3 Ciri Anak Gangguan Sensorik yang Perlu Diwaspadai

3 Ciri Anak Gangguan Sensorik yang Perlu Diwaspadai

Table of Contents

Gangguan sensorik atau sensory processing disorder adalah gangguan yang dapat memengaruhi bagaimana otak memproses suatu informasi yang bersifat sensorik. Informasi sensorik ini berkaitan dengan penglihatan, penciuman, pendengaran, sentuhan, dan merasakan.

Anak-anak dengan gangguan sensorik biasanya menjadi sangat sensitif atau bahkan tidak memiliki kepekaan terhadap stimulasi yang diberikan. Gangguan sensorik seringkali tidak disadari oleh orang tua. Padahal deteksi dini amat perlu untuk membantu anak beradaptasi dengan lebih baik. 

Untuk itu, kami akan memberikan informasi mengenai ciri anak gangguan sensorik. Silakan disimak!

Ciri-Ciri Anak Gangguan Sensorik 

Berikut adalah beberapa ciri anak gangguan sensorik yang perlu orang tua pahami:

1. Terlalu Sensitif Terhadap Suara atau Tekstur

Anak-anak dengan gangguan sensorik bisa mengalami ketakutan saat mendengar suara air dari penyiraman toilet, suara hair dryer, vacuum cleaner, gonggongan dari anjing, bahkan suara kecil seperti detakan jam.

Tanda lainnya adalah:

  • Perhatiannya mudah terdistraksi dengan suara yang harusnya bisa diabaikan.
  • Berteriak atau menangis saat mendengar suara tiba-tiba.
  • Berbicara sambil teriak saat mendengar suara yang tidak ia sukai.

Kemudian ia juga dapat merasa terganggu dengan tekstur makanan. Tekstur tertentu membuatnya muntah. Kondisi ini menyebabkan anak menjadi picky eater. 

2. Enggan Disentuh atau Memakai Pakaian Tertentu

Keengganan anak untuk disentuh berkaitan dengan sensor perabaannya. Bisa berupa tekanan, sentuhan, rasa sakit, suhu, bahkan gerakan bulu. 

Biasanya anak akan mengalami:

  • Rasa tidak suka disentuh.
  • Tidak suka dengan kerumunan banyak orang.
  • Tidak suka bahan-bahan khusus.
  • Tidak suka disisir rambutnya.
  • Punya reaksi berlebihan ketika ada luka kecil.
  • Tidak suka dengan hal-hal kotor.
  • Sentuhan yang lembut rasanya seperti melukai.

Selain itu, anak juga merasa tidak nyaman ketika berpakaian karena merasa pakaiannya terlalu ketat atau gatal. 

3. Mudah Panik di Tempat Ramai

Sedikit disinggung pada poin 2 bahwa ciri anak gangguan sensorik adalah tidak suka dengan kerumunan orang banyak. Alasannya karena kondisi tersebut menyebabkannya mudah panik.

Tempat yang ramai cenderung ada banyak suara dari kecil sampai keras. Anak dengan gangguan sensorik tidak punya kemampuan mengabaikan suara-suara tersebut. Sehingga ia merasa tidak nyaman.

Baca: 4 Cara Mengatasi Anak Suka Teriak Agar Anak Lebih Tenang dan Terkontrol

Cara Membantu Anak dengan Gangguan Sensorik

Setelah memahami ciri anak gangguan sensorik, kini saatnya Anda memahami bagaimana cara menghadapi anak dengan gangguan tersebut. Berikut beberapa hal yang bisa orang tua lakukan, yakni:

1. Hindari Memaksa Anak Menghadapi Pemicu

Jangan memaksa anak untuk langsung menghadapi pemicunya. Misalnya, jika anak mengalami masalah dengan makanan tertentu, maka hindari memaksanya untuk makan makanan tersebut. 

Karena jika memaksa, hanya akan membuat kondisi anak semakin memburuk. Anak semakin takut bahkan trauma dengan makanan.

2. Ciptakan Lingkungan yang Tenang dan Nyaman

Pastikan lingkungan memberikan stimulasi yang seimbang. Hindari memberikan stimulasi yang sangat banyak atau sangat kurang. Ketimpangan tersebut dapat menyebabkan adanya ketidakseimbangan terkait pemrosesan sensorik pada anak.

Jika anak sensitif terhadap suara, cahaya, atau lainnya, maka coba ciptakan lingkungan yang lebih terstruktur dan tenang. Sediakan tempat tenang untuk anak beristirahat, kurangi suara bising, dan sesuaikan pencahayaan.

3. Lakukan Terapi Sensori Secara Bertahap

Mengatasi gangguan sensorik juga dapat dibantu dengan berbagai bentuk terapi, misalnya:

  • Terapi berupa sensori integrasi: Anak bermain dengan cara menyenangkan. Memungkinkan anak belajar respons tepat.
  • Terapi okupasi: Terapi ini membantu anak untuk menjalankan tugas harian. Misalnya, memakai baju dan mengancingkannya. Bagi anak dengan gangguan sensorik, tugas sederhana itu bisa sulit karena tidak suka dengan rasa pakaian yang tertempel pada kulit.
  • Diet sensori: Berbagai aktivitas yang akan membantu anak tenang dalam menghadapi stimulasi tertentu.

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%