Pengertian Developmental Delay, Pemicu, dan Cara Mengatasi

Developmental Delay: Pengertian, Pemicu, dan Cara Mengatasi

Table of Contents

Perkembangan anak terdiri dari tahapan (milestone) berbeda. Namun, data WHO menyebut bahwa ada 52 juta anak di bawah usia lima tahun di seluruh dunia mengalami keterlambatan perkembangan atau developmental delay. Keterlambatan yang dimaksud bisa menyerang motorik, kognitif, hingga psiko-sosial anak.

Key Takeaways

  • Developmental delay merupakan keterlambatan signifikan pada kemampuan anak dalam mencapai tahapan perkembangan setara teman sebayanya.
  • Gangguan ini dapat terklasifikasi menjadi keterlambatan motorik kasar dan halus, bahasa dan bicara, kognitif, dan psiko-sosial.
  • Gangguan keterlambatan perkembangan pada anak dapat diatasi melalui terapi dengan profesional medis, dukungan orang tua, dan aktivitas fisik terstruktur.

Mengenal Area dan Jenis Developmental Delay

Keterlambatan perkembangan pada anak bukan sekadar kondisi “belum waktunya” untuk melakukan sesuatu, melainkan perbedaan signifikan dalam pencapaian tahapan pertumbuhan tertentu. Secara umum, gangguan ini dikelompokkan berdasarkan area yang terpengaruh pada anak, yaitu:

  • Keterlambatan Motorik Kasar: Melibatkan otot besar untuk duduk, merangkak, berjalan, berlari, atau melompat.
  • Keterlambatan Motorik Halus: Melibatkan otot kecil untuk menggenggam, memegang sendok, menulis, atau mengancingkan baju.
  • Keterlambatan Bahasa dan Bicara (Speech and Language Delay): Kesulitan memahami bahasa (reseptif) atau kesulitan dalam mengekspresikan pikiran dan kebutuhan (ekspresif).
  • Keterlambatan Kognitif: Kesulitan dalam memecahkan masalah, berpikir, belajar, dan mengingat. Keterlambatan ini seringkali berkaitan erat dengan kecerdasan.
  • Keterlambatan Sosial-Emosional: Kesulitan berinteraksi dengan orang lain, memahami emosi, atau berpartisipasi dalam permainan sosial. Ini merupakan salah satu ciri penting yang diamati pada anak dengan keterlambatan perkembangan dengan spektrum luas.

Jika seorang anak menunjukkan keterlambatan di dua area atau lebih, kondisi ini sering disebut sebagai Keterlambatan Perkembangan Global atau Global Developmental Delay (GDD).

Faktor Risiko dan Penyebab Developmental Delay pada Anak

Menurut National Library of Medicine, pemicu keterlambatan perkembangan pada anak merupakan multi-faktor. Dalam merancang pengobatan, penting untuk mengidentifikasi faktor risiko yang menjadi penyebab utama kondisi terlebih dahulu. Berikut ini penjelasannya.

Kategori PenyebabContoh Spesifik
Prenatal (Sebelum Kelahiran)Infeksi TORCH (Toxoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes)Paparan alkohol dan obat-obatan terlarangMalnutrisi ibu hamil
Perinatal (Saat Kelahiran)Lahir prematur, tepatnya kurang dari 37 minggu dengan berat badan lahir di bawah 2,5 kg dan kekurangan oksigen saat lahir (asfiksia)
Postnatal (Setelah Kelahiran)Cedera kepalaInfeksi seperti meningitis atau ensefalitisKeracunan timbalGenetik, seperti sindrom down dan sindrom fragile X
Lingkungan/SosialKurangnya stimulasi dari lingkunganMalnutrisi anakPengabaian (neglect) dari orang terdekat

Pentingnya Deteksi Dini dan Penanganan Cepat

Deteksi dini adalah faktor penentu utama keberhasilan penanganan developmental delay. Otak anak memiliki neuroplastisitas atau kemampuan perubahan yang luar biasa pada tahun-tahun awal kehidupannya. Artinya, otak mereka lebih mudah membentuk koneksi baru dan memulihkan fungsi yang terganggu.

Berikut adalah langkah-langkah deteksi dan penanganan dini terkait kasus keterlambatan perkembangan anak.

  • Skrining Rutin: Bawa anak melakukan skrining rutin pada usia 9, 18, dan 30 bulan untuk mengisi Kuesioner Pra-Skrining Perkembangan/KPSP di Indonesia. 
  • Evaluasi Komprehensif: Jika skrining mengidentifikasi adanya risiko, anak perlu segera mendapat rujukan ke dokter spesialis anak (DSA) dengan sub-spesialis tumbuh kembang, psikolog, atau terapis untuk evaluasi yang lebih mendalam dan diagnosis.
  • Intervensi Dini (Early Intervention): Bahkan sebelum diagnosis resmi, pada proses evaluasi, anak yang menunjukkan risiko wajib mendapatkan tindakan intervensi dini. Bisa berupa terapi wicara, terapi okupasi, fisioterapi, dan terapi perilaku sesuai dengan gejala yang ditunjukkan.

Intervensi yang terstruktur dan terpadu membantu anak dengan risiko keterlambatan perkembangan mengejar ketertinggalan dan membangun fondasi yang kuat untuk pembelajaran di masa depan.

Cara Lain Mengatasi Keterlambatan Perkembangan Anak

Kondisi developmental delay tentu membuat orang tua khawatir. Meskipun demikian, bukan berarti anak tidak bisa sembuh. Selain terapi klinis, peran aktivitas fisik dan olahraga terstruktur sangat efektif. Bukan hanya tentang kebugaran, bagi anak dengan kebutuhan khusus, olahraga adalah metode terapeutik kuat.

  • Peningkatan Motorik: Aktivitas fisik terstruktur secara langsung melatih koordinasi, keseimbangan, dan kekuatan otot, serta mengatasi keterlambatan motorik kasar dan halus.
  • Perkembangan Sosial: Olahraga tim atau aktivitas kelompok memberi anak kesempatan untuk berinteraksi sosial, bergantian, dan mengikuti aturan, yang sangat mendukung perkembangan sosial-emosional.
  • Fungsi Kognitif: Aktivitas fisik dapat meningkatkan aliran darah ke otak, yang berkorelasi positif dengan fungsi kognitif dan kemampuan belajar.

Memberikan lingkungan yang mendukung, penuh kasih sayang, dan stimulasi yang tepat akan membantu anak berkembang sesuai dengan kecepatan dan kemampuan uniknya. Keterlambatan perkembangan hanyalah sebuah fase, bukan akhir dari segalanya.

Mengatasi Developmental Delay Anak dengan Tenang

Keterlambatan perkembangan pada anak merupakan kondisi sementara yang masih dapat pulih melalui terapi dengan profesional, dukungan keluarga, serta aktivitas fisik yang cukup. Penting untuk mendeteksi serta melakukan intervensi sejak dini agar anak segera mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Selain terapi profesional, untuk mendukung aktivitas fisik anak melalui olahraga terstruktur, Anda dapat mengandalkan Sparks Sports Academy. Akademi olahraga inklusif ini berdiri dengan tujuan memfasilitasi anak-anak yang memiliki kebutuhan perkembangan, termasuk mereka yang mengalami keterlambatan perkembangan.

Sparks menyediakan beragam pilihan olahraga, seperti sensory yang cocok untuk menstimulasi keterlambatan motorik kasar, basket yang meningkatkan interaksi sosial, gymnastic, hingga balet yang berguna merangsang kepercayaan diri anak. Terdapat pula kurikulum dan pelatih profesional sebagai jaminan kualitas.

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%