-
Author: Tim Sparks Sports Academy
Mengajarkan anak sopan santun merupakan bagian penting dari proses tumbuh kembang mereka. Tidak ada anak yang dapat selalu bersikap sempurna setiap saat, dan kesalahan adalah hal yang wajar. Justru dari situlah orangtua memiliki kesempatan untuk mengarahkan anak agar belajar bersikap lebih santun dalam kesehariannya.
Meski begitu, membesarkan anak dengan tata krama yang baik memang membutuhkan kesabaran. Karena itu, berbagai pendekatan dan cara ini dapat digunakan untuk menumbuhkan kebiasaan sopan santun agar anak terbiasa menerapkannya dalam berbagai situasi.
Key Takeaways:
- Keteladanan orang tua dan guru menjadi faktor paling kuat karena anak belajar sopan santun lewat contoh dalam keseharian.
- Cerita, lagu, dan permainan edukatif dapat membuat anak lebih mudah menyerap nilai sopan santun tanpa merasa digurui.
- Aktivitas sosial dan fisik membantu anak melatih komunikasi, empati, serta sikap menghargai orang lain di usia dini.
8 Cara Mengajarkan Anak Sopan Santun
Berikut adalah cara yang bisa Anda terapkan dalam membentuk kepribadian anak yang sopan dan santun.
1. Membiasakan Kata Sopan dalam Aktivitas Sehari-hari
Mengajarkan anak kesopanan bisa dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah, terutama lewat penggunaan kata dasar seperti tolong, terima kasih, permisi, dan maaf.
Penelitian dari Jurnal Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini FKIP UNTAN menunjukkan anak usia 5-6 tahun mampu menunjukkan perubahan sikap ketika orang dewasa konsisten menampilkan contoh kesopanan, termasuk saat makan dan berinteraksi dengan teman.Â
Karena itu, Anda bisa menerapkan kata sopan tersebut tiap saat. Anda dapat mencontohkannya saat berinteraksi dengan anak maupun anggota keluarga lain agar anak terbiasa mendengar dan menirunya.
2. Keteladanan Orang Tua
Peran orang tua sangat kuat dalam proses mengajarkan si kecil sopan santun. Anak sendiri belajar dengan mengamati lalu meniru sikap orang dewasa di sekitarnya.
Ketika Anda berbicara dengan nada tenang, menghargai orang lain, dan menjaga etika di tempat umum, anak akan menyerap pola tersebut secara alami. Pola ini sejalan dengan cara mendidik anak agar sopan santun yang menitikberatkan contoh nyata dibandingkan arahan panjang.
3. Cerita dan Lagu
Cerita dan lagu juga dapat memudahkan anak menyerap pesan kesopanan tanpa merasa digurui. Metode ini akan membantu anak terbiasa menyapa, mengucapkan terima kasih, serta bersikap tertib saat kegiatan bersama.
Cara mengajarkan anak sopan santun ini juga tercatat dalam Journal on Early Childhood, ketika guru memakai video animasi dan lagu bermuatan pesan moral untuk membangun sikap sosial-emosional anak.
4. Bermain dan Aktivitas Fisik
Kegiatan bermain dan olahraga bersama teman sebaya akan membuka tempat belajar sosial yang bisa dirasakan langsung. Anak akan belajar menunggu giliran, berbagi, dan berkomunikasi dengan cara yang lebih tertata.
Untuk menanamkan sikap sopan santun terhadap anak diperlukan pranata berupa aturan sederhana sebelum bermain. Tujuannya agar anak mengenali batas perilaku saat berinteraksi.
Baca juga: 5 Penyebab Anak Tidak Memiliki Sopan Santun, Apa Saja?
5. Mengoreksi Perilaku dengan Pendekatan Personal
Ketika anak berbuat keliru, koreksi tetap dibutuhkan dengan pendekatan yang menenangkan. Dekati anak, ajak berbicara sejajar, dan sampaikan perilaku yang diharapkan dengan suara rendah. Cara ini akan membantu anak menerima arahan tanpa rasa tertekan sekaligus menjaga kedekatan emosional antara Anda dan si kecil.
6. Makan Bersama sebagai Latihan Etika Sosial
Momen makan bersama juga bisa jadi cara mengajarkan anak sopan santun sekaligus melatihnya. Anak dapat belajar duduk tenang, menunggu giliran, serta menghargai orang lain di meja makan.
Kebiasaan ini akan membantu anak membangun kontrol diri dan kesadaran sosial, yang berpengaruh pada cara mereka bersikap di lingkungan sekolah dan saat beraktivitas bersama teman.
7. Pembiasaan Sikap Sopan di Tempat Umum
Kegiatan berkunjung ke rumah kerabat, taman, atau tempat olahraga dapat menjadi sarana belajar yang langsung diterapkan. Anak akan belajar memberi salam, berbicara dengan nada normal, dan menghormati ruang orang lain. Pengalaman langsung ini akan membantu anak menyesuaikan perilaku sesuai situasi sosial yang berbeda.
8. Penguatan Positif atas Perilaku yang Tepat
Ketika anak menunjukkan sikap santun, berikan apresiasi yang tulus dan spesifik. Ucapan simpel yang menyoroti perilaku baik ini akan membuat anak merasa dihargai dan terdorong mengulanginya.
Pola ini juga membantu anak mengenali bahwa sikap sopan membawa respons positif dalam interaksi sehari-hari, baik di rumah maupun di lingkungan bermain.
Sudah Tahu Cara Mengajarkan Anak Sikap Sopan Santun?
Mengajarkan anak sopan santun berjalan efektif saat anak belajar melalui contoh, cerita, dan aktivitas yang melibatkan interaksi sosial secara langsung. Kebiasaan yang konsisten pun dapat membantu anak tumbuh percaya diri, mampu berkomunikasi dengan baik, serta nyaman berada di lingkungan sosialnya.
Cara ini akan memberi bekal karakter yang berguna hingga anak memasuki usia sekolah. Pendekatan serupa pun diterapkan di Sparks Sports Academy, tempat anak belajar sopan santun lewat aktivitas fisik dan edukatif yang menstimulasi tujuh indra.
Anak akan berlatih kerja sama, komunikasi, dan kontrol diri melalui kelas olahraga yang menyenangkan. Orang tua dapat merasakan langsung manfaatnya dengan Book Free Trial. Dengan mendaftarkan si kecil di Sparks Sports Academy, Anda dapat melihat bagaimana anak berkembang optimal melalui pengalaman belajar yang positif.






