-
Author: Tim Sparks Sports Academy
Kebanyakan orang bahkan sering menganggap anak introvert sebagai penakut, pemalu, dan anti sosial. Stigma negatif tersebut memang sering sekali muncul jika membahas kepribadian introvert. Padahal, anak dengan pribadi introvert memiliki potensi luar biasa jika mendapatkan pengasuhan yang tepat. Lantas, apa saja cirinya?
Key Takeaways
- Tanak anak introvert bisa orang tua lihat atau kenali sejak usia 4 bulan.
- Beberapa ciri introversion pada anak adalah cenderung menghindar untuk tampil di depan umum, pemilih akan teman, dan lebih banyak melakukan observasi.
- Jika bersosialisasi, anak-anak introvert seringkali merasa cepat lelah dan membutuhkan waktu senggang pribadi untuk mengisi energinya kembali.
10 Ciri Anak Introvert
Melansir VOI, ciri introversion pada anak dapat terlihat sejak usia sangat muda, yaitu mulai dari empat bulan. Lantas, apa saja ciri-ciri yang bisa Anda amati? Berikut sepuluh tandanya.
1. Tidak Mau Tampil di Depan Umum
Merasa ragu atau nervous saat sebelum tampil di depan umum itu memang wajar. Namun, bagi anak-anak introvert, mereka secara aktif menolak untuk berada di depan publik atau menjadi pusat perhatian. Pada umumnya, ini dapat terjadi karena anak tidak pandai berbicara atau merasa terintimidasi saat menghadapi tatapan para penonton.
2. Selektif dalam Menjalin Hubungan
Seorang anak berjiwa introversi bukannya tidak mau menjalin persahabatan dengan teman sebayanya. Hanya saja, mereka memang akan bersikap selektif dalam menentukan siapa yang ingin mereka jadikan teman.
Sebab, mereka lebih senang jika memiliki teman yang benar-benar bisa memahaminya meski hanya sedikit. Ini juga akan membuat hubungan pertemanan menjadi lebih kuat.
3. Lebih Banyak Mengamati daripada Bertindak
Adapun ciri-ciri anak introvert ketiga, yaitu kebiasaan mengamati apa saja yang ada di sekitarnya ketimbang bermain bersama teman-temannya. Anak pendiam memiliki kemampuan observasi yang lebih tinggi ketimbang anak-anak lain. Mereka akan mengamati keadaan hingga karakter dan emosi orang di sekitarnya.
4. Merasa Cepat Lelah dalam Bersosialisasi
Jika anak ekstrovert sangat menyukai kegiatan sosial dan mencari teman baru secara aktif, maka anak introvert adalah kebalikannya. Bagi si introvert, aktivitas sosial seperti pesta, festival, dan acara keluarga dapat menyedot semua energi. Hal tersebut akan membuat anak tidak nyaman bahkan membuatnya menjadi rewel.
5. Butuh Waktu untuk Mengisi Kembali Energi
Bukan hanya lebih cepat merasa lelah ketika berinteraksi, anak-anak pendiam juga perlu waktu sedikit lebih lama untuk beristirahat. Bahkan, mereka lebih ingin segera pulang dan menyegarkan pikirannya agar mereka tak mengalami overstimulasi setelah berinteraksi dengan orang banyak.
Baca juga: Ciri-Ciri Anak Pemalu dari Sisi Perilaku Sosial hingga Emosi
6. Lebih Produktif Jika Belajar Sendiri
Anak introvert di sekolah acap kali menghindari kegiatan belajar dalam kelompok, terutama kelompok besar. Berada dalam grup memang dapat membuat introverts merasa kesulitan untuk fokus.
Melansir EuroKids, anak dengan introversion merasa bahwa belajar secara pribadi jauh lebih produktif, sebab mereka bisa lebih berkonsentrasi dan mampu memberikan hasil lebih baik.
7. Mencari Ruang Pribadi yang Familiar
Banyak orang yang merasa cemas apabila mereka harus memasuki suatu area yang tidak mereka kenali, ini juga terjadi pada anak introvert. Anak-anak ini lebih senang mencari tempat khusus sebagai ruang pribadinya yang familiar daripada tempat baru yang tidak nyaman dan asing.
8. Butuh Waktu untuk Beradaptasi
Introversion pada anak akan membuat mereka jauh lebih pendiam, namun bukan berarti mereka tidak bisa beradaptasi saat bertemu orang baru atau berada di tempat baru. Mereka hanya membutuhkan waktu sampai bisa merasa nyaman untuk lebih terbuka dan menjadi bagian dalam lingkungan tersebut.
9. Menghindari Kontak Mata Saat Berinteraksi
Jangan mengira anak yang menghindari kontak mata berarti sedang berbohong. Sebab, anak introvert umumnya juga tidak berani melakukan kontak mata, terutama dengan orang asing. Ini bisa jadi karena mereka lebih banyak berpikir sebelum berbicara, atau merupakan cara untuk melindungi dirinya sendiri dari intimidasi.
10. Lebih Cerdas Secara Intrapersonal
Kecerdasan intrapersonal ialah kemampuan seorang manusia untuk menganalisa diri sendiri, baik dalam segi watak, keunggulan, maupun kelemahan. Anak-anak berjiwa introversi pun cenderung lebih mampu menilai apa potensi minat dan bakat yang mereka miliki daripada teman-teman sebayanya.
Sudah Tahu Apa Saja Tanda Anak Introvert?
Kesimpulannya, baik introvert maupun ekstrovert, tidak ada kepribadian yang lebih dari yang lain. Orang tua pun harus lebih bijaksana dan tidak sering membandingkan anak. Sebab, setiap anak memiliki potensi bakat yang berbeda-beda. Jika mendapatkan bimbingan yang tepat, anak pun bisa sukses terlepas apapun kepribadiannya.
Nah, agar dapat membuat anak lebih terbuka, percaya diri, dan nyaman bersosialisasi, Anda bisa mengandalkan Sparks Sports Academy. Memiliki kurikulum yang ramah anak, program-program yang tersedia akan membantu si kecil tumbuh lebih optimal. Yuk, dukung anak dan biarkan mereka tumbuh di lingkungan tepat!







