Mengenal Drop Nap pada Anak, Tanda dan Cara Menanganinya

Mengenal Drop Nap pada Anak, Tanda dan Cara Menanganinya

Table of Contents

Tidur siang berkontribusi pada pertumbuhan fisik anak. Namun, seiring bertambahnya usia anak, durasi dan frekuensi tidur siang secara alami akan berkurang, hingga anak mengalami drop nap atau berhenti tidur siang. Jika ini terjadi pada anak Anda, tidak perlu khawatir, artinya ritme sirkadian atau jam biologisnya sudah semakin matang.

Key Takeaways

  • Seiring bertambahnya usia, anak balita akan mengalami nap-transition, yaitu penurunan frekuensi tidur siang, dari dua menjadi satu atau tidak tidur siang.
  • Drop nap yang berarti berhenti tidur siang umumnya dialami oleh anak-anak berusia 3-5 tahun.
  • Anak-anak yang siap untuk drop nap memiliki beberapa tanda, seperti menolak tidur siang, jika tidur siang hanya sebentar, sulit tidur malam, dan bangun lebih pagi.
  • Cara menangani anak yang drop nap antara lain atur ulang jadwal tidur, atasi tidur siang, dan ganti tidur siang dengan waktu tenang.

Apa Itu Drop Nap?

Drop nap adalah fenomena berhentinya tidur siang pada anak-anak. Namun, bukan berarti anak tiba-tiba berhenti tidur siang.

Menurut Happy Little Sleeper, anak akan mengalami fase nap transition terlebih dahulu, yaitu perubahan jadwal tidur siang berupa berkurangnya frekuensi tidur siang, dari beberapa kali sehari menjadi lebih sedikit. Nap transition terjadi secara alami karena adanya perkembangan neurologis.

Berdasarkan National Library of Medicine, seiring bertambahnya usia, bagian otak yang mengatur siklus tidur-bangun menjadi lebih terorganisir dan efisien. Sehingga, durasi tidur siang anak menjadi berkurang, tetapi tidur malamnya akan semakin panjang dan stabil.

Kapan Anak Mengalami Drop Nap?

Fase drop nap terjadi pada anak-anak secara bertahap, sebagian besar anak mulai mengalaminya saat berusia sekitar 3-5 tahun. Namun, setiap anak bervariasi fasenya, ada anak yang lebih cepat atau lebih lambat. Berikut contoh rinciannya yang dikutip dari Happy Little Sleeper.

Usia AnakRata-rata Jumlah Tidur Siang
3-4 bulan4 kali
5-6 bulan3 kali
8-9 bulan2 kali
14-18 bulan1 kali
3-5 tahunTidak sama sekali

Tanda-tanda Anak Siap untuk Drop Nap

Usia bisa menjadi panduan untuk mengetahui transisi tidur siang anak, tetapi bukan tolak ukur pasti. Sebab, secara alami anak akan mulai menunjukkan tanda-tanda bahwa kebutuhan tidur siang berkurang atau hilang.

Sarah Ockwell-Smith, seorang pakar pengasuhan anak, memaparkan tanda-tanda anak siap drop nap sebagai berikut.

  • Anak butuh waktu lebih lama untuk dapat tertidur saat siang hari.
  • Anak sulit ditidurkan, meski orang tua sudah melakukan aktivitas yang biasanya membuat anak tidur, misalnya menyusui atau menggendongnya.
  • Durasi tidur siang lebih singkat, misalnya hanya sekitar 15 menit.
  • Anak sulit kembali tidur setelah bangun dari tidur siangnya yang sebentar.
  • Anak sulit tidur di malam hari.
  • Sering terbangun di malam hari.
  • Anak bangun lebih pagi dari biasanya.
  • Melewatkan tidur siang sesekali.
  • Anak menolak tidur siang pada waktu yang biasa untuk tidur siang.

Cara Menangani Drop Nap pada Anak

Penting bagi orang tua untuk memastikan anak mendapatkan jumlah tidur yang cukup selama seharian penuh supaya anak memiliki rutinitas tidur yang seimbang dan konsisten. Oleh karena itu, jika anak sudah menunjukkan tanda-tanda kesiapan drop nap selama beberapa hari, Anda dapat menanganinya dengan cara berikut ini.

1. Atur Jadwal Tidur

Anda dapat membantu mengatur kembali jadwal tidur siang maupun malam agar anak dapat menyesuaikan diri dengan kebiasaan yang baru. Misalnya:

  • Perpanjang waktu bangun pagi dengan aktivitas menarik, terutama saat transisi dari dua kali ke satu kali tidur siang.
  • Pada anak berusia di bawah 3 tahun, usahakan ajak tidur siang, setidaknya satu kali setiap hari selama minimal 60 menit di jam yang sama.
  • Mulailah dengan satu hari “tidur siang”, diikuti dengan satu hari berikutnya “tidak tidur siang”, begitu seterusnya.
  • Kurangi durasi tidur siang selama 5-10 menit setiap beberapa hari, dan perhatikan respons anak.

2. Berikan Waktu Tenang di Siang Hari

Jangan memaksa anak untuk tidur siang jika ia tidak lelah. Sebaliknya, ganti tidur siang dengan “waktu tenang”. Katakan bahwa anak tidak harus tidur, tetapi harus beristirahat di kamarnya selama durasi tertentu.

Bila perlu, gunakan alarm untuk memberi tahu kapan waktu istirahatnya telah berakhir. Lalu, beri pujian atau hadiah kecil setelah waktu tenang selesai. Namun, jika anak tidak mau beristirahat siang, anak boleh beraktivitas dengan stimulasi rendah.

Contohnya, membaca buku, bermain boneka, menggambar, atau menyusun puzzle. Ingat, jangan izinkan anak beraktivitas yang terlalu berisik atau memicu semangat, seperti bermain game, gadget, atau menonton televisi.

3. Batasi Tidur Siang 

Jika anak masih berada di fase tidur siang, batasi durasinya agar tidak terlalu lama atau terlalu sore, terutama jika sudah mendekati waktu tidur malam. Sehingga, saat malam hari ia bisa tidur tepat waktu.

Sedangkan jika anak sudah tidak tidur siang, pertimbangkan untuk memajukan jam tidur malamnya agar anak tidak mengalami kelelahan yang berlebih.

Isi Kegiatan Anak dengan Berolahraga di Sparks Sports Academy

Fase drop nap merupakan bagian alami dari tumbuh kembang anak. Dengan kesabaran dan penyesuaian jadwal yang tepat, Anda dapat membantu anak-anak melewati transisi tidur siangnya dengan baik. Fokuslah pada kualitas tidur malam agar anak tetap memiliki perkembangan fisik dan mental yang optimal.

Untuk mengisi waktu luang anak yang sudah berhenti tidur siang, pastikan anak cukup aktif bergerak di siang hari dengan mengajak berolahraga di Sparks Sports Academy. Ada beragam pilihan kelas olahraga yang bisa anak pilih sesuai keminatannya, seperti futsal, taekwondo, senam, menari, dan masih banyak lagi.

Selain itu, di Sparks Sports Academy, anak-anak akan mendapat banyak manfaat bagi kesehatan tubuhnya, yaitu peningkatan keterampilan motorik kasar dan halus, keseimbangan, koordinasi, serta penguatan otot dan tulang. Dengan teknik olahraga yang tepat, anak Anda akan memperoleh kualitas tidur yang lebih baik.

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%