Kartun yang terlihat lucu dan penuh warna memang cocok untuk anak. Tapi nyatanya tidak semua film kartun anak baik untuk dikonsumsi. Banyak kartun yang mengandung unsur dewasa dan berbahaya bagi pertumbuhan perilaku anak nantinya. Oleh karena itu, Mom/Dad perlu lebih selektif lagi dalam memilih kartun anak yang benar-benar aman, bukan hanya dari tampilannya saja.
Bahaya Tontonan yang Tidak Tepat bagi Anak
Anak-anak, terutama di usia dini, masih belum mampu memproses mana konten yang menghibur dan mana yang berbahaya. Saat mereka menonton kartun yang tidak sesuai dengan usianya, dampaknya bisa sangat memengaruhi perkembangannya seperti:
- Meniru perilaku kasar atau tidak pantas.
- Terpapar bahasa yang kasar dan humor dewasa.
- Bingung secara emosional karena adegan ekstrem,
- Menormalisasi kekerasan dan seksualitas sejak dini.
Inilah yang terjadi pada anak Mom/Dad jika tidak menyeleksi kartun anak. Kesalahan dalam memilih bisa berdampak negatif pada perkembangan mental dan perilaku anak.
Daftar Tontonan yang Berbahaya untuk Anak
Terdapat kartun yang tampak seperti kartun anak dan tidak memiliki konten negatif, tapi memiliki konten kekerasan dan sangat dewasa.
Berikut adalah film kartun yang sangat tidak cocok untuk anak-anak karena mengandung adegan dewasa.
1. GoipMan Anims
Channel YouTube ini menampilakn animasi dengan gaya visual cerah dan karakter mirip kartun anak. Namun, isi kontennya kebanyakan humor gelap, kekerasan berlebihan, dan tema dewasa. Tampilan “imut” yang ditayangka bisa mengundang anak untuk menontonnya, yang padahal sangat tidak ramah anak sekali.
2. Porky Story
Akun animasi yang ada di Instagram dengan format video pendek ini mengandung konten sindiran seksual, bahasa kasar, dan humor dewasa. Walau terlihat seperti kartun anak biasa, cerita yang ditawarkan sangatlah berbahaya bagi anak.
3. Sausage Part
Ini adalah salah satu film dewasa yang menyerupai kartun anak. Visual mirip animasi keluarga, tapi kontennya mengandung adegan kekerasan, seksualitas, dan penggunaan bahasa yang kotor. Film ini sangat tidak disarankan untuk ditonton anak.
4. The Simpsons
Kartun ini sangat populer dan sudah ada sejak lama. The Simpsons adalah kartun yang berisi komedi satir yang hanya bisa dimengerti oleh orang dewasa. Kartun yang terlihat cocok untuk anak-anak ini nyatanya berisi humor kasar, sarkasme, perkataan kotor, dan sindiran terhadap isu-isu sosial, politik, dan agama.
5. Happy Tree Firends
Kartun ini menampilkan karakter hewan lucu dengan visual yang menggemaskan. Namun, Mom/Dad jangan terkecoh dengan tampilan “lucu” nya. Kartun ini menayangkan adegan kekerasan ekstrem dan eksplisit. Efek jika anak menonton kekerasan adalah adanya trauma visal atau emosional pada anak.
Anak-anak bisa meniru dan menganggap kekerasan adalah hal yang wajar.
Tidak semua kartun anak aman untuk ditonton. Banyak kartun yang dibuat khusus untuk orang dewasa dengan visual yang bisa menipu anak-anak. Mom/Dad harus selalu menyelekasi tontonan untuk anak.
Baca juga: 10 Rekomendasi Kartun Anak Beserta Tips Memilih Kartun yang Aman dan Edukatif
Tips agar Anak Terhindar dari Konten Berbahaya
Tumbuh kembang otak dan psikologis anak sangat dipengaruhi oleh apa yang ia lihat dan dengar. Oleh karena itu, peran Mom/Dad sangatlah penting dalam memilih kartun yang akan ditonton anak.
Saat akan atau sedang menonton film atau tayangan di layar kaca dengan anak, Mom/Dad bisa melakukan hal berikut ini agar anak tidak terpapar konten berbahaya.
Tonton Dahulu
Sebelum memperbolehkan anak menonton kartun, Mom/Dad harus mengecek dan menontonnya terlebih dahulu untuk melihat apakan kartunya aman untuk anak.
Gunakan Fitur Parental Control
Banyak perangkat dan aplikasi menyediakan fitur pengawasan orang tua khususnya pada tontonan anak. Hal ini dapat membantu untuk membatasi dan memblokir konten yang tidak sesuai dengan usia anak agar aman saat menonton kartun.
Dampingi Anakn saat Menonton
Pendampingan dari Mom/Dad sangat penting, terutama untuk anak usia dini. Temani anak saat menonton film kartun, jelaskan padanya alur cerita yang ditanya, dan bantu mereka membedakan adegan yang baik dan buruk.
Di era digital, tidak semua kartun benar-benar aman untuk anak. Banyak film dan animasi dewasa yang sengaja atau tidak sengaja menyerupai kartun anak. Peran orang tua sangat penting untuk menyaring, mendampingi, dan mengarahkan anak agar tumbuh dengan tontonan yang sehat, aman, dan edukatif.






