“Bagaimana cara meluluhkan hati anak yang keras kepala?” sering menjadi pertanyaan banyak orang tua ketika menghadapi anak yang sulit diatur, mudah membantah atau tetap bersikeras walau sudah dinasihati berkali-kali. Kejadian ini bukanlah hal langka, melainkan sering terjadi karena anak yang terlihat keras kepala sebenarnya sedang belajar tentang kemandirian, batasan, dan cara menyampaikan keinginannya.
Namun, jika Mom/Dad tidak tepat menangani anak keras kepala, maka akan terjadi konflik berkepanjangan. Di artikel ini akan menjelaskan cara meluluhkan hati anak yang keras kepala tanpa harus menimbulkan konflik.
Cara Meluluhkan Anak yang Keras Kepala
Mom/Dad bisa menerapkan cara berikut ini untuk bisa meluluhkan hati anak yang keras kepala:
1. Dengarkan Pendapat dan Perasaan Anak
Cara meluluhkan hati anak yang keras kepala harus diawali dengan memberi rasa empati. Mom/Dad bisa menanyakan tentang apa yang sedang dirasakan atau diinginkan anak. Dengarkan anak dengan penuh perhatian, tanpa menghakimi atau menyela.
Hal ini akan membuat anak luluh dengan apa yang dikatakan Mom/Dad.
2. Memberikan Contoh
Mom/Dad harus berkaca terlebih dahulu apakah Mom/Dad memiliki sifat keras kepala atau tidak. Jika memiliki sifatnya, maka anak akan meniru atau mewarisi keras kepala dari Mom/Dad.
Oleh karena itu, Mom/Dad bisa memberi contoh kepada anak seperti, mengakui perasaan antara anggota keluarga, memvalidasi perasaan, saling membantu, dan mempraktikan teknik menenangkan diri ketika terjadi sesuatu yang tidak sesuai keinginan.
3. Berikan Anak Pilihan
Anak-anak memiliki jalan pikirannya sendiri dan tidak suka diberi tahu tentang apa yang harus dilakukan. Jika sudah terjadi seperti ini, Mom/Dad bisa memberikannya pilihan.
Seperti contoh, Mom/Dad ingin anak tidur tanpa harus menonton tv. Mom/Dad bisa memberikan anak pilihan buku cerita untuk mengatasi anak tidur dengan menonton tv. Jika anak masih menolak, tetaplah tenang dan lakukan lagi tanpa menunjukan emosi.
4. Gunakan Bahasa yang Lembut dan Positif
Menggunakan bahasa yang positif membuat anak tidak merasa terserang. Hal ini penting dilakukan agar harga diri anak tidak direndahkan dan menciptakan rasa aman di lingkungan keluarga. Seperti contoh, Mom/Dad bisa menggunakan bahasa “Mom/Dad tahu kamu punya keinginan sendiri, tapi kita cari solusi berasama ya” daripada “Kamu tuh selalu bandel!”
Baca juga: 7 Cara Mudah Mendidik Anak yang Keras Kepala
5. Bangun Kedekatan Emosional
Mom/Dad bisa meluangkan waktu khusus selama 15-20 menit untuk bermain, membaca buku, dan mengobrol sebelum tidur bersama anak. Hal ini adalah “kunci rahasia” yang membuat anak merasa dekat dengan Mom/Dad, sehingga anak lebih mudah untuk diarahkan.
6. Konsisten dengan Aturan
Jika Mom/Dad terkadang membolehkan sesuatu untuk anak, kemudian tidak membolehkannya esok hari, anak akan bingung dan makin bersikreas. Dengan menerapkan konsisten dalam aturan membuat anak memahami batasannya sendiri. Mom/Dad bisa menetapkan aturan sederhana dengan menjelaskan alasannya, lalu jalankan dengan tegas tapi tetap hangat.
7. Berikan Kasih Sayang
Mom/Dad bisa memberikan kasih sayang dalam bentuk apresiasi, pujian, atau pelukan untuk meredakan ketegangan. Kadang anak hanya butuh merasa aman dan dicintai sebelum bisa berikir jernih kembali.
Menghadapi anak keras kepala merupakan rintangan yang harus dihadapi oleh Mom/Dad. Namun, itu adalah proses tumbuh kembangnya yang membuat Mom/Dad belajar untuk melihat perspektif anak.
Cara meluluhkan hati anak yang keras kepala bukan dengan emosi atau bentakan, melainkan dengan ketenangan, empati, konsistensi, dan komunikasi yang shat. Saat hubungan emosional terbangun dengan baik, anak akan lebih mudah diarahkan.
Karena pada akhirnya, yang paling ampuh meluluhkan hati anak adalah rasa aman dan cinta dari Mom/Dad.






