Memahami Penyebab Anak Temperamental dan Cara Mengatasinya

Memahami Penyebab Anak Temperamental dan Cara Mengatasinya

Table of Contents

Setiap anak memiliki karakter unik sendiri yang berkembang seiring dengan tumbuh kembang mereka. Namun, ada sebagian anak yang menunjukkan kecenderungan lebih mudah tersulut emosinya atau lebih cepat tersinggung. Dalam parenting, anak dengan respons emosional kuat tersebut sering disebut dengan anak temperamental.

Kondisi ini bukanlah tanda bahwa anak bermasalah, namun ini adalah hasil dari keadaan lingkungan dan berbagai faktor lain yang mempengaruhi anak dalam merespon sesuatu. Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Key Takeaways

  • Anak temperamental adalah anak dengan kondisi emosional kuat, di mana mereka cenderung mudah marah dan tersinggung.
  • Faktor penyebabnya bisa beragam, mulai dari pola asuh, indikasi gangguan psikologis, genetik, hingga perubahan besar tertentu.
  • Emosi anak yang terlalu kuat bisa menuntun pada beberapa dampak negatif, mulai dari terhambatnya kemampuan bersosialisasi, risiko stres, hingga renggangnya hubungan anak dengan orang tua.

Definisi Anak Temperamental

Anak temperamental adalah anak dengan respon emosional intens, di mana mereka seringkali lebih impulsif dan mudah marah ketimbang anak seusianya. Mereka biasanya memiliki kebiasaan bereaksi berlebihan terhadap suatu situasi yang menurut anak lain adalah situasi biasa.

Respon ini bukanlah bentuk ketidakpatuhan, namun disebabkan oleh sistem emosional yang lebih sensitif. Anak dengan kondisi ini biasanya menunjukkan beberapa karakteristik utama sebagai berikut.

  • Cepat marah ketika berhadapan dengan situasi di mana harapan mereka tidak terpenuhi.
  • Kesulitan menenangkan diri setelah tantrum atau menangis.
  • Menunjukkan reaksi emosional berlebihan terhadap suatu perubahan.
  • Kerap tidak sabaran dan mudah frustasi.
  • Sering mengekspresikan keinginan atau penolakan.

Penyebab Anak Temperamental

Seperti yang kami sebutkan di awal, anak temperamental bukan berarti anak sedang bermasalah. Kondisi ini adalah hasil dari berbagai faktor yang mempengaruhi cara mereka dalam merespon sesuatu, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Pola Asuh

Berdasarkan penelitian dari Micalizzi (2015), salah satu faktor yang mempengaruhi sifat temperamental pada anak adalah pola asuh. Pada penelitian tersebut disebutkan bahwa pola asuh yang terlalu keras dan kurangnya pendekatan emosional menjadi dua alasan yang bisa membuat anak menjadi temperamental.

2. Indikasi Gangguan Pada Anak

Pada beberapa kasus, sifat mudah meledak pada anak juga bisa menjadi indikasi adanya masalah psikologis tertentu. Sifat emosional yang kuat dan meledak bisa menunjukkannya adanya gangguan psikologis seperti gangguan emosi atau ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder).

3. Faktor Genetik

Faktor genetik juga jadi salah satu faktor yang bisa membentuk kepribadian temperamental pada anak. Beberapa laman edukasi ternama menyebut bahwa 20-60% sifat temperamen pada anak dipengaruhi oleh faktor genetik. Singkatnya, jika salah satu atau kedua orang tua memiliki sifat ini, maka kemungkinan besar anak akan mewarisinya.

4. Perubahan Rutinitas

Perubahan rutinitas juga menjadi faktor penyebab anak memiliki temperamen yang meledak. Di sini, perubahan besar pada rutinitas seperti pindah rumah atau kehadiran adik baru bisa memicu stres dan mempengaruhi stabilitas emosi anak.

Dampak Negatif Temperamen Tinggi pada Anak

Meskipun kondisi temperamental adalah salah satu bagian normal dari perkembangan anak, namun kondisi ini bisa berdampak negatif pada anak jika tanpa pengawasan dan bimbingan orang tua. Adapun dampak negatif tersebut meliputi:

  • Anak berpotensi mengalami kesulitan bekerja sama di lingkungan sosial sekolah.
  • Berpotensi besar berkonflik dengan teman sebaya.
  • Kemampuan bersosialnya terhambat.
  • Risiko stres dan kecemasan lebih tinggi.
  • Renggangnya hubungan anak dengan orang tua.

Cara Mengatasi Anak Temperamental Secara Efektif

Jika anak Anda kerap berperilaku temperamental, ada beberapa langkah penanganan sederhana yang bisa Anda lakukan, di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Tetap tenang dan tunjukan contoh yang baik: Anak pada dasarnya belajar regulasi dari orang tua. Jika Anda sebagai orang tua menunjukkan sikap tenang saat berhadapan dengan ledakan emosi anak, anak akan secara bertahap belajar membentuk respons serupa.
  • Validasi perasaan anak: Hindari meremehkan atau mengabaikan perasaan anak. Pastikan Anda memberi respons positif bahwa Anda memahami perasaan mereka.
  • Beri rutinitas konsisten: Rutinitas bisa menjadi media yang mengendalikan emosi anak. Anda bisa menyusun rutinitas aktivitas harian terstruktur untuk anak, mulai dari jadwal tidur, makan, hingga belajar.
  • Berikan hukuman: Berikan konsekuensi logis dan konsisten kepada anak saat mereka berperilaku meledak. Misalnya, saat mereka marah dan melempar mainan, Anda bisa memberikan konsekuensi ringan seperti menyita mainan untuk sementara waktu.
  • Jangan memaksakan kehendak pada anak: Hindari memaksa kehendak Anda pada anak. Sebaliknya, dukung keputusan anak selama masih positif dan berikan masukan jika keputusan anak cenderung negatif.
  • Dorong anak berekspresi secara sehat: Motivasi anak untuk mencoba kegiatan yang bisa menjadi sarana mengekspresikan diri saat emosi sedang meledak, seperti menggambar, menulis, atau bercerita.
  • Libatkan anak dalam aktivitas fisik: Aktivitas fisik positif seperti olahraga bisa membantu mengurangi stres dan menstabilkan emosi anak.

Dukung Perkembangan Emosi Anak dengan Aktivitas Fisik Positif

Aktivitas fisik positif seperti olahraga adalah salah satu cara terbaik mengatasi anak temperamental. Jika Anda ingin mengelola emosi anak dan sekaligus membangun disiplin dalam diri mereka, Sparks Sports Academy bisa menjadi partner andalan. 

Akademi kami menyediakan berbagai program olahraga yang bisa membantu anak menyalurkan energinya secara positif, sekaligus mengembangkan kemampuan motorik dan mental secara seimbang. Selain itu, melalui pendekatan dan bimbingan terstruktur di akademi kami, anak bisa belajar mengatur impuls, membangun percaya diri, serta lebih fokus saat melakukan suatu hal.

Saatnya dukung perkembangan anak ke arah yang lebih positif lewat kelas aktivitas fisik bersama Sparks Sports Academy. Daftar sekarang!

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%