Ketika anak tidak bisa meniup, hal tersebut biasanya berhubungan dengan perkembangan kemampuan motorik mulut yang belum sempurna. Kemampuan ini melibatkan kerja sama otot bibir, lidah, dan pipi untuk mengatur aliran udara dari paru-paru.
Dalam penelitian, refleks menghisap sejak bayi dan stimulasi dari lingkungan punya peran dalam perkembangan motorik mulut. Tanpa latihan yang cukup, otot-otot di area pun bisa melemah, sehingga anak sulit mengontrol udara saat meniup. Mari memahami apa saja faktor penyebab lengkapnya lewat artikel di bawah ini!
Key Takeaways:
- Anak yang tidak bisa meniup umumnya karena otot mulut dan lidah yang belum berkembang optimal atau belum terlatih.
- Latihan simpel seperti meniup gelembung, kapas, atau peluit bisa membantu memperkuat koordinasi motorik mulut anak.
- Gangguan seperti apraxia atau disartria dapat menjadi penyebab medis yang memengaruhi kemampuan meniup dan berbicara.
Faktor Penyebab Anak Tidak Bisa Meniup
Ada beberapa faktor mengapa anak belum bisa meniup, berikut contoh penyebabnya.
1. Otot Mulut Belum Terlatih
Salah satu penyebab umum anak tak bisa meniup adalah otot bibir dan lidah yang belum cukup kuat. Seperti halnya otot tubuh lain, bagian ini butuh latihan agar bisa bekerja dengan baik.
Secara umum, anak perlu belajar membulatkan bibir untuk mengatur tekanan udara saat meniup. Hal tersebut mirip seperti bentuk bibir ketika menyebut huruf “w”. Jika hal ini belum terbentuk, meniup lilin atau balon bisa terasa sulit bagi mereka.
2. Gangguan Motorik Seperti Apraxia Bicara
Dalam beberapa kasus, masalah bukan terletak pada ototnya, melainkan pada koordinasi otak. Contohnya karena gangguan Childhood Apraxia of Speech (CAS) yang membuat otak kesulitan mengirim sinyal ke otot mulut agar bergerak sesuai perintah.
Anak dengan kondisi ini tahu apa yang ingin dilakukan, namun perintah dari otak tidak sampai dengan tepat. Akibatnya, meniup atau mengucapkan kata tertentu menjadi hal yang agak sulit.
3. Disartria atau Kelemahan Otot Bicara
Kondisi lain yang mungkin terjadi ketika anak tidak bisa meniup adalah disartria, yaitu kelemahan pada otot yang digunakan untuk berbicara. Berdasarkan Mayo Clinic, disartria dapat menyebabkan bicara terdengar tidak jelas atau berat karena otot mulut, lidah, dan tenggorokan sulit dikendalikan.
Kondisi ini dapat membuat anak kesulitan mengatur udara untuk meniup, sama halnya ketika mereka mencoba menyebut kata dengan jelas.
4. Faktor Lingkungan dan Kebiasaan
Selain faktor medis, kebiasaan di rumah juga sangat memengaruhi. Jurnal Majalah Ilmiah UPI YPTK pun menjelaskan bahwa, anak yang jarang diajak berbicara atau berinteraksi cenderung mengalami keterlambatan perkembangan alat ucap.
Kurangnya stimulasi ini bisa membuat kemampuan meniup ikut terhambat karena anak tidak terbiasa menggerakkan otot mulutnya secara aktif.
Cara Mengatasi Anak Tidak Bisa Meniup
Jika anak tak bisa meniup, Anda bisa membantu melalui latihan yang terasa seperti permainan. Pasalnya, anak cenderung lebih mudah belajar ketika aktivitasnya menyenangkan dan tidak terasa seperti “terapi”. Berikut beberapa caraya.
1. Latihan Otot Mulut Lewat Mainan dan Aktivitas
Mulailah dari hal-hal yang ringan, misalnya meniup gelembung sabun, bulu, atau kapas. Kegiatan ini akan membantu anak belajar mengatur hembusan udara sekaligus menguatkan otot bibir dan pipi.
Beberapa terapis juga menggunakan mainan seperti peluit atau terompet kecil untuk merangsang refleks meniup. Berdasarkan hasil penelitian Oral Motor Development in Children Aged 0-12 Months, stimulasi semacam ini efektif meningkatkan kekuatan otot mulut dan kemampuan bicara pada anak.
2. Sentuhan dan Interaksi Langsung
Ketika menyikat gigi, Anda bisa sekaligus menyentuh lembut area pipi dan bibir anak. Cara ini membantu meningkatkan kesadaran terhadap otot-otot di sekitar mulut.
Selain itu, mengajak anak bercermin dan membuat ekspresi lucu seperti membuka mulut lebar atau membulatkan bibir bisa jadi latihan alami yang menstimulasi kemampuan meniup tanpa tekanan.
3. Gunakan Sedotan untuk Melatih Kontrol Udara
Cobalah memberikan minuman dengan sedotan kecil. Aktivitas ini akan melatih anak mengatur tekanan udara dari mulut ke sedotan. Secara tidak langsung, ini dapat memperkuat otot bibir dan lidah, dua bagian penting dalam proses meniup.
Jika anak melakukannya secara rutin, kemampuan mengontrol napas dan udara akan meningkat, sehingga masalah anak tidak bisa meniup perlahan akan teratasi.
4. Konsultasi ke Terapis Wicara Jika Kesulitan Berlanjut
Apabila latihan di rumah belum menunjukkan kemajuan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter anak atau terapis wicara. Dokter akan membantu Anda menilai apakah ada gangguan seperti apraxia atau disartria yang perlu penanganan profesional.
Sudah Tahu Apa Saja Penyebab Anak Tidak Bisa Meniup?
Kesulitan meniup adalah bagian dari proses belajar dan perkembangan anak. Jangan panik, karena Anda bisa mulai dari latihan konsisten di rumah, sambil terus memperhatikan tanda-tanda perkembangan oral motor si kecil. Lewat dukungan dan latihan rutin, anak dapat belajar mengatur napas, berbicara, dan berekspresi.
Tentu saja, dukungan juga dapat Anda lakukan dengan mendaftarkan buah hati di Spark Sports Academy, di mana anak-anak dibimbing untuk tumbuh secara menyeluruh. Tidak hanya secara fisik, tetapi juga sosial dan emosional.
Melalui aktivitas interaktif dan menyenangkan, mereka belajar mengenali tubuhnya, melatih koordinasi, hingga menumbuhkan rasa percaya diri. Sparks Sports Academy pun percaya bahwa setiap anak memiliki potensi luar biasa asalkan berada di lingkungan yang tepat. Ayo, berikan yang terbaik untuk si buah hati tersayang!







