Apakah Anak Kecil Wajib Berpuasa? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Apakah Anak Kecil Wajib Berpuasa? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Table of Contents

“Apakah anak kecil wajib berpuasa?” merupakan pertanyaan yang sering dilontarkan oleh Mom/Dad saat Ramadan tiba. Di tengah semangat beribadah dan kebiasaan keluarga dalam menjalankan puasa, Mom/Dad pasti bingung memperkenalkan puasa ke anak. Apakah harus sejak dini, atau menunggu usia tertentu? Artikel ini akan membahasnya secara lengkap dan mudah dipahami.

Hukum Puasa Ramadan untuk Anak

Dikutip dari NU Online, salah satu syarat wajib puasa Ramadan adalah baligh. Anak yang belum baligh tidak diwajibkan untuk berpuasa. Oleh karena itu, hukum puasa bagi anak kecil tidaklah wajib. Namun, jika anak sudah mencapai kondisi tamyiz (anak sudah bisa makan, minum, dan istinja) puasa menjadi sunah dan jika dilakukan puasanya akan diterima.

Syaikh Ibrahim Al-Bajuri dalam kitab Hasyiyatul Bajuri menjelaskan:

قوله (والبلوغ) فلا يجب على الصبي، ثم إن كان مميزا صح منه وإلا فل

Artinya, “Salah satu syarat wajib puasa adalah baligh maka tidak wajib atas anak kecil. Kemudian jika ia sudah mumayyiz maka puasanya sah, jika belum mumayyiz maka tidak sah” (Ibrahim Al-Bajuri, Hasyiyatul Bajuri, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah: 2017], jilid I, halaman 551).

Ciri-Ciri Anak Siap Berpuasa

Setiap anak pastinya memiliki kesiapan yang berbeda saat ingin berpuasa. Kesiapan tidak hanya dinilai dari usia, melainkan fisik, mental, dan emosinya. Berikut ciri-ciri anak yang mulai siap berpuasa.

1. Sudah Bisa Makan Sendrii

Jika anak sudah bisa makan sendiri dengan peralatan makan yang benar, Mom/Dad bisa mulai mengajaknya untuk ikut sahur dan berbuka puasa bersama. Biasanya, anak usia 3-4 tahun sudah bisa makan sendiri secara rapi.

2. Sudah Bisa Mengendalikan Emosi

Ciri-ciri anak siap berpuasa adalah bisa mengendalikan emosinya sendiri. Jika anak masih sering tantrum, maka anak belum siap untuk berpuasa. Mom/Dad jangan memaksanya dan sebaiknya tunggu hingga anak benar-benar siap.

3. Kondisi Fisik Sehat dan Aktif

Anak yang siap berpuasa biasanya memiliki fisik yang tidak mudah lemas, jarang sakit, dan tetap aktif saat beraktivitas. Jika anak sering terlihat lemas, lelah, atau pusing, sebaiknya Mom/Dad jangan memaksanya untuk berpuasa.

4. Sudah Memahami Konsep Berpuasa

Jika anak sudah paham saat Mom/Dad menjelaskan tentang puasa, berarti anak sudah siap untuk berpuasa. Anak akan dengan sendirinya paham bahwa puasa berarti menahan makan dan minum dari pagi sampai terbenamnya matahari.

Baca juga: Ikuti 10 Cara Mengajarkan Anak Puasa Sejak Dini

5. Bisa Mengatur Pola Tidur

Puasa Ramadan sering kali mengubah pola tidur seseorang khususnya anak-anak. Anak yang sudah memiliki pola tidur yang baik biasanya bisa menyesuaikan diri dengan bangun untuk sahur dan tetap mendapatkan istirahat yang cukup agar tidak mudah lelah saat beraktifitas.

6. Memiliki Rasa Ingin Tahu yang Besar

Saat Mom/Dad memperkenalkan ibadah puasa dan anak sangat penasaran, maka anak siap untuk diajari berpuasa. Mom/Dad bisa memulainya dengan membiasakan anak untuk merasakan suasana berpuasa seperti sahur, meja makan yang kosong saat siang hari, dan menyiapkan makanan menjelang berbuka.

Jika anak terus bertanya-tanya soal puasa, itu tandanya anak sudah bisa diajak untuk berpuasa bersama.

7. Tidak Memiliki Riwayat Medis

Anak yang memiliki riwayat kesehatan tertentu seperti maag, anemia, atau kebutuhan medis khusus lainnya sebaiknya tidak dipaksa berpuasa. Mom/Dad bisa berkonsultasi dengan dokter sebelum anak memulai puasa pertamanya.

Jadi, apakah anak kecil wajib berpuasa? Jawabannya adalah tidak. Puasa belum wajib bagi anak yang belum baligh. Namun, Mom/Dad tetap bisa mengenalkan puasa sebagai latihan dengan cara yang ringan, bertahap, dan penuh empati. Perhatikan kondisi kesehatan dan kenyamanan anak saat mulai berpuasa.

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%