengan orang lain.

5. Tidak Menghargai Diri Sendiri

Seringnya anak terkena pukulan dan bentakan, anak akan menganggap dirinya tidak berharga sama sekali dan selalu salah. Jika ini terus berlanjut, ketika anak sudah dewasa, anak cenderung tidak menghargai hidupnya.

Baca juga: 7 Alasan Strict Parents Suka Mengatur Anak Secara Berlebihan

6. Meniru Tindakan Negatif

Banyak kasus anak yang melakukan kekerasan terhadap temannya. Ini bisa terjadi karena anak sering dipukul dan dibentak di masa lalunya. Tindakan memuluk dan membentak yang dilakukan orang tua akan membekas pada anak sehingga anak menganggap hal itu wajar dan bersikap arogan dengan menindas orang yang lebih lemah.

7. Anak Berisiko Melukai Dirinya Sendiri

Menurut badan kesehatan dunia (WHO), akibat memukul anak bisa membuat ia melukai dirinya. Bahkan anak nekat menggunakan narkoba dan upaya kejahatan lainnya seperti bunuh diri.

8. Anak Kabur

Anak yang sering dibentak dan dipukul di rumahnya akan membuatnya enggan untuk pulang. Rumah yang harusnya menjadi tempat aman dan nyaman, berubah menjadi mengerikan. Hal ini membuat anak ketakutan dan tidak nyaman saat di rumah.

Jika sudah seperti ini, anak akan nekat lari dari rumah.

9.Berisiko Kematian

Banyak kasus yang beredar akibat sebuah pukuan, risiko kematian semakin dekat. Itu terjadi karena irang tua yang emosi dan hilang kendali, sehingga akan memicu tindakan yang lebih buruk.

10. Kesulitan belajar

Anak menjadi sulit belajar karena efek dari pukulan dan bentakan yang dilakukan oleh orang tua. Hal ini menyebabkan penurunan kinerja otak, sehingga anak sulit memahami pembelajaran yang ia terima.

Akibat anak sering dibentak dan dipukul bukanlah hal sepele. Dampaknya bisa berlangsung lama dan membentuk karakter yang buruk bagi anak di masa depan. Anak hanya perlu bimbingan, bukan kekerasan. Dengan komunikasi yang tenang, empati, dan konsisten, orang tua bisa mendidikan anak tanpa harus menggunakan kekerasan. Kesadaran ini sangat penting untuk orang tua agar anak tumbuh sehat, bahagia, dan percaya diri.

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%