-
Author: Tim Sparks Sports Academy
Bahaya mobile legend untuk anak menjadi perhatian bagi Mom/Dad se-Indonesia. Game ini sangat populer di kalangan dewasa hingga anak-anak karena game ini terlihat seru, kompetitif, dan menghibur. Namun di balik keseruannya itu, ada dampak negatif yang bisa memengaruhi tumbuh kembang anak jika tidak diawasi dengan baik.
Di zaman digital sekarang, anak-anak sangat mudah mengakses game online melalui HP. Jika Mom/Dad tidak mengontrol hal tersebut, anak bisa kecanduan bermain game online dan berdampak pada fisik, mental, hingga kemampuan sosial mereka.
Mengapa Mobile Legend Berbahaya untuk Anak?
Mobile Legend adalah game kompetitif berbasis tim (MOBA) yang menuntut strategi, kecepatan, dan kerja sama. Namun, sistem permainan yang menampilkan sistem ranking, reward, serta interaksi bebas dengan pemain lain membuat anak rentan:
- Terpapar konten komunikasi yang tidak sesuai usia.
- Mengalami kecanduan.
- Mengalami tekanan mental akibat persaingan.
Anak -anak belum memiliki kontrol emosi dan manajemen waktu yang baik, sehingga berpotentsi terpengaruh hal negatif dari game tersebut.
Baca juga: 10 Bahaya Game Roblox untuk Anak
Apa Saja Bahaya Mobile Legend untuk Anak?
Mom/Dad jangan membiarkan anak bermain game online khususnya Mobile Legend terlalu lama, karena akan menimbulkan bahaya sebagai berikut:
1. Kecanduan/Ketergantungan
Mobile Legend memiliki sistem ranking, reward, dan gacha sehingga para pemain betah. Sistem tersebut membuat anak kecanduan. Anak akan gelisah jika tidak memainkannya selama sehari yang berujung pada anak sulit menikmati kehidupan nyata tanpa game.
2. Gangguan Kesehatan Fisik
Berlama-lama bermain Mobile Legend dengan posisi tubuh yang tidak benar akan menimbulkan gangguan kesehatan seperti:
- mata lelah dan gangguan pengelihatan,
- sakit kepala,
- nyeri sendi, dan
- berkurangnya aktivitas fisik.
3. Terpapar Bahasa dan Konten Kasar
Sayangnya, pemain Mobile Legend sering kali mengumpat atau menghina pemain lain yang berisiko ditiru oleh anak. Bahasa kasar bisa dipraktikkan anak di kehidupan nyata dan mengganggu perkembangan moral anak.
4. Anak Kurang Bersosialisasi
Anak yang sudah kecanduan Mobile Legend akan memilih bermain di rumah daripada bermain di luar bersama teman sebanyanya. Akibatnya, anak akan jadi canggung atau kurang cakap jika harus bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.
5. Anak Menjadi Agresif
Game kompetitif seperti Mobile Legend membuat sifat anak menjadi gampang emosi, susah sabar, dan tidak siap menghadapi kegagalan. Jika ini terus dilanjutkan, anak berisiko tumbuh dengan mental yang rapuh, mudah tersinggung, dan sulit mengelola emosi saat menghadapi tekanan.
Bahaya Mobile Legend untuk anak bukan berarti Mom/Dad melarang untuk memainkannya. Namun, Mom/Dad harus memberi pengawasan serta edukasi tentang penggunaan gadget yang sehat.
Game bisa menjadi hiburan, tetapi tidak boleh menggantikan waktu belajar, bermain di luar, atau berinteraksi dengan keluarga. Kunci utama yang harus dipegang adalah dampingi anak dan komunikasi terbuka antara Mom/Dad dan anak.







