Setiap anak terlahir dengan potensi yang luar biasa. Namun, dalam proses tumbuh kembangnya, ada kalanya Anda mulai menyadari si kecil tampak lebih lambat memahami pelajaran, sulit fokus, atau mudah menyerah saat belajar. Apakah ini hal yang wajar, atau justru memang tanda anak kesulitan belajar?
Memahami cirinya sejak dini pun sangat penting, terutama bagi Anda yang memiliki anak usia balita hingga sekolah dasar. Dengan mengenali tandanya lebih awal, Anda pun bisa memberikan dukungan dan mencari cara untuk membantu anak dalam belajar. Ingin tahu ciri dan cara mengatasinya? Simak di bawah ini!
Key Takeaways:
- Orang tua harus mengenali tandanya anak kesulitan belajar lebih awal, sehingga bisa memberikan dukungan yang tepat untuk tumbuh kembangnya.
- Mengatasi kesulitan anak dalam membaca, menulis, dan berhitung bisa dilakukan dengan metode fun learning.
- Ciptakan lingkungan yang suportif dan menyenangkan demi membuat anak merasa aman untuk mencoba, gagal, lalu bangkit kembali.Â
Ciri Anak Kesulitan Belajar
Tugas kita sebagai orang tua adalah mengenali kesulitan anak dan mendampinginya. Berikut beberapa ciri anak yang sulit dalam belajar dan perlu orang tua pahami.
1. Sulit Berkonsentrasi dalam Waktu Lama
Secara umum, anak memang memiliki rentang perhatian yang lebih pendek daripada orang dewasa. Melansir laman CNLD, rentang fokus anak berbeda tergantung pada umurnya. Misalnya, anak usia 2 tahun memiliki rentang perhatian 4-6 menit. Sedangkan anak usia 5-6 tahun memiliki rentang perhatian 12-18 menit.
Tentu saja, rentang perhatian tersebut hanya referensi dan bisa berbeda di setiap anak. Namun, jika si kecil sangat mudah terdistraksi di sekolah bahkan tidak bisa bertahan dalam waktu 5-10 menit, ini bisa menjadi satu tanda ada faktor lain yang memengaruhi anak.
2. Lambat Memahami Instruksi
Ciri lainnya bisa terlihat saat anak memahami perintah. Ia mungkin sering meminta penjelasan ulang, tampak bingung meski instruksi sudah cukup sederhana, atau melakukan tugas tidak sesuai arahan.
3. Kesulitan Membaca, Menulis, atau Berhitung
Melansir Halodoc, salah satu ciri anak kesulitan belajar adalah sulit mengenali huruf, mengeja, atau memahami konsep angka dasar. Kesalahan sesekali tentu saja wajar, tetapi jika sering terjadi, Anda harus lebih peka. Sebab, anak bisa merasa frustrasi berlebihan atau perkembangannya tertinggal jauh dari teman sebayanya.Â
4. Koordinasi Motorik Kurang Optimal
Perkembangan fisik dan kemampuan belajar juga saling berkaitan. Terkadang, kesulitan belajar berkaitan dengan motorik. Ini bisa terlihat ketika anak mungkin tampak canggung saat berlari, sering tersandung, atau kesulitan memegang pensil dengan benar.
Baca juga: Cara Belajar Efektif untuk Anak Usia Dini agar Cepat Paham
Cara Mengatasi Kesulitan Belajar pada Anak
Mengatasi anak yang kesulitan belajar membutuhkan kesabaran, pendekatan khusus, dan cara yang kreatif serta menyenangkan. Bagaimana caranya? Berikut uraiannya.
1. Lakukan Komunikasi dengan Anak
Seperti yang Anda tahu, ketika anak kesulitan belajar, mereka bisa stres dan merasa rendah diri. Karena itu, orang tua harus bisa memberikan motivasi dan dukungan emosional. Caranya dengan melakukan komunikasi dengan anak. Anda bisa mengajak anak berkomunikasi dengan tenang dan lembut, agar ia bisa terbuka.
Coba tanyakan apa yang membuat mereka merasa sulit, apakah karena pelajarannya tidak mudah atau karena ada yang mengganggu pikirannya. Dari sini, Anda bisa mengenali masalah anak dan mencari solusi bersama tanpa menghakimi. Anda juga bisa menemani mereka selama belajar agar mereka lebih semangat.
2. Pahami Gaya BelajarnyaÂ
Coba lakukan pengamatan pada anak agar Anda bisa memahami mana gaya belajar yang paling cocok untuknya. Sebab, setiap anak umumnya memiliki gaya atau metode belajar tersendiri. Ada anak yang mudah belajar dengan cara melihat (visual), bergerak (kinestetik), maupun mendengar (auditori).
3. Buat Suasana Belajar Menyenangkan
Melansir RSIA Kemang, anak akan lebih merespon pada pembelajaran interaktif. Sebisa mungkin, hindari metode konvensional yang membuat anak cenderung lebih pasif. Cobalah gunakan media seperti games, video, atau belajar langsung di lapangan. Cara yang menyenangkan akan membuat anak lebih semangat.
4. Terapkan Teknik Mindfulness
Penerapan teknik mindfulness juga dapat menjadi cara mengatasi anak sulit konsentrasi belajar​. Laman Understood juga menyebutkan bahwa mindfulness akan membantu anak meningkatkan kemampuan untuk fokus pada pembelajaran atau tuga sekolah.
Anda bisa menggunakan teknik 5-4-3-2-1. Seperti menyebutkan 5 benda di sekeliling, mengucapkan 4 hal yang anak rasakan, identifikasi 3 suara berbeda di sekitar, jelaskan dua aroma, dan rasakan suatu rasa di mulut.
5. Apresiasi Proses, Bukan Hasil
Sebagai orang tua, Anda tidak bisa hanya fokus pada hasil atau pencapaian anak. Justru, Anda harus bisa memberikan apresiasi, seperti pujian pada anak atas setiap usaha yang sudah mereka lakukan.
Sekalipun hasilnya kurang memuaskan, pahami bahwa mereka sudah bekerja keras untuk itu. Dengan cara ini, anak akan merasa Anda hargai dan selalu termotivasi untuk belajar lebih lagi dan agar dapat menjadi lebih baik.
Sudah Tahu Cara Mengatasi Anak Kesulitan Belajar?
Jika Anda mulai melihat ciri anak kesulitan belajar pada si kecil, mendampingi, membimbing, dan memberikan stimulasi yang tepat sejak dini adalah langkah bijak. Anda pun bisa mengandalkan program olahraga dan aktivitas edukatif dari Spark Sports Academy.
Tidak hanya fokus pada keterampilan fisik, kelas di Sparks Sports Academy dapat membantu membangun konsentrasi, disiplin, dan kepercayaan diri anak. Dengan pendekatan yang menyenangkan dan instruktur berpengalaman, anak akan belajar bergerak aktif sekaligus melatih fokus dan koordinasi tubuhnya.
Lingkungan yang suportif ini akan membuat anak merasa aman untuk mencoba, serta berani untuk bangkit kembali saat gagal. Ayo, tingkatkan kepercayaan diri anak dan pastikan tumbuh kembangkan optimal! Daftar free trial class Sparks Sports Academy sekarang!






