Rasa manis sangat digemari oleh anak-anak. Mulai dari permen, biskuit, minuman kemasan, hingga jajanan. Tetapi, di balik rasanya yang manis dan enak, terdapat efek gula pada anak yang berdampak ke kesahatan dan tumbuh kembangnya. Oleh karena itu, Mom/Dad harus membatasi makanan manis yang dikonsumsi anak.
Dambak Kelebihan Gula pada Anak
Gula merupakan sumber energi yang mudah diserap oleh tubuh. Namun, berlebihan mengonsumsi gula akan memengaruhi kesehatan tubuh dan proses tumbuh kembang anak.
Berikut adalah efek gula pada anak yang berdampak negatif:
- Kerusakan gigi: Jika anak mengonsumsi makanan dan minuman yang tinggi gula, maka akan berisiko merusak gigi. Bilai kebiasaan ini tidak dihentikan, anak akan mengalami gigi berlubang.
- Kelebihan berat badan: Anak yang sering mengonsumsi gula cenderung memiliki risiko kenaikan badan dan berakhir pada obesitas.
- Penyakit diabetes: Asupan gula berlebih pada anak akan meningkatkan risiko terkena penyakit diabetes. Dalam jangka panjang, penyakit diabetes memicu beragam penyakit serius, seperti kerusakan saraf, kerusakan ginjal, hingga stroke.
- Risiko penyakit jantung: Penumpukan plak di pembuluh darah akibat terlalu banyak mengonsumsi gula bisa menyebabkan serangan jantung pada anak di masa depan.
- Memengaruhi fungsi kognitif: Otak membutuhkan gula dengan jumlah yang tepat agar menjalankan fungsi kognitif. Jika anak mengonsumsinya terlalu banyak, maka akan terjadi masalah perkembangan otak dan fungsi kognitifnya menurun.
- Menurunkan sistem imun: Gula bisa meningkatkan risiko peradangan pada tubuh anak-anak. Akibatnya sistem imun akan berfokus mengatasi peradangan dan tidak mengembangkan pertahanan tubuh.
Batas Konsumsi Gula pada Anak
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesa Nomor 30 Tahun 2013, anjuran konsumsi gula per orang per hari adalah 10% dari total kalori harian. Jadi, untuk konsumsi gula harian untuk anak adalah 24 gram per hari atau sekitar 6 sendok teh. Ini termasuk gula pada makanan dan minuman mereka.
Baca juga: Cara Hitung Kebutuhan Kalori Harian Anak Berdasarkan Usia
Cara Mengontrol Gula pada Anak
Mengontrol gula pada anak memang tidak mudah, terlebih jika anak sangat menyukainya. Tetapi, Mom/Dad bisa menerapkan cara sederhana berikut ini:
1. Batasi Porsi Gula
Ketika anak ingin mengonsumsi camilan, Mom/Dad harus biasakan memberinya dalam porsi kecil supaya asupan gula bisa dikendalikan.
2. Pilih Camilan Sehat
Jadikan buah-buahan untuk camilan anak. Tidak seperti permen, donat, dan kue, buah mengandung gula alami dan serat yang bisa mengontrol gula darah.
3. Hindari Minuman Manis
Batasi anak mengonsumsi minuman manis seperti, soda dan jus kemasan. Mom/Dad bisa mengajari dan mencontohkan kepada anak untuk sering mengonsumsi air putih.
4. Cek Label Komposisi Gula pada Makanan
Mom/Dad bisa membaca label komposisi gula sebelum membeli makanan atau camilan. Pilih produk dengan kandungan gula tidak melebihi Angka Kecukupan Gizi (AKG). Gula yang boleh dikonsumsi oleh anak antara lain laktosa, sukrosa, maltosa, dan glukosa dengan batas wajar.
Sementara fruktosa, galaktosa, dan trehalose merupakan jenis gula tambahan yang harus dibatasi.
5. Memasak Makanan Sendiri
Mom/Dad bisa memasak untuk makanan yang lebih sehat untuk anak. Dengan memasak sendiri, Mom/Dad dapat mengukur dengan baik makanan yang diberikan untuk anak.
Efek gula pada anak tidak boleh dianggap sepele. Konsumsi gula yang berlebih bisa memengaruhi perilaku, kesehatan, dan risiko penyakit di masa depan. Dengan memahami dan membatasi konsumsi gula anak, Mom/Dad bisa membantu anak tumbuh lebih sehat dan aktif. Mom/Dad juga perlu mengingat, membatasi gula bukan berarti melarang sepenuhnya, tetapi mengajarkan keseimbangan yang tepat.







