-
Author: Tim Sparks Sports Academy
Melihat anak susah makan saat disuapi adalah pemandangan yang kerap membuat hati orang tua gundah. Kekhawatiran akan kecukupan gizi dan tumbuh kembang anak pun langsung menghantui.
Namun, sebelum stres melanda, ada baiknya kita mengambil napas sejenak dan menyadari bahwa fase ini adalah bagian alami dari petualangan parenting.
Kondisi saat anak susah untuk makan sebenarnya sangat umum dialami, terutama pada masa balita. Perilaku ini bisa jadi merupakan cara mereka mengeksplorasi kemandirian dan batasan.
Daripada langsung panik, cobalah untuk bersikap lebih tenang. Mari kita gali lebih dalam akar permasalahan dan strategi jitu untuk mengatasinya.
Kenapa Anak Susah Makan?
Memahami alasan di balik penolakan anak untuk makan adalah langkah pertama yang krusial. Dengan mengetahui pemicunya, Anda bisa menyusun strategi yang lebih efektif, bukan sekadar memaksa.
Beberapa faktor yang sering menjadi biang keladinya antara lain:
1. Terlalu Sering Diberi Camilan
Perut anak memiliki kapasitas yang terbatas. Jika Anda terlalu sering memberikan camilan, terutama yang tinggi gula dan kalori, di luar jam makan utama, rasa laparnya akan hilang.
Akibatnya, ketika waktu makan tiba, ia sudah merasa kenyang dan tidak tertarik dengan makanan di piringnya.
2. Tekstur Makanan Belum Sesuai Usia
Setiap tahap usia membutuhkan tekstur makanan yang berbeda. Jika si kecil sudah waktunya makan makanan keluarga tetapi masih terus diberikan bubur saring yang halus, ia bisa menjadi tidak tertarik atau bahkan menolak tekstur baru yang dirasa asing di mulutnya.
3. Stimulasi Sensori di Mulut Belum Optimal
Jika stimulasi terhadap indera perasa dan peraba di mulutnya kurang beragam sejak dini, ia bisa menjadi picky eater atau pemilih makanan.
Ia mungkin akan menolak makanan dengan aroma kuat, sayuran bertekstur tertentu, atau makanan yang bersatu rasanya. Inilah mengapa masalah anak susah makan seringkali berakar pada pengalaman sensorinya.

Cara Mengatasi Anak Susah Makan
Setelah memahami penyebabnya, kini saatnya bertindak. Berikut adalah beberapa strategi yang bisa Anda terapkan:
1. Ciptakan Suasana Makan yang Menyenangkan
Jadikan momen makan sebagai waktu berkualitas, bukan ajang pertempuran. Matikan televisi dan singkirkan gawai. Ajaklah anak makan bersama keluarga di meja makan.
Percakapan yang hangat dan tawa ceria akan membuatnya mengasosiasikan makan dengan kegiatan yang menyenangkan. Hindari ancaman atau tekanan, karena ini justru akan memperkuat penolakannya.
2. Kenalkan Berbagai Tekstur dan Aroma
Variasi adalah kunci. Jangan menyerah hanya karena satu kali penolakan. Terus perkenalkan aneka jenis makanan dengan warna, bentuk, dan tekstur yang berbeda.
Anda bisa membuat tampilan makanan lebih menarik, misalnya dengan membentuk nasi menjadi karakter binatang atau menyusun sayuran berwarna-warni.
Biarkan ia menyentuh dan merasakan teksturnya meski akan berantakan, karena ini adalah bagian dari proses belajarnya.
3. Hindari Memaksa Anak saat Makan
Memaksa, membentak, atau mengancam hanya akan menimbulkan trauma dan membuat anak semakin membenci waktu makan. Jika ia menolak, cobalah untuk tetap tenang.
Tarik napas, akhiri waktu makan, dan tawarkan kembali makanan tersebut di kesempatan lain. Terkadang, mereka hanya butuh waktu dan ruang untuk menerima makanan baru.
4. Ajak Anak Berolahraga
Berolahraga bisa mengatasi anak yang susah makan, karena ketika anak sedang berolahraga seperti berlari, melompat, atau berenang, tubuh anak akan membakar banyak kalori. Hal ini membuat cadangan energi (glikogen) dalam tubuh anak menurun, sehingga otak akan mengirim sinyal lapar yang kuat sebagai instruksi untuk mengisi ulang “bahan bakar”
5. Menerapkan Jadwal Makan yang Konsisten
Jika ingin anak makan, maka terapkan jadwal makan harian anak sesuai rutinitasnya. Jadwal makan jangan berdekatan dengan waktu tidur dan bermain anak. Durasi makan juga tidak boleh dari 30 menit. Hentikan proses makan anak walaupun belum habis, dan jangan memaksanya untuk menghabiskannya.
Anda juga bisa membuat jadwal camilan maksimal 2 jam sebelum makan utama. Lakukan jadwal dengan konsisten setiap hari.
6. Sesuaikan Porsi Makanan
Anak bisa sulit makan karena makanan yang ada dipiringnya terlalu banyak, sehingga anak menolaknya. Anda bisa mencoba untuk memberikan makanan sesuai dengan porsi yang diinginkan anak.
7. Berikan Contoh
Kebiasaan makan anak bisa dipengaruhi oleh kebiasaan orang tuanya. Jika Anda ingin anak makan sayur, Anda harus mencontohkannya dengan makan sayur bersama anak. Pola makan anak akan berubah dengan cepat karena orang tua menyajikan makanan yang sama dengan anak.
8. Varisaikan Tampilan Menu
Tampilan makanan bisa menggugah selera makan anak. Anda bisa menyajikan makanan dengan warna, bentuk, dan tekstur yang beragam agar anak tertarik untuk memakannya. Gunakan piring dan alat makan dengan warna cerah atau tema karakter favorit anak untuk membuat waktu makan yang menyenangkan.
9. Libatkan Anak saat Memasak
Biarkan anak membantu orang tuanya saat menyiapkan makanan. Anda bisa meminta anak untuk membantu merencanakan belanja, memilih jenis makanan, dan bersama menyiapkan makanan.
10. Jauhkan dari TV dan Gadget
Orang tua bisa mematikan TV dan jauhkan gadget saat makan bersama anak agar anak fokus mengunyah dan menghabisakan makanan sebagai cara mengatasi anak susah makan. Orang tua jangan memberikan gadget sebagai iming-iming anak mau makan. Hal ini malah membuat ia akan tetap teralihkan dan tidak mau makan.
Baca: 4 Penyebab dan Cara Efektif Mengatasi Anak GTM
Belajar Makan dengan Ceria Lewat Stimulasi Sensori

Membantu anak mengembangkan kecintaan pada makanan adalah sebuah perjalanan, bukan perlombaan. Dibutuhkan lingkungan yang suportif dan stimulasi yang tepat agar si kecil bisa mengeksplorasi berbagai rasa dan tekstur dengan rasa percaya diri dan penuh keceriaan.
Untuk mendukung proses ini, Anda dapat memperkaya pengalaman sensorinya melalui kelas khusus yang dirancang untuk itu.
Sparks Sports Academy menghadirkan Kelas Sensori yang dirancang khusus untuk membantu bayi dan balita mengenal aneka tekstur dan rasa dalam suasana yang positif, aman, dan menyenangkan.
Melalui aktivitas yang terstruktur dan dipandu oleh ahli, dapat mengurangi tantangan saat anak susah makan. Mari bantu buah hati Anda membangun hubungan yang sehat dengan makanan sejak dini, untuk tumbuh kembang yang optimal dan bahagia.







