Bahayanya Gentle Parenting yang Jarang Orang Tua Ketahui

Bahayanya Gentle Parenting yang Jarang Orang Tua Ketahui

Table of Contents

Dalam penelitian Yunesti (2025), gentle parenting adalah pola asuh yang efektif membentuk kemandirian anak usia dini karena menekankan empati, komunikasi positif, dan penghargaan terhadap anak sebagai individu. Meski begitu, Anda sebagai orang tua juga perlu mewaspadai bahayanya gentle parenting bagi anak.

Artikel ini akan membahas efek negatifnya, terutama ketika pola asuh ini Anda terapkan tanpa pemahaman yang tepat. Kami juga akan menguraikan tips penerapannya, sehingga bahayanya bisa Anda minimalisir demi tumbuh kembang anak yang lebih optimal.

Key takeaways

  • Gentle parenting memiliki niat positif, namun bahayanya bisa muncul jika orang tua menerapkannya tanpa batasan dan konsistensi yang jelas.
  • Penerapan yang kurang tepat berisiko meningkatkan stres pada orang tua dan memicu kelelahan emosional.
  • Tanpa keseimbangan antara empati dan ketegasan, anak berpotensi menunjukkan perilaku menentang dan kurang siap menghadapi tantangan dunia nyata.

Apa Bahayanya Gentle Parenting?

Meskipun bisa memberikan dampak positif untuk perkembangan anak, tapi pola asuh ini tetap menyimpan sejumlah risiko bagi orang tua dan anak. Di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Bisa Menimbulkan Stres pada Orang Tua

Penerapan gentle parenting bisa menimbulkan kelelahan secara emosional yang berujung stres pada orang tua. Pasalnya, pada pola asuh ini, Anda dituntut untuk selalu sabar, tenang, empatik, dan mampu mengendalikan emosinya dalam berbagai kondisi, termasuk ketika kondisi yang menantang sekalipun.

Mungkin, awalnya Anda bisa menghadapinya. Tetapi, jika terjadi terus menerus, maka akan berdampak buruk pada mental Anda. Ini karena Anda manusia yang punya batas kesabaran dan emosi. Sehingga, ketika tuntutan ini tidak Anda imbangi dengan pengelolaan emosi yang sehat, risiko stres berkepanjangan pasti terjadi. 

2. Berpeluang Meningkatkan Perilaku Menentang pada Anak

Bahayanya gentle parenting juga memicu peningkatan perilaku menentang pada anak, terutama jika Anda melakukannya tanpa batasan yang jelas. Hal ini karena gentle parenting mendorong orang tua untuk merespons perilaku anak melalui dialog dan upaya memahami perasaan mereka ketika muncul perilaku menentang.

Nah, apabila setiap perilaku yang sama selalu Anda respons dengan diskusi panjang dan perhatian intens tanpa ada penegasan batasan, anak akan belajar bahwa perilaku menentang merupakan cara efektif untuk menarik perhatian orang tua. Akibatnya, perilaku tersebut justru semakin sering muncul dan berpotensi menjadi kebiasaan anak di masa depan.

3. Berpotensi Menimbulkan Konflik Keluarga

Gentle parenting merupakan gaya pengasuhan yang relatif baru dan kerap bertentangan dengan pola asuh lama, khususnya pola asuh otoriter. Karena itu, ketika pendekatan ini diterapkan dalam keluarga yang terbiasa menggunakan pola asuh otoriter, kemungkinan akan muncul konflik dengan anggota keluarga lainnya.

Sebab, orang tua yang menerapkan gentle parenting dinilai terlalu lembek atau memanjakan anak. Selain itu, jika konflik keluarga terus berlanjut, efektivitas pengasuhan akan berkurang.

Pasalnya, orang tua yang menerapkan pola asuh ini berisiko merasa tertekan dan ragu terhadap pilihan pengasuhannya. Bahkan, orang tua akan kesulitan bersikap konsisten karena adanya intervensi atau kritik dari lingkungan keluarga.

4. Risiko Anak Kurang Tangguh dalam Menghadapi Dunia Nyata 

Bahayanya gentle parenting yang terakhir adalah anak berpotensi menjadi kurang tangguh dalam menghadapi realitas kehidupan. Hal ini terjadi karena gentle parenting menekankan perlindungan terhadap emosi anak, validasi perasaan, dan upaya meminimalkan ketidaknyamanan anak dalam berbagai situasi.

Padahal, dunia nyata tidak selalu berjalan dengan cara yang lembut dan penuh kesabaran. Maka dari itu, jika pendekatan ini Anda terapkan secara berlebihan tanpa diimbangi pembiasaan menghadapi tantangan, anak bisa kesulitan beradaptasi, mudah tersinggung saat menerima kritik, kurang tahan terhadap tekanan, dan lebih cepat menyerah ketika menghadapi kegagalan.

Baca juga: Panduan Perbedaan Gentle Parenting vs Permissive Parenting

Tips Menerapkan Gentle Parenting agar Bahayanya dapat Dicegah

Bahayanya gentle parenting mungkin besar, tetapi bukan berarti Anda tidak bisa mencegahnya. Berikut ini beberapa langkah cerdas mencegah efek negatif dari penerapan gentle parenting.

  • Tetapkan batasan yang jelas dan konsisten, agar anak memahami dengan baik apa yang boleh dan tidak boleh mereka lakukan.
  • Seimbangkan empati dengan ketegasan, sehingga anak tidak tumbuh menjadi pribadi yang terlalu bergantung atau kurang tangguh.
  • Ajarkan tanggung jawab dan dampak sosial dari setiap perilaku, agar anak lebih siap menghadapi realitas kehidupan yang tidak selalu berjalan mulus.
  • Kelola emosi secara sehat, dengan menyadari bahwa Anda sebagai orang tua tidak harus selalu sempurna.
  • Sesuaikan penerapan pola asuh dengan nilai keluarga dan budaya, sehingga bisa menghindari konflik atau perbedaan pandangan dengan anggota keluarga lainnya.
  • Fokus pada proses, bukan kesempurnaan. Sebab, tuntutan untuk selalu ideal justru dapat memicu tekanan emosional dan merusak kualitas pengasuhan.

Spark Sport Academy: Solusi Pendukung Pola Asuh Terbaik 

Meskipun memiliki tujuan positif, bahayanya gentle parenting tetap perlu Anda waspadai karena dapat memicu stres hingga kurangnya ketangguhan anak dalam menghadapi dunia nyata. Dengan menerapkan beberapa tips di atas, Anda tidak hanya akan meminimalkan risiko, tetapi juga menciptakan pola asuh yang seimbang.

Selain itu, Anda juga bisa mengoptimalkan pola asuh dan mendukung tumbuh kembang anak melalui aktivitas fisik yang positif di Sparks Sport Academy. Kami berkomitmen menghadirkan berbagai aktivitas seru, mulai dari balet, dance, hingga multisport dengan fasilitas modern.

Semua aktivitas tersebut dirancang untuk menstimulasi kemampuan motorik kasar dan halus, sosial-emosional, kognitif, dan kemampuan bahasa anak. Menariknya, sebelum bergabung bersama kami, anak Anda bisa mengikuti trial class terlebih dahulu untuk melihat kesesuaian minat dan kebutuhannya.

Dengan begitu, anak Anda benar-benar mendapatkan aktivitas yang tepat untuk mendukung tumbuh kembangnya. Jika Anda tertarik, booking kelas sekarang dengan mengunjungi Sparks Sports Academy!

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%