Gejala Enuresis pada Anak, Penyebab, dan Cara Mengatasi

Gejala Enuresis pada Anak, Penyebab, dan Cara Mengatasi

Table of Contents

Enuresis atau yang juga disebut dengan mengompol adalah salah satu kondisi umum yang terjadi pada anak, khususnya yang berusia di bawah 7 tahun. Meski sering dipandang sepele dan dianggap akan hilang sendiri, penelitian menunjukkan bahwa kondisi ini bisa mempengaruhi kepercayaan diri dan kesehatan mental anak.

Lantas, bagaimana cara untuk mengatasi kondisi ini? Ulasan berikut akan menjelaskannya secara detail untuk Anda.

Key Takeaways:

  • Enuresis adalah kondisi pengeluaran urine secara tidak sengaja pada saat tertidur di malam hari atau terjaga yang umumnya terjadi pada anak berumur 7 tahun ke bawah.
  • Penyebab kondisi mengompol ini bisa beragam, mulai dari faktor genetik, perkembangan kandung kemih yang belum optimal, hingga faktor hormonal.
  • Enuresis membutuhkan penanganan yang lembut dan konsisten, meliputi pengaturan pola tidur, pembatasan konsumsi cairan di malam hari, hingga toilet training.

Apa Itu Enuresis?

Enuresis adalah kondisi berulangnya pengeluaran urine secara tidak sengaja yang umumnya terjadi pada anak berumur di bawah 7 tahun, seperti saat tidur di malam hari atau saat terjaga. Hal yang menarik, beberapa kasus menunjukkan bahwa kondisi ini juga bisa terjadi pada remaja atau dewasa, meskipun memang jauh lebih jarang.

Dalam dunia medis, kondisi mengompol ini juga bisa dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

  • Enuresis Primer: Terjadi saat anak belum melewati masa kontrol penuh atas kandung kemih sejak lahir. Artinya, mereka sudah mengompol dalam jangka waktu panjang.
  • Enuresis Sekunder: Terjadi saat anak yang sebelumnya sudah bisa mengontrol pengeluaran urine selama minimal 6 bulan, namun kembali mengalami kontrol. Jenis kondisi mengompil ini bisa terjadi karena faktor emosional atau adanya perubahan significant dalam kehidupan anak.

Penyebab Enuresis

Penyebab kondisi ini pada dasarnya tidak tunggal. Ada berbagai macam faktor yang bisa menjadi penyebabnya, baik fisik atau psikologis. Berikut adalah beberapa faktor yang paling umum menjadi penyebabnya.

1. Faktor Genetik

Jika salah satu atau kedua orang tua pernah mengalami kondisi ini saat masih kecil, maka kemungkinan anak mengalami hal serupa juga akan meningkat. Ada cukup banyak penelitian yang menunjukkan korelasi kuat antara mengompol dengan riwayat keluarga, salah satunya penelitian dari Fritz dan Rockney (2004).

2. Kandung Kemih Belum Berkembang Optimal

Pada beberapa kasus, kandung kemih anak berkembang lebih lambat ketimbang usianya. Hal tersebut menyebabkan kapasitas urine menjadi lebih kecil atau respon saraf yang belum sepenuhnya berfungsi optimal dalam memberikan sinyal pengeluaran urine.

3. Produksi Urine Berlebih

Beberapa anak juga bisa menghasilkan urine lebih banyak karena faktor ADH (Antidiuretik). Di mana hormon yang berfungsi untuk mengurangi produksi urine saat tidur belum terbentuk optimal.

4. Stress Emotional

Enuresis juga bisa terjadi karena faktor stres dan kecemasan pada anak. Contohnya karena konflik keluarga, tekanan dari orang tua, dan perubahan lingkungan.

5. Gangguan Tidur

Anak dengan kondisi ini cenderung memiliki pola tidur sangat dalam atau sulit terbangun (deep sleep). Hal tersebut membuat mereka tidak bisa merespon sinyal ketika kandung kemih penuh.

Gejala Enuresis

Selain mengompol, umumnya ada beberapa gejala lain yang mengiringi kondisi ini. Berikut di antaranya.

  • Kandung kemih terasa penuh, namun sulit dikontrol.
  • Perubahan warna pada urine.
  • Aliran urine lemah.
  • Tidur sangat nyenyak (deep sleep).

Cara Mengatasi Enuresis pada Anak

Penanganan kondisi ini pada dasarnya membutuhkan pendekatan lembut dan konsisten. Berikut adalah beberapa langkah penanganannya.

1. Mengatur Konsumsi Cairan

Mengatur konsumsi cairan bisa menjadi solusi mengatasi kondisi mengompol pada anak. Cobalah untuk mengatur agar konsumsi cairan anak hanya banyak di siang hari dan menguranginya pada malam hari, terlebih saat mendekati jam tidur.

2. Menerapkan Toilet Training

Toilet training pada dasarnya adalah proses untuk melatih anak agar terbiasa buang air kecil dan besar di toilet secara mandiri. Dalam penerapannya, orang tua bisa memotivasi anak untuk buang air kecil secara teratur sebelum tidur. Namun, pastikan juga untuk menerapkan metode atau pelatihan ini tanpa paksaan.

3. Gunakan Alarm

Alarm enuresis ini memiliki fungsi untuk mengecek kelembaban dan secara otomatis membangunkan penggunanya saat mereka mulai mengompol. Penggunaan alarm terbukti efektif membantu otak anak belajar untuk merespon sinyal pengeluaran urine dari kandung kemih.

4. Bladder Training

Latih anak untuk buang air kecil (berkemih) dengan jeda waktu yang lebih panjang. Latihan ini akan membantu meregangkan ukuran kandung kemih, sehingga anak bisa terbiasa menahan buang air kecil lebih lama.

5. Hindari Minuman yang Mengiritasi Kandung Kemih

Minuman dengan kadar gula tinggi, kafein, dan berkarbonasi bisa merusak saraf yang mengendalikan kandung kemih. Selain itu, jenis minuman tersebut bisa membuat ginjal bekerja lebih keras, sehingga produksi urine akan meningkat.

Sudah Memahami Apa Itu Enuresis?

Selain cara dia tas, ternyata ada cara lain yang bisa dicoba, yaitu aktivitas fisik. Hingga hari ini, masih sedikit yang mengetahui bahwa aktivitas fisik secara tak langsung bisa membantu menangani enuresis. Pasalnya, aktivitas seperti berolahraga bisa menguatkan otot dasar panggul, sehingga meningkatkan kontrol pengeluaran urine.

Selain itu, aktivitas fisik juga bisa meningkatkan kualitas tidur, membuat emosi lebih stabil dan meningkatkan kemampuan fokus anak. Spark Sports Academy pun dapat menjadi pilihan tempat yang bisa memfasilitasi aktivitas fisik tersebut.

Kami menyediakan berbagai program olahraga terstruktur yang dirancang untuk meningkatkan ketahanan fisik, koordinasi motorik, dan disiplin anak. Melalui pendekatan yang ramah, instruktur profesional, dan lingkungan positif, anak akan tumbuh lebih percaya diri. Tertarik untuk mendaftarkan si buah hati?

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%