3 Cara Mengatasi Anak Jalan Ngangkang dengan Tepat

3 Cara Mengatasi Anak Jalan Ngangkang dengan Tepat

Table of Contents

Melihat cara jalan buah hati yang tampak berbeda dari anak-anak lain, seperti lebih mengangkang, tentu menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Namun, sebenarnya apakah itu bagian dari pertumbuhan normal atau ada masalah kesehatan yang membutuhkan cara mengatasi anak jalan ngangkang secara khusus?

Key Takeaways

  • Jalan mengangkang merupakan bagian umum fase pertumbuhan anak dan biasanya akan hilang total saat anak berusia 3-4 tahun.
  • Cara mengatasi anak jalan ngangkang adalah dengan memberi nutrisi tulang yang cukup, memilih alas kaki yang tepat, dan melakukan aktivitas terstruktur.
  • Postur jalan mengangkang pada anak perlu dihilangkan untuk meminimalisir dampak lebih fatal, seperti pengeroposan tulang dan postur yang buruk saat dewasa.

Memahami Anatomi dan Fase Perkembangan Kaki Anak

Sebagai orang tua, Anda perlu mengetahui bahwa mayoritas anak lahir dengan kondisi kaki yang tampak melengkung atau jalan mengangkang (bowlegs; genu varum). Menurut data Cleveland Clinic, kondisi ini biasanya merupakan variasi normal dari pertumbuhan anak.

Saat bayi berada di dalam rahim yang sempit, tulang-tulang mereka yang masih lunak harus menyesuaikan diri dengan ruang yang terbatas. Akibatnya, saat mulai belajar berdiri dan berjalan di usia 12–18 bulan, kaki mereka cenderung terlihat mengangkang untuk menjaga keseimbangan.

Secara alami, seiring bertambahnya kekuatan otot dan kepadatan tulang, postur ini akan membaik dengan sendirinya saat anak mencapai usia 3 hingga 4 tahun. Jadi, pada rentang usia tersebut, jika Anda menemukan anak berjalan dengan mengangkang, maka tidak perlu terlalu khawatir.

Kapan Orang Tua Harus Waspada Terhadap Cara Jalan Mengangkang pada Anak?

Namun, fakta di atas bukan berarti Anda bisa tenang menunggu perubahan alami saat anak menginjak usia 3-4 tahun. Secara umum, ada beberapa tanda “lampu merah” atau sinyal agar Anda lekas mencari cara mengatasi anak jalan ngangkang tersebut. Berikut ini penjelasannya.

  • Lengkungan kaki hanya terjadi pada satu sisi (asimetris), sehingga si kecil cenderung berjalan pincang.
  • Anak mengeluh sakit pada lutut atau pinggul saat berjalan, bahkan terasa nyeri berdenyut.
  • Kondisi jalan mengangkang justru memburuk setelah usia 2 tahun, padahal semestinya menunjukkan kemajuan signifikan.
  • Tinggi badan anak berada di bawah rata-rata usianya secara signifikan yang menunjukkan masalah serius dengan pertumbuhan tulang dan sendinya hingga memengaruhi cara berjalan.

Jika tanda-tanda di atas muncul, konsultasi dengan dokter spesialis ortopedi anak sangat disarankan untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi medis seperti penyakit Blount atau defisiensi vitamin D (rakitis).

Baca juga: Kenali Penyebab Anak Jalan Ngangkang dan Cara Mengatasinya

Cara Mengatasi Anak Jalan Ngangkang Melalui Stimulasi Tepat

Jika Anda tidak menemukan gejala-gejala kelainan sebagaimana disebutkan di atas, artinya cara jalan tersebut merupakan bagian dari proses fisiologis normal pada anak. Meski begitu, ada beberapa stimulasi sederhana yang dapat Anda berikan untuk meminimalisir dampak jangka panjang. Berikut ini penjelasannya.

1. Memastikan Kecukupan Nutrisi Tulang

Berdasarkan studi National Institutes of Health (NIH), vitamin D berperan penting dalam membantu penyerapan kalsium. Sebab itu, pastikan nutrisi tulang tercukupi melalui paparan vitamin D dari sinar matahari pagi dan berikan menu makanan tinggi kalsium seperti susu.

2. Memilih Alas Kaki yang Tepat

Alas kaki sangat penting untuk balita yang masih belajar berjalan dan menyeimbangkan gerak. Sehingga, pilih sandal atau sepatu dengan bobot ringan dengan sol fleksibel, namun tetap memberi dukungan pada lengkungan kaki (arch support).

Sebisa mungkin, hindari alas kaki yang berat dan sempit, karena dapat menghambat pergerakan kaki dan memperburuk postur tubuh. Sandal atau sepatu dengan kriteria tersebut juga memudahkan anak Anda dalam bergerak bebas. Stimulasi ini perlahan akan mengubah cara berjalan menjadi lebih baik.

3. Aktivitas Fisik Terstruktur

Aktivitas fisik terstruktur, contohnya olahraga, juga menjadi cara mengatasi anak jalan ngangkang yang ampuh sekaligus menyenangkan bagi anak. Kegiatan ini dapat membantu memperkuat otot-otot core (inti tubuh), panggul, dan tungkai bawah yang berperan penting dalam menyelaraskan postur tubuh.

Ada banyak contoh aktivitas olahraga yang dapat memperbaiki cara berjalan anak. Contohnya berenang, bersepeda, gimnastik, dan basket, yang mana dapat melatih keseimbangan dan koordinasi motorik kasar secara signifikan. Perlahan, posisi kaki anak akan lebih simetris dan tidak lagi mengangkang.

Pentingnya Memperbaiki Cara Jalan Anak yang Mengangkang

Jalan mengangkang sejatinya merupakan bagian dari pertumbuhan normal pada anak, terutama saat usia di bawah 4 tahun yang masih mempelajari kesimbangan. Namun, Anda tidak perlu menunggu hingga batas usia tersebut untuk mempelajari cara mengatasi anak jalan ngangkang guna meminimalisir dampak fatal.

Sebisa mungkin, Anda harus memperbaikinya. Anda bisa memberikan asupan nutrisi tinggi kalsium, memilih alas kaki yang tepat, dan mendaftarkan anak pada kelas olahraga. Tujuannya jelas untuk menekan peluang beragam penyakit sendi dan tulang yang dapat menggerogoti kesehatan kaki si kecil.

Bicara tentang aktivitas fisik, pilih aktivitas yang melibatkan kelincahan (agility) karena dapat memaksa sistem saraf bekerja lebih cepat dalam mengirimkan sinyal ke otot-otot kaki. Hal ini secara bertahap membantu mengoreksi gaya berjalan anak yang tidak efisien menjadi lebih stabil dan lurus.

Sparks Sports Academy (SSA) hadir untuk mendukung perjalanan Anda dalam mencari solusi terbaik dari problematika tersebut. Melalui kurikulum khusus untuk anak mulai usia 12 bulan, SSA fokus pada pengembangan koordinasi, keseimbangan, dan kekuatan otot inti anak melalui aktivitas olahraga edukatif yang menyenangkan.

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%