Bedong Bayi: Orang Tua Wajib Kenali Manfaat dan Risikonya!

Bedong Bayi: Orang Tua Wajib Kenali Manfaat dan Risikonya!

Table of Contents

Banyak orang tua percaya bahwa bedong bayi bisa membantu meredakan refleks kejut dan membuat tidur lebih tenang. Namun, tidak sedikit juga yang khawatir akan dampak negatifnya bagi pernapasan dan perkembangan tulang. Mari simak fakta medis dan cara penerapannya yang aman demi kenyamanan si kecil!

Key Takeaways:

  • Bedong bayi bermanfaat membantu bayi tidur lebih nyenyak dan merasa lebih aman, terutama pada fase newborn.
  • Risiko seperti SIDS, hip dysplasia, dan overheating dapat muncul jika bedong dilakukan terlalu ketat atau tidak sesuai standar keamanan.
  • Gunakan kain yang ringan dan breathable seperti katun untuk bedong, serta evaluasi suhu ruangan agar tetap sejuk dan nyaman bagi bayi.

Apa Itu Bedong Bayi?

Praktik bedong bayi sudah dilakukan sejak berabad-abad sebagai cara membantu bayi merasa aman karena sensasi terbungkus menyerupai keadaan ketika berada di dalam rahim. 

American Academy of Pediatrics (AAP) menyebut bahwa swaddling dapat membantu menenangkan bayi baru lahir dan meningkatkan kualitas tidur jika dilakukan dengan teknik yang benar 

Sementara itu, Mayo Clinic menjelaskan bahwa bedong dapat membantu mengurangi intensitas refleks ini dengan memberikan tekanan lembut dan rasa stabil pada tubuh bayi, sehingga mereka tidak mudah tersentak dan bisa tidur lebih nyenyak tanpa gangguan.

Manfaat Bedong Bayi Menurut Penelitian Medis

Meski dianggap sebagai cara tradisional, bedong sering dipertanyakan keefektifan dan keamanannya? Daripada ragu, berikut berbagai manfaat utamanya.

1. Membantu Bayi Mendapatkan Tidur Lebih Nyenyak dan Lama

Bedong dapat menahan gerakan tangan dan kaki yang tidak terkontrol, yang sering muncul karena refleks kejut alami pada bayi baru lahir. Ketika refleks ini berkurang, bayi tidak akan mudah terbangun tiba-tiba saat tidur. 

Kondisi tidur yang lebih stabil juga akan membantu memperpanjang durasi tidur malam dan meningkatkan kualitas istirahat bayi secara keseluruhan.

2. Memberikan Sensasi Aman dan Nyaman

Mengutip Harvard Health Publishing, bedong akan membuat bayi merasa seolah-olah berada dalam kandungan atau sedang dipeluk erat. Swaddle juga bermanfaat untuk bayi yang mengalami kolik.

Sensasi ini akan membantu bayi beradaptasi dengan lingkungan baru di luar rahim, yang jauh lebih luas dan terang. Rasa aman tersebut akan membuat bayi merasa lebih tenang dan tidak mudah kaget.

3. Mengurangi Kemungkinan Bayi Kaget dan Menangis

Banyak bayi menangis karena merasa tidak nyaman, kaget, atau kesulitan menenangkan diri sendiri. Bedong bayi membantu membuat gerakan tubuh lebih stabil. Efek menenangkan ini dapat mengurangi intensitas dan durasi menangis, terutama pada periode newborn hingga usia beberapa minggu.

4. Mendukung Pembentukan Rutinitas Tidur yang Konsisten

Dengan tidur yang lebih tenang dan teratur, bayi akan lebih mudah membangun pola tidur harian. Rutinitas tidur yang stabil sangat membantu orang tua dalam mengatur jadwal aktivitas dan istirahat. Di sisi lain, pola tidur yang baik sejak dini juga berpengaruh positif pada perkembangan otak dan pertumbuhan fisik bayi.

Risiko dan Bahaya Bedong Bayi

Tidak semua teknik bedong aman untuk kesehatan si kecil, terutama jika dilakukan terlalu ketat atau dalam kondisi yang kurang sesuai. Berikut beberapa risiko yang perlu diperhatikan sebelum membedong secara rutin.

1. SIDS (Sudden Infant Death Syndrome)

Melansir jurnal PubMed, terdapat risiko sindrom kematian mendadak pada bayi saat membedong. Membedong terlalu ketat, khususnya di bagian dada, memang dapat menghambat pernapasan dan meningkatkan risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS). 

Karena itu, demi mencegahnya, pastikan bedong hanya rapat di tangan, sementara area dada dan pinggul tetap longgar agar bayi bisa bernapas dengan nyaman.

2. Masalah pada Perkembangan Pinggul

Bedong bayi yang terlalu ketat di bagian kaki dapat menghambat pergerakan sendi panggul dan berpotensi menyebabkan hip dysplasia (ketidaksempurnaan posisi tulang pinggul). Kondisi ini dapat mengganggu perkembangan tulang dan otot ketika bayi mulai belajar menendang dan menggerakkan kaki. 

Cara terbaik mencegahnya adalah membiarkan kaki dalam posisi fleksibel atau membentuk huruf “M”, sehingga bayi tetap bebas menggerakkan kaki secara alami.

3. Overheating atau Suhu Tubuh Terlalu Panas

Lapisan kain bedong yang tebal atau ruangan yang panas dapat menyebabkan overheating, apalagi bayi belum bisa mengatur suhu tubuhnya dengan baik. Kondisi ini dapat memicu keringat berlebih, gelisah saat tidur, dan bahkan risiko dehidrasi. 

Sebaiknya, gunakan kain yang ringan dan breathable seperti katun, serta evaluasi suhu ruangan agar tetap sejuk dan nyaman bagi bayi.

4. Mengalami Gangguan Tidur

Beberapa bayi akan menjadi sulit tidur tanpa bedong karena terbiasa dengan sensasi dipeluk erat. Karena itu, jika ingin lepas dari bedongan sebaiknya melakukan transisi bertahap, misalnya mulai membuka satu tangan terlebih dahulu hingga akhirnya tanpa bedong.

Sudah Mengetahui Manfaat dan Risiko Bedong Bayi?

Kesimpulannya, bedong bayi dapat menjadi cara efektif membantu bayi tidur lebih nyenyak dan merasa lebih aman, tetapi tetap perlu dilakukan dengan teknik yang benar agar tidak menimbulkan risiko yang menghambat pertumbuhannya. 

Berbicara tentang perkembangan, saat bayi mulai tumbuh dan membutuhkan stimulasi gerak lebih banyak, Anda sebaiknya memilih lingkungan yang tepat seperti Spark Sports Academy. Akademi ini menawarkan kelas olahraga anak berbasis permainan dan eksplorasi gerak yang membantu anak tumbuh lebih kuat, aktif, dan percaya diri.

Anda pun bisa book kelas free trial agar anak bisa merasakan pengalaman dan benefit di lingkungan suportif. Ayo, book sekarang agar tidak kehabisan tempat!

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%