7 Cara Mengajarkan Anak Berbagi dan Kesalahan yang Sering Dilakukan

7 Cara Mengajarkan Anak Berbagi dan Kesalahan yang Sering Dilakukan

Table of Contents

Mom, sering ga sih melihat anak tidak mau berbagi dan kadang rebutan sesuatu? Kadang rasanya gemas ya, apalagi kalau situasinya terjadi di depan orang lain, jadi suka bingung harus menegur atau membiarkan saja.

Tapi mom, saat anak belum mau berbagi itu hal wajar, ada beberapa faktor dan salah satu penyebabnya karena belum siap secara perkembangan, biasanya sampai usia sekitar tiga tahun. Pada usia ini anak masih fokus pada dirinya sendiri dan belum konsep berbagi.

Nah, supaya mom ga bingung atau khawatir, penting banget untuk memahami dulu kenapa anak bisa bersikap seperti itu, dan bagaimana cara mengajarkan anak berbagi sesuai dengan usianya.

Kenapa Anak Sulit Berbagi?

Setiap anak akan melewati fase di mana mereka ingin memiliki semuanya sendiri. Saat diminta berbagi, mereka bisa menolak, bahkan menangis. Hal ini tentu wajar karena masih memiliki sifat egosentris, anak masih fokus ke dirinya sendiri. 

Bagi balita dan anak usia prasekolah, konsep berbagai atau meminjamkan barang masih sulit untuk dimengerti. Mereka belum bisa melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain karena anak sering berkata “tidak” atau “punyaku” saat diminta berbagi dan disertai gerakan menarik benda miliknya. 

Sebelum bisa berbagi, anak perlu merasakan rasa memiliki lebih dulu, mereka sedang belajar konsep “ini milikku”. Jadi wajar saja kalau anak menolak untuk berbagi atau marah ketika barangnya diambil tanpa izin.

CTA Banner Sparks Sports Academy - Kelas Olahraga

Kapan Anak Mulai Bisa Diajarkan Berbagi

Menurut psikologi klinis Feka Angge Pramita, M.Psi., anak bisa mulai dikenalkan dengan konsep berbagai sejak usia 3 tahun, meski sifatnya masih tahap perkenalan, tapi orang tua sudah memberikan contoh langsung dan melibatkan anak dalam kegiatan berbagi. 

Anak di usia 3 tahun mulai memahami konsep berbagai, tetapi masih sering mengira berbagai berarti harus memberikan semuanya. Wajar saja jika mereka enggan melakukannya atau masih sulit untuk berbagi. 

Namun, memasuki usia 6-7 tahun, anak sudah mulai lebih paham makna berbagi dan bisa bergantian dengan teman, meski masih sulit untuk melepas barang miliknya.

Cara Mengajarkan Anak Berbagi dengan Lembut 

Mengajarkan anak berbagai sebaiknya tidak dilakukan dengan memaksa, tujuannya bukan agar anak menuruti perintah, tapi agar ia dapat menumbuhkan kesadaran dari hati bahwa berbagi itu baik. Berikut beberapa cara yang bisa dicoba.

1. Berikan Contoh Nyata Setiap Hari

Anak belajar dari mereka melihat, jadi cara mengajarkan anak berbagi paling mudah adalah dengan menunjukkan kebiasaan berbagi juga. Hal-hal simple seperti berbagi makanan, waktu, atau perhatian. Mereka akan meniru perilaku positif tanpa disuruh.

2. Gunakan Permainan Bergiliran

Melatih anak berbagi lewat permainan yang butuh giliran, seperti bermain bola atau membangun menara blok bersamaan. Aktivitas ini dapat mengajarkan sabar dan kerja sama dengan cara yang menyenangkan.

3. Validasi Perasaannya

Saat anak menolak berbagi, jangan langsung dimarahi. Akui dulu perasaannya, lalu bantu ia untuk memahami bahwa dengan berbagi bisa dilakukan setelah ia puas bermain. Anak akan merasa lebih dihargai dan mau untuk mencobanya.

4. Berikan Ruang untuk Memiliki

Ajarkan kepada anak bahwa ada barang pribadi dan ada yang bisa digunakan bersama, tidak semua benda harus dibagi. Hal ini dapat membantu anak merasa aman sekaligus belajar berbagai dengan batasan yang sehat.

5. Rayakan Momen Anak untuk Berbagi

Saat anak berani berbagi, berilah apresiasi dengan mengatakan “kamu baik banget mau berbagi mainan.” Adanya pujian sederhana seperti ini dapat membuat anak bangga dan ingin melakukannya lagi.

6. Ajak Anak Beraktivitas Sosial

Dorong anak ikut kegiatan yang dapat melatih kerja sama dan empati, seperti mengikuti Kelas Multi Sport dari Spark Academy. Disana anak dapat belajar berbagi kesenangan sambil bergerak aktif bersama teman-temannya.

7. Gunakan Storytelling

Cerita dapat membantu anak memahami makna dari berbagi. Mom bisa mencoba membacakan buku cerita atau dongeng tentang tokoh yang suka menolong agar anak dapat belajar empati dengan cara yang menyenangkan.

CTA Banner Sparks Sports Academy - Kelas Olahraga

Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang Tua 

Terkadang tanpa disadari, orang tua sering salah cara mengajarkan anak berbagi, seperti memaksanya. Ada beberapa kesalahan umum yang perlu dihindarinya, antara lain:

  • Memaksa anak berbagi. Ini dapat membuat anak merasa kehilangan dan justru akan menolak di kemudian hari. 
  • Membandingkan dengan anak lain. Ketika orang tua membandingkan anaknya dengan orang lain maka akan membuatnya merasa malu. 
  • Kurang memberikan contoh. Anak perlu melihat orang tuanya juga berbagi, baik dalam bentuk perhatian, waktu, maupun benda.

Tips Tambahan agar Anak Tumbuh Jadi Pribadi yang Mau Berbagi

Berbagi bukan soal mainan atau makanan, tapi juga perhatian, waktu, atau kasih sayang. Misalnya, saat mom memeluk kakak, maka ajak juga adik ikut dalam pelukan agar anak paham kalau cinta orang tua tidak terbagi.

Biasakan anak berbagi hal kecil, seperti memberi camilan ke teman atau membawakan makanan untuk tetangga. Tidak perlu banyak yang penting dilakukannya dengan tulus. 

Dengan kebiasaan sederhana ini, anak dapat belajar bahwa berbagi tidak membuatnya kehilangan apa pun. Sebaliknya, ia akan tumbuh jadi pribadi yang hangat, empatik, dan bahagia karena tahu kebahagiaan bisa datang dari memberi.

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%