Latih Anak untuk Mandiri dengan Independent Play

Latih Anak untuk Mandiri dengan Independent Play

Table of Contents

Independent play sering dibahas oleh banyak orang tua karena bisa menumbuhkan kemandirian anak, rasa percaya diri, kreatif, dan tidak mudah bergantung pada orang lain.

Di tengah pola asuh modern yang serba cepat dan penuh distraksi gadget, independent play justru menjadi solusi efektif untuk mendukung perkembangan anak secara optimal. Di artikel ini akan membahas secara lengkap untuk bisa dipahami oleh Mom/Dad.

Apa itu Independent Play?

Dilansir dari PA Promise for Children, independent play adalah ketika anak bermain dengan dirinya sendiri sambil diawasi oleh orang tuanya. Ini adalah jenis bermain yang penting karena anak bisa menumbuhkan imajinasi dan kreativitas mereka sendiri.

Tak hanya itu, anak juga bisa membangun ketekunan dan keterampilan problem solving, serta mengajarkan kesabaran dan ketahanan.

Manfaat Independent Play untuk Anak

Mom/Dad harus mengajarkan anak untuk bermain mandiri sejak dini karena memiliki manfaat sebagai berikut:

1. Anak Belajar Mengelola Emosi

Ketika anak bermain secara mandiri memungkinkan mereka untuk beristirahat, menenangkan pikiran, dan mengatur emosi. Perbedaan saat bermain dengan teman sebayanya adalah, anak menjadi reaktif dan sering kewalagan mengelola emosinya.

Oleh karena itu, penting bagi Mom/Dad mengajarkan anak untuk bermain sendiri untuk membantu anak mengelola emosinya.

2. Membangun Identitas dan Percaya Diri Anak

Saat anak bermain sendirian, anak akan bebas memilih apa yang mereka mainkan, seperti menyusun balok, memindahkan mainan, atau bermain role play. Dari kebebasan tersebut, anak akan mengenali apa yang disukainya.

Saat anak berhasil menyelesaikan permainnya, anak akan merasa bangga dan percaya diri, karena ia mampu menyelesaikannya tanpa bantuan.

3. Melatih Kemandirian Anak

Kemandirian sangat penting untuk dikembangkan anak sejak dini. Tujuannya adalah agar anak tidak bergantung kepada teman-temannya saat bermain. Jadi, anak bisa memilih sendiri permainan apa yang menyenangkan baginya, meskipun permainan tersebut tidak disukai oleh temannya. Anak bisa lebih mandiri untuk bermain sendirian.

4. Melatih Ketangguhan dan Kesabaran Anak

Saat anak bermain sendiri, ia tidak akan mendapat bantuan dari Mom/Dad. Ketika menara balok roboh atau mainan tidak berjalan sesuai keinginan, anak akan belajar menghadapi rasa frustrasi.

Anak biasanya terdorong untuk mencoba dengan caranya sendiri. Proses mencoba lalu gagal akan melatih ketangguhan dan kesabaran. Hal tersebut menjadi pembelajaran penting untuk anak agar tidak mudah putus asa dalam menghadapi tantangan di masa depan.

5. Anak Mengembangkan Imajinasi Liar

Bermain sendiri bisa menumbuhkan dan mengembangkan imajinasi anak. Saat bermain, imajinasi dan pemikiran logis mulai muncul. Anak mulai mempertanyakan, bermimpi, dan memperkuat apa yang dialami dan diamati. Dengan cara bermain ini anak bisa belajar apa saja lewat ide dan skenario yang ia mainkan.

Baca juga: 10 Ide Permainan yang Mengasah Kreativitas Anak

Berapa Lama Anak Boleh Independent Play?

Durasi independent play biasanya tergantung usia anak. Mom/Dad bisa menerapkannya perlahan mulai dari:

  • Balita usia 1-3 tahun: 5-15 menit.
  • Prasekolah usia 4-5 tahun: 30-45 menit.

Hal perlu diperhatikan adalah anak mendapat kualitas waktu bermain yang optimal. Jangan memaksa anak jika terlihat belum siap. Permainan ini harus terasa menyenangkan, bukan malah hukuman bagi anak.

Cara Tepat Ajarkan Anak untuk Independent Play

Mom/Dad bisa mengikuti langkah sederhana berikut ini untuk menerapkan independent play ke anak:

1. Berikan Mainan yang Bisa Dieksplorasi Anak

Mom/Dad bisa membelikan mainan ekspolorasi seperti, susun balok, puzzle, pasir kinetik, atau mainan lilin. Ketika anak memainkannya, anak akan berimajinasi dan menumbuhkan logika sesuai dengan apa yang dimainkan.

2. Ciptakan Ruang Bermain yang Aman

Ketika anak bermain sendiri, Mom/Dad sebaiknya jangan menerapkan aturan dan jangan ada gadget di sekitarnya. Tanpa adanya aturan dan gadget, anak bisa bermain dengan bebas dan menyenangkan.

3. Perhatikan Lama Fokus Anak

Sebelum mengajarkan anak bermain mandiri, Mom/Dad harus memperhatikan durasi fokus anak. Berdasarkan usia, anak berusia 12-24 bulan hanya bisa fokus selama 2-8 menit, usia 2-3 tahun fokus selama 6-10 menit, dan usia 3-4 tahun memiliki fokus selama 8-12 menit.

Hal ini penting untuk menyesuaika durasi yang cocok untuk anak bermain sendiri.

4. Mulai Secara Perlahan

Mom/Dad bisa mengawalinya dengan bermain bersama anak lalu meninggalkannya secara perlahan. Di sini, Mom/Dad tetap harus mengawasi dan membimbingnya tanpa harus menginggalkannya begitu saja.

5. Jangan Ganggu Anak saat Fokus Bermain

Saat anak sudah tenggelam dalam permainannya, Mom/Dad jangan mengajaknya berbicara. Hal ini dilakukan untuk tidak merusak konsentrasi anak sehingga anak kembali mencari perhatian. Biarka ia berada dalam alur imajinasinya. Momen inilah yang peling berharga, karena otak anak sedang bekerja aktif dan kreatif tanpa tekanan.

Independent play adalah cara sederhana namun sangat efektif dalam melatih kemandirian anak sejak dini. Ketika Mom/Dad memberikan ruang bermain mandiri, anak akan belajar percaya diri, kreatif, dan mampu memecahkan masalah sendiri.

Mom/Dad pastinya menginginkan anak dengan karakter mandiri dan tidak mudah bergantung, membiasakan metode bermain ini bisa menjadi langkah awal yang tepat. Mom/Dad bisa memulainya secara perlahan dan konsisten supaya suasana tetap menyenangkan.

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%