Penyebab Bayi Sering Ngulet dan Cara Meminimalisirnya

Penyebab Bayi Sering Ngulet dan Cara Meminimalisirnya

Table of Contents

Meski hanya berguling-guling di atas kasur, melakukan peregangan saat bangun tidur selalu terasa menyegarkan. Hal yang sama ternyata juga terjadi pada bayi. Banyak orang tua baru menyadari bahwa gerakan ngulet yang sering muncul menjadi sebuah refleks si kecil. Namun, apa penyebab bayi sering ngulet? Simak artikel ini!

Key Takeaways:

  • Ngulet membantu bayi melenturkan otot dan meredakan sensasi tidak nyaman yang muncul saat tubuhnya berkembang.
  • Waspadai jika ngulet disertai tangisan berlebihan, lemas, demam, atau tidak mau menyusu karena bisa menandakan masalah kesehatan.
  • Ngulet adalah bagian penting dari perkembangan saraf motorik bayi, dan respons orang tua yang peka akan sangat membantu kenyamanan bayi.

Bayi Sering Ngulet Apakah Normal?

Gerakan menggeliat pada bayi sebenarnya adalah bagian dari proses tumbuh kembangnya. Banyak bayi melakukan peregangan ini sejak usia 0-3 bulan karena tubuh mereka sedang belajar mengatur otot dan sendi. Bayi juga kerap melakukannya saat tidur, bersemangat, atau ketika tubuh mencoba menyesuaikan posisi nyaman. 

Selama bayi terlihat aktif, mau menyusu, dan tidur dengan pola yang baik, kebiasaan ini tidak perlu Anda khawatirkan. Meski begitu, tetap perhatikan perubahan perilaku karena sebagian bayi menggeliat untuk memberi sinyal bahwa ada sensasi tidak nyaman di tubuhnya.

Penyebab Bayi Sering Ngulet

Berikut beberapa alasan mengapa si kecil menggeliat atau ngulet.

1. Peregangan Otot dan Sendi yang Sedang Berkembang

Pada bulan-bulan awal, tubuh bayi mengalami banyak penyesuaian. Ketika bayi ngulet, mereka sedang merilekskan otot-otot yang kaku setelah tidur atau saat tubuhnya mulai aktif. Hello Sehat menjelaskan bahwa gerakan ini membantu otot dan sendi bekerja lebih baik karena bayi belum terbiasa menggerakkan tubuhnya dengan teratur.

Bayi baru lahir banyak mengulang gerakan peregangan ini karena mereka sedang mempelajari bagaimana tubuhnya bekerja. Semakin sering melakukannya, semakin mudah bagi tubuh kecil mereka untuk mengembangkan kekuatan dasar.

2. Melatih Koordinasi Gerak Tubuh

Ngulet juga berkaitan dengan perkembangan motorik. Pada fase ini, bayi sedang belajar mengendalikan tangan, kaki, dan lehernya. Ngulet menjadi salah satu gerakan spontan yang membantu mereka memahami cara tubuh bergerak.

Dikutip dari ION Well Child Clinic, ketika bayi menggeliat sambil mengeluarkan suara seperti mengerang, mereka sedang mencoba memberi tahu bahwa ada sensasi tertentu yang sedang mereka rasakan. Gerakan ini memberi rangsangan pada sistem saraf dan membantu mereka mengasah kontrol tubuh.

3. Refleks Saat Tidur

Pada masa awal kelahiran, refleks tidur masih sangat aktif. Karena itu, bayi sering ngulet ketika berada dalam kondisi tidur ringan atau ketika tubuhnya merespons stimulus tertentu. Refleks ini wajar dan biasanya berangsur-angsur berkurang seiring bertambahnya usia.

Selain itu, gerakan menggeliat yang muncul tiba-tiba ini tidak selalu menandakan ketidaknyamanan. Terkadang tubuh bayi hanya menyesuaikan posisi agar tidur lebih nyaman.

4. Gas yang Menumpuk dalam Perut

Salah satu alasan paling umum bayi sering ngulet adalah adanya gas yang terperangkap di dalam perut. Banyak bayi pun akan kentut setelah menggeliat dan langsung tampak lebih lega.

Gerakan ini memang dapat membantu mengeluarkan angin, terutama ketika bayi kembung. Jika gas sulit keluar, bayi bisa menggeliat lebih sering untuk mencoba meredakan rasa tidak nyaman.

5. Tanda Akan Buang Air Besar

Healthy Child Manitoba menjelaskan bahwa bayi baru lahir memiliki ritme BAB yang cukup sering. Jadi, saat mereka menggeliat sambil melotot, tubuhnya sedang mencoba mendorong feses keluar.

Namun, ketika sembelit, bayi mungkin menekuk lutut, meringis, atau mengeluarkan suara rengekan. Pada kasus tertentu seperti posisi sandifer yang disebut dr. Reza Fahlevi, di mana punggung melengkung berlebihan, orang tua perlu memeriksakan bayi karena bisa terkait GERD.

6. Membantu Melancarkan Sistem Pencernaan

Selain mendorong gas atau feses, gerakan menggeliat dapat membantu perut bekerja lebih lancar. Bila bayi mengalami kolik atau refluks, ia cenderung mengangkat tubuhnya atau meregangkan badan untuk mengurangi tekanan di perut.

Baca juga: 10 Stimulasi agar Bayi Cepat Duduk dan Merangkak

Cara Mengatasi Bayi Sering Ngulet

Berikut beberapa langkah sederhana bisa membantu mengurangi frekuensi ngulet yang membuat bayi tampak gelisah.

  • Pijat lembut untuk membantu merilekskan otot dan membuat perut lebih nyaman.
  • Menggendong bayi agar ia merasa aman dan tenang.
  • Menyendawakan setelah menyusu supaya gas tidak menumpuk.
  • Atur posisi tidur dengan telentang di permukaan datar yang aman.
  • Konsultasi bila gerakannya terlihat makin sering atau membuat Anda cemas.

Sebagai catatan, jika melihat tanda seperti tubuh sangat lemas, tidak mau menyusu, demam tinggi, tidak pipis dalam beberapa jam, atau menangis keras terus-menerus selama beberapa hari. Maka, segera periksakan bayi ke dokter.

Kondisi bayi yang tiba-tiba diam, tidak responsif, atau tampak kehilangan tenaga jauh lebih serius dibandingkan bayi yang aktif menggeliat.

Sudah Tahu Mengapa Bayi Sering Ngulet?

Kebiasaan bayi ngulet umumnya wajar dan menjadi tanda bahwa tubuhnya sedang belajar menyesuaikan diri. Namun, Anda bisa lebih peka karena Setiap gerakan yang ia tunjukkan membawa pesan dan tugas orang tua adalah membaca sinyal itu dengan tenang.

Anda juga perlu memahami bahwa di tengah perkembangan bayi, stimulasi fisik dan sensorik berperan besar dalam membangun pondasi kemampuan gerak serta kepercayaan diri. Inilah mengapa Sparks Sports Academy muncul sebagai ruang aman dan menyenangkan bagi anak untuk berpetualang.

Melalui aktivitas khusus, anak dapat mengembangkan motorik, interaksi sosial, hingga kemampuan emosional. Jika ingin memberikan dukungan terbaik bagi perkembangan si kecil, segera book free trial untuk merasakan langsung pengalaman kelasnya!

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%