-
Author: Tim Sparks Sports Academy
Anak yang malas belajar tentu menjadi sumber kekhawatiran orang tua. Jika anak mengalami hal ini, apa yang akan Anda lakukan? Memarahi atau mencari tempat les terbaik? Jangan buru-buru, coba lakukan komunikasi dan pahami apa kebutuhan mereka. Berikut cara mengatasi anak malas belajar usia dini yang bisa Anda coba!
Key Takeaways
- Ada banyak faktor yang bisa membuat anak malas belajar, seperti kesulitan memahami materi pelajaran, materi tidak menarik atau menantang, lingkungan belajar tidak kondusif, kelelahan, hingga adanya distraksi.
- Orang tua dapat menciptakan suasana positif dan memberi pujian setiap kali anak mencapai suatu target sebagai bentuk motivasi.
- Orang tua sebaiknya menghindari sikap menggurui di depan anak, dan beri mereka kesempatan untuk menentukan sistem belajarnya sendiri.
Cara Mengatasi Anak Malas Belajar Usia Dini
Melansir Alodokter, ada banyak faktor yang membuat anak malas belajar, meliputi kesulitan memahami materi pelajaran, materi tidak menarik atau menantang, lingkungan belajar tidak kondusif, kelelahan, hingga adanya distraksi. Nah, untuk mendukung proses belajar si kecil, berikut langkah yang dapat Anda ambil.
1. Berkomunikasi Secara Terbuka dan Jujur
Komunikasi adalah kunci agar orang tua dan anak bisa saling memahami. Jangan langsung menghakimi atau memaksa anak untuk mengikuti banyak les. Coba buka ruang untuk komunikasi agar Anda bisa memahami alasan mereka malas untuk belajar.
Jika sudah memahami alasannya, Anda pun bisa mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan anak dan menyelesaikan masalah bersama. Ingat! Keikutsertaan dan dukungan orang tua dalam dunia belajar anak sangat berpengaruh pada tingkat motivasi mereka.
2. Ciptakan Suasana yang Positif
Cara mengatasi anak malas belajar yang pertama adalah dengan menyiapkan tempat belajar yang terasa positif dan kondusif. Misalnya, siapkan meja belajar yang bersih dan rapi serta buka jendela agar ada sinar matahari. Selain itu, matikan TV, gawai, dan semua barang bersuara lainnya yang dapat merusak konsentrasi anak.
3. Perhatikan Gaya Belajar Anak
Cara mengatasi anak malas belajar usia dini lainnya adalah mengenal cara si kecil belajar. Teknik belajar setiap anak tidak selalu sama. Karena itu, coba Anda perhatikan cara yang sering anak gunakan saat belajar.
Sebagian anak ada yang lebih suka belajar dengan cara membaca atau melihat video. Sedangkan anak-anak lain mungkin lebih senang mendengarkan instruksi atau melakukan praktek secara langsung.
4. Berikan Pujian Terhadap Kemajuan Anak
Melansir Emora Health, pujian atau apresiasi dapat meningkatkan kepercayaan diri dan memotivasi anak dalam belajar. Seorang anak yang mendapat pujian dari orang tuanya setelah mencapai suatu target belajar akan menjadi lebih giat dan bergairah dalam menyerap ilmu baru.
Sekecil apapun pencapaiannya, berikan reward atau usaha yang mereka berikan. Tak melulu harus barang mahal. Kata-kata seperti “kamu hebat” atau hadiah kecil sudah cukup untuk membuat si kecil merasa dihargai.
Baca juga: 7 Penyebab Anak Malas Belajar, Orang Tua Jangan Lalai!
5. Hindari Sikap Menggurui
Maksud dari sikap menggurui adalah terlalu sering mengkritik anak ketika memberi jawaban yang salah atau menetapkan target belajar yang terlalu tinggi. Cara mendidik anak yang malas belajar yang lebih tepat ialah memberikan nasehat konstruktif serta bimbingan agar anak memahami materi belajarnya tanpa merasa dihakimi.
6. Beri Kesempatan untuk Menentukan Sistem Belajar Sendiri
Melibatkan anak saat menentukan sistem belajar bisa membuat mereka lebih bersemangat dan meningkatkan rasa tanggung jawab. Anda bisa mengajak mereka untuk memilih perlengkapan belajar atau mengatur ruangan.
7. Tentukan Batasan
Cara mengatasi anak malas belajar usia dini lainnya adalah dengan menentukan batasan ekspektasi. Meski masih kecil, anak juga bisa mengalami burnout dan stres, apalagi jika orang tua memiliki ekspektasi yang terlalu tinggi dan memberikan banyak tekanan.
Coba bicara hal-hal yang bisa membuat mereka senang dan berikan batasan waktu belajar. Berikan juga mereka waktu untuk melakukan hobi sebagai selingan. Selain itu, jangan terlalu sering mengecek dan menanyakan nilai mereka, karena ini akan semakin menekan dan membuat anak merasa tidak dipercaya.
8. Rencanakan Kegiatan Belajar yang Konsisten
Berdasarkan Oxford Learning, membuat rencana belajar akan membuat anak lebih fokus. Karena itu, Anda bisa membuat rencana yang konsisten. Mulai dari waktu belajar setiap harinya, berapa lama waktu untuk menyelesaikan tugas sekolah, pelajaran apa yang perlu menjadi prioritas, hingga berapa lama waktu istirahat yang diperlukan.
Sudah Tahu Cara Mengatasi Anak Malas Belajar Usia Dini?
Anak-anak memang cenderung playful dan belum bisa benar-benar memahami arti tanggung jawab dalam belajar. Karena itu, orang tua harus mampu membimbing dan mencari cara kreatif supaya kegiatan belajar tidak tampak menyebalkan bagi anak.
Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan mendaftarkan anak ke Sparks Sports Academy. Berbagai program menyenangkan yang tersedia dapat membuat anak melatih fokus dan tidak merasa stres. Anak-anak juga dapat menngembangkan kemampuan kognitif melalui kegiatan di kelas yang sifatnya interaktif.
Tertarik? Ayo, kunjungi lama situsnya untuk mendapat info free trial class. Biarkan anak mendapatkan pengalaman baru di lingkungan yang anak dan supportive untuk mendukung tumbuh kembangnya!






