Pengertian Baby Blues, Faktor Pemicu, dan Cara Mengatasinya

Baby Blues: Pengertian, Faktor Pemicu, dan Cara Mengatasinya

Table of Contents

Melahirkan menjadi momentum transformatif yang semestinya penuh kebahagiaan. Namun, di balik euforia tersebut, tak jarang ibu baru diam-diam bergumul dengan kondisi emosional yang ekstrem, salah satunya baby blues. Sayangnya, masih banyak orang yang memandang remeh situasi tersebut.

Key Takeaways

  • Baby blues merupakan guncangan emosional yang dirasakan ibu pasca melahirkan, biasanya terjadi beberapa hari hingga maksimal dua minggu.
  • Gejalanya mencakup perubahan suasana hati ekstrem, mudah menangis, dan mengalami kecemasan berlebihan.
  • Gangguan emosional ini bisa sembuh dengan sendirinya ketika ibu memiliki keseimbangan dengan kebutuhan pribadinya dan mendapat dukungan kuat orang-orang terdekat.

Apa Itu Baby Blues?

Baby blues, yang juga familiar dengan istilah postpartum blues, adalah sindrom gangguan mental ringan pada ibu yang baru saja melahirkan. Gejala-gejalanya bisa berupa perubahan suasana hati secara drastis, mudah menangis dan cemas, hingga kesulitan tidur.

Biasanya, gejala akan muncul dalam 2-3 hari setelah persalinan dan mencapai puncaknya sekitar hari ke-4 hingga ke-10. Namun, sebagian penyintas bisa sembuh dengan sendirinya maksimal di hari ke-14. Sebaliknya, jika tidak mengalami perubahan positif, kemungkinan ibu terkena postpartum depression (PPD).

Data Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menunjukkan bahwa gangguan mental ini tersegmentasi, di mana peluang ibu pasca melahirkan mengalaminya sangat tinggi. Pada tahun 2024 saja, sekitar 57% ibu di Indonesia mengalami kondisi postpartum blues.

Baca: Manfaat Direct Breastfeeding dan Tips Aman Melakukannya

Ciri-Ciri Baby Blues

Sindrom baby blues biasanya terjadi pada 2-5 hari setelah ibu melahirkan. Berikut adalah ciri-ciri Mom mengalami baby blues:

  • Muda tersinggung atau kesal.
  • Sering menangis.
  • Mudah cemas.
  • Sulit tidur atau insomnia walaupun sangat capek.
  • Sulit konsentrasi atau membuat keputusan.
  • Tidak nafsu makan.
  • Muncul perasaan tidak sayang dengan bayi yang dilahirkan.

Ciri-ciri ini biasanya akan hilang dalam 1-2 minggu dan tidak sampai mengganggu aktivitas sehari-hari. Jika kejadian ini berlarut-larut, bisa jadi tanda depresi pascamelahirkan.

Perbedaan Baby Blues dan Postpartum Depression

Banyak orang masih mengidentifikasi atau menyamakan postpartum blues dengan postpartum depression, padahal keduanya memiliki perbedaan signifikan. Meskipun begitu, tidak dapat dipungkiri bahwa postpartum blues merupakan gejala awal dari postpartum depression. Berikut ini tabel perbedaan kedua kondisi tersebut.

KriteriaBaby Blues(Postpartum Blues)Postpartum Depression
Waktu Muncul2-3 hari setelah melahirkan2 minggu hingga beberapa bulan setelah melahirkan
DurasiMaksimal 2 mingguBisa berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan setahun
Tingkat KeparahanRingan, ibu masih bisa merawat diri dan bayi.Sedang hingga parah, mengganggu aktivitas sehari-hari sampai bahkan kehilangan kemampuan mengasuh anak
Gejala KunciMudah menangis, mood swing, kecemasan ringanKesedihan mendalam dan terus-menerus, merasa diri tidak berharga, kesulitan bonding dengan bayi, memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bayi

Jika gejala postpartum blues tidak membaik setelah dua minggu atau semakin memburuk, ini bisa menjadi indikasi postpartum depression yang membutuhkan penanganan tenaga medis profesional.

Penyebab Utama Baby Blues

Adapun penyebab utama baby blues adalah kombinasi dari perubahan fisik dan emosional yang masif, tepatnya sebagai berikut.

  • Perubahan Hormon Mendadak: Penurunan kadar hormon progesteron dan estrogen secara drastis setelah melahirkan memainkan peran besar dalam memicu perubahan suasana hati.
  • Stres dan Kurang Tidur: Perawatan bayi baru lahir yang intensif seringkali mengakibatkan jadwal tidur ibu tidak teratur dan kelelahan ekstrem, yang meningkatkan tingkat stres dan kecemasan.
  • Faktor Psikososial: Kurangnya dukungan sosial, riwayat gangguan emosional atau kejiwaan sebelumnya, tidak menginginkan kehamilan, dan konflik dengan orang terdekat, terutama pasangan. Kondisi-kondisi tersebut mudah memicu postpartum blues.
  • Sulit Beradaptasi: Masa setelah melahirkan adalah transisi terbesar bagi seorang wanita. Banyak ibu kewalahan dengan tanggung jawab baru, apa lagi mendapat komentar yang tidak enak. Hal ini bisa memicu baby blues.
  • Kurang Dukungan: Dukungan dari suami dan keluarga sangat penting agar ibu tidak merasa sendiri. Tanpa adanya dukungan, ibu bisa merasa lelah dan semakin emosional sehingga lebih rentan mengalami baby blues.
  • Kelelahan: Kondisi ibu yang belum pulih ditambah rasa lelah karena mengurus bayi membuat ibu lebih mudah tersinggung bahkan sedih. Hal ini dapat memicu terjadinya baby blues.
  • Memiliki Riwayat Gangguan Mental: Jika Moms memiliki kejadian traumatis saat hamil atau bersalin, risiko baby blues akan meningkat.

Berapa Lama Masa Baby Blues akan Hilang?

Baby blues biasanya hilang dalam waktu singkat, yaitu 1-2 minggu setelah melahirkan. Gejala seperti perubahan suasana hati cemas, dan rasa mengganggu lainnya umumnya muncul 2-3 hari pasca kelahiran dan akan merada dengan sendirinya.

Jika gejala tidak hilang setelah 2 minggu, ini bisa menjadi tanda depresi pascamelahirkan (postpartum depression) yang lebih serius dan memerlukan penanganan dokter atau psikiater.

Cara Mengatasi Baby Blues

Mengingat sifatnya yang sementara, sebagian besar kasus postpartum blues dapat teratasi dengan perawatan diri dan dukungan yang kuat melalui cara-cara sederhana di bawah ini.

1. Perawatan Mandiri dan Dukungan Keluarga

Dukungan keluarga sangat efektif dalam mempercepat pemulihan guncangan emosional ibu pasca melahirkan, di samping keinginan ibu sendiri untuk lekas sembuh. Langkah-langkah yang bisa Anda praktekkan adalah sebagai berikut.

  • Memastikan ibu cukup istirahat, sedangkan bayinya dalam pengawasan dan pengasuhan pasangan atau keluarga. Waktu tidur yang cukup tidak hanya baik untuk pemulihan fisik ibu, tapi juga mengurangi tekanan emosional.
  • Pastikan ibu mendapatkan asupan makanan dan minuman dengan gizi seimbang untuk memulihkan energi.
  • Meluangkan waktu untuk membangun ikatan emosional antara ibu dengan bayi melalui aktivitas menyusui, memandikan, dan memijat juga efektif dalam mengatasi baby blues.
  • Mengajak ibu berkomunikasi untuk menyampaikan perasaan, ketakutan, maupun kesulitan agar tidak terpendam dan memicu tekanan emosional.

Jika gejala-gejala tetap berlanjut lebih dari dua minggu atau bahkan semakin parah, maka ibu harus segera berkonsultasi dengan tenaga medis profesional, terutama psikiater. Langkah ini penting untuk mendeteksi dini gejala depresi pasca melahirkan dan menentukan penanganan yang tepat.

2. Membangun Keseimbangan Hidup Pasca Melahirkan

Masa pasca persalinan merupakan periode adaptasi besar. Selain fokus pada perawatan bayi, kondisi ibu juga wajib mendapatkan perhatian khusus. Tujuannya agar ibu bisa segera mengidentifikasi kemungkinan guncangan emosional seperti baby blues sebelum menjadi parah dan berakhir sebagai postpartum depression.

Jika sudah terlanjur mengalami badai emosional tersebut, kerja sama antara ibu dengan orang-orang di sekitarnya menjadi krusial. Ibu harus mendapatkan waktu untuk diri sendiri dan cukup istirahat agar fisik bisa cepat pulih dan tidak mengalami tekanan emosional.

Namun, perjuangan ibu tidak sampai di situ. Keseimbangan hidup harus tetap terjaga seterusnya untuk mampu membentuk lingkungan tumbuh kembang yang sehat.

Ibu Bebas Baby Blues dengan Pelatihan Terbaik

Baby blues adalah kondisi yang umum terjadi pada ibu baru, dan memahami penyebab serta cara mengatasinya dapat membantu proses pemulihan menjadi lebih ringan. Dengan dukungan keluarga, pengetahuan yang tepat, dan keberanian untuk meminta bantuan, setiap ibu dapat melalui fase ini dengan lebih tenang.

Mendukung kesehatan mental ibu seringkali juga berkaitan dengan menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang positif bagi anak. Di sinilah Sparks Sports Academy dapat menjadi partner yang dapat diandalkan, karena anak berada dalam aktivitas yang sehat dan berkembang dengan baik.

Kami menawarkan program yang membantu anak tumbuh lebih aktif, disiplin, mandiri, dan percaya diri dengan pembinaan jangka panjang. Dengan demikian, ibu telah memiliki satu solusi untuk mengurangi stres dan memberikan ruang untuk memulihkan diri.

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%