Kemajuan teknologi membawa perubahan besar dalam cara anak tumbuh dan belajar. Kini, layar pun menjadi bagian dari keseharian mereka, baik untuk bermain, belajar, maupun bersosialisasi. Karena itu, Anda perlu tahu cara mendidik anak di era digital dengan tepat agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bijak. Yuk, simak!
Key Takeaways:
- Orang tua wajib membatasi screen time anak maksimal dua jam per hari untuk menjaga kesehatan mata dan konsentrasi.
- Dampingi anak saat menggunakan gadget agar Anda bisa mengarahkan pilihan konten sesuai usia dan nilai keluarga.
- Ajarkan etika dan keamanan digital sejak dini agar anak tumbuh menjadi pengguna teknologi yang bertanggung jawab.
6 Cara Mendidik Anak di Era Digital
Berikut merupakan beberapa cara yang bisa Anda ikuti untuk mendidik si kecil di era yang serba digital.
1. Mengatur Batasan Screen Time
Waktu menatap layar atau screen time perlu Anda atur dengan cermat. Berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anak usia di atas dua tahun sebaiknya tidak menatap layar lebih dari dua jam per hari.
Sebab, terlalu lama menatap layar bisa mengganggu kesehatan mata dan membuat anak sulit fokus pada aktivitas nyata di sekitarnya. Anda bisa membuat jadwal penggunaan gadget yang disesuaikan dengan rutinitas harian anak. Misalnya, jam setelah belajar atau sebelum tidur siang.
Hindari memberikan gawai saat makan atau menjelang waktu tidur malam agar anak tidak terbiasa bergantung pada layar untuk merasa tenang.
2. Mendampingi Anak saat Menggunakan Gadget
Cara mendidik anak di era digital yang efektif adalah dengan selalu mendampingi mereka saat menggunakan gawai. Ketika anak menonton atau bermain game, duduklah di sampingnya dan ajak bicara tentang apa yang ia lihat.
Pendampingan ini membantu anak belajar membedakan mana konten yang baik dan mana yang tidak sesuai usianya. Selain itu, akan lebih baik jika aktivitas ini dilakukan di ruang terbuka, seperti ruang keluarga, agar Anda lebih mudah memantau tayangan yang mereka konsumsi.
Hindari memberi izin anak bermain gadget sendirian di kamar karena dapat membuka peluang bagi paparan konten yang tidak pantas.
3. Menjaga Aktivitas Anak di Dunia Maya
Anak yang sudah mulai menjelajah internet perlu bimbingan ekstra. Oleh karena itu, Anda bisa memeriksa riwayat tontonan atau aplikasi yang anak gunakan untuk memastikan isinya sesuai umur mereka. Jika menemukan situs yang mencurigakan, segera blokir.
Jika anak sudah memiliki akun media sosial, sebaiknya Anda ikut memantau daftar teman dan isi komentarnya. Tujuannya untuk mengontrol dan menjaga keamanan digital mereka dari risiko seperti cyberbullying atau pelecehan daring.
4. Hindari Menggunakan Gawai sebagai Pengalih Emosi
Kalimat seperti “Jangan menangis, nonton saja TV-nya” sering terdengar sepele, namun bisa menanamkan kebiasaan buruk. Mengutip HelloSehat, American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan agar orang tua mengajarkan anak mengenali emosi mereka sendiri tanpa bantuan gadget.
Jadi, daripada langsung memberikan ponsel ketika anak rewel, ajak ia menggambar, berjalan di taman, atau membaca buku bersama. Anak perlu belajar bahwa rasa bosan, sedih, atau marah bisa ia hadapi dengan cara lain selain menatap layar.
5. Menyeimbangkan Dunia Nyata dan Dunia Digital
Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), kunci mendidik anak di era digital adalah menjaga keseimbangan antara aktivitas online dan kegiatan nyata. Anak tetap membutuhkan pengalaman langsung, seperti berlari, menari, bermain di luar rumah, atau berinteraksi dengan teman sebayanya.
Kegiatan seperti ini tidak hanya mengasah motorik, tetapi juga membantu anak membangun kemampuan sosial dan emosional. Sementara dunia digital memang membuka banyak peluang belajar, pengalaman di dunia nyata tetap menjadi pondasi utama dalam tumbuh kembang anak.
6. Mengajarkan Etika dan Keamanan Digital
Seiring bertambahnya usia, anak perlu dibekali pemahaman tentang etika di dunia maya. Jadi, jelaskan tentang pentingnya menjaga privasi, bersikap sopan saat berkomentar, dan melaporkan hal yang membuatnya tidak nyaman.
Dengan membangun komunikasi terbuka, Anda akan membantu anak lebih percaya diri berinteraksi di dunia digital. Pembekalan ini juga menumbuhkan kesadaran bahwa teknologi adalah alat yang digunakan dengan tanggung jawab.
Mari Mendidik Anak di Era Digital dengan Tepat!
Pada akhirnya, mendidik anak di zaman digital dapat membekali mereka agar mampu menggunakannya dengan sehat dan aman. Anak pun membutuhkan bimbingan untuk tetap aktif di dunia nyata, mengasah kemampuan sosial, serta belajar mengendalikan diri di tengah derasnya arus digital.
Namun, agar tidak selalu terpaku pada gadget, bisa memberikan kegiatan yang menstimulasi perkembangan fisik dan emosionalnya. Spark Sports Academy pun hadir dengan program interaktif yang dibuat untuk menumbuhkan kepercayaan diri, ketangkasan, dan kemampuan bersosialisasi anak.
Aktivitas yang tersedia meliputi gymnastic, dance, multisport, hingga taekwondo. Lewat pendekatan menyenangkan dan lingkungan yang positif, Spark Sports Academy akan membantu anak tumbuh kuat di dunia nyata dan bijak di dunia digital. Tertarik mendaftarkan buah hati Anda?






