Pertumbuhan Anak Terhambat Growth Faltering atau Stunting

Pertumbuhan Anak Terhambat: Growth Faltering atau Stunting?

Table of Contents

Pertumbuhan anak merupakan cerminan kesehatan dan perkembangan mereka. Namun, terkadang meski asupan nutrisi dan perawatan sudah baik, terkadang pertumbuhan tidak sesuai dengan harapan.

Salah satu kondisi yang sering menjadi perhatian pada orang tua ialah lambatnya kenaikan berat badan atau tinggi anak, terutama pada bayi dan anak pra-sekolah. Artikel ini akan membantu mengenali ciri-ciri growth faltering dan bedanya dengan stunting.

Mengenal Growth Faltering

Growth faltering (kegagalan pertumbuhan) adalah sebuah kondisi ketika anak tidak tumbuh atau naik berat badannya sesuai usia. Biasanya kondisi ini terlihat penurunan berat badan yang signifikan atau kenaikan berat badan yang lebih lambat dari yang diharapkan.

Selain berdampak pada pertumbuhan fisik, bisanya juga dapat mempengaruhi perkembangan anak secara keseluruhan, termasuk pada keterlambatan kemampuan motorik, masalah pencernaan, meningkatnya risiko infeksi, serta dampak pada kondisi emosional anak.

CTA Banner Sparks Sports Academy - Kelas Olahraga

Perbedaan Growth Faltering dengan Stunting

Meski sering terdengar mirip, growth faltering dan stunting memiliki perbedaan. Berikut tabel perbandingannya. 

AspekGrowth FalteringStunting
PengertianPertumbuhan anak melambat, berat badan atau tinggi tidak naik sesuai usiaAnak lebih pendek dibanding standar usianya 
Lama TerjadiBersifat sementara jika segera ditanganiBersifat jangka panjang dan sulit ditangani
PenyebabKurang nutrisi, sering sakit, dan gangguan penyerapan makananKekurangan gizi lama, infeksi berulang, atau pola asuh kurang optimal
Cara MenyadariBisa terlihat dari pemantauan rutin berat dan tinggi anakTerlihat setelah tinggi anak jauh di bawah teman usianya
Tingkat PenyembuhanBisa membaik jika segera diberi makanan bergizi dan stimulasiSulit sepenuhnya dipenuhi jika sudah lama terjadi, tapi pertumbuhan masih bisa dibantu

Penyebab Terjadinya Growth Faltering pada Anak

Faltering growth bisa terjadi ketika pertumbuhan anak tidak sesuai harapan, meski asupan makan sudah cukup. Inilah beberapa penyebabnya sebagai berikut:

1. Asupan Gizi yang Kurang

Makanan yang tidak mencukupi, terutama protein, zat besi, dan vitamin bisa menghambat pertumbuhan anak. Nutrisi yang kurang berarti tubuh anak tidak punya gizi yang optimal.

2. Gangguan Kesehatan dan Infeksi Berulang

Penyakit seperti diare, TBC, atau infeksi saluran pernapasan berulang bisa mengurangi kemampuan tubuh menyerap nutrisi, sehingga pertumbuhan dapat terganggu.

3. Gangguan Pencernaan dan Alergi Makanan

Masalah pencernaan, seperti intoleransi laktosa atau alergi makanan bisa membuat nutrisi tidak terserap maksimal sehingga dapat berdampak pada pertumbuhan.

4. Pola Asuh dan Stimulasi yang Kurang

Stimulasi fisik dan mental serta pola asuh yang baik sangat penting. Kurangnya stimulasi ini bisa membuat pertumbuhan motorik dan kognitif anak terhambat.

5. Faktor Lingkungan dan Sosial Ekonomi

Keterbatasan akses ke makanan bergizi, sanitasi yang buruk, dan kondisi ekonomi menengah ke bawah dapat meningkatkan risiko growth faltering.

6. Kurang Aktivitas Fisik

Anak yang jarang bergerak atau kurang bermain secara aktif bisa mengalami pertumbuhan otot dan tulang yang tidak optimal. Aktivitas fisik bisa membantu hormon pertumbuhan bekerja lebih baik.

7. Masalah Psikologis dan Emosional

Stres, trauma, dan kurang perhatian dari orang tua juga dapat mempengaruhi nafsu makan dan metabolisme anak, sehingga berdampak pada pertumbuhan. 

Tanda-Tanda Anak Mengalami Growth Faltering 

Beberapa tanda yang bisa diperhatikan oleh orang tua jika anak mengalami faltering growth. 

  • Berat badan atau tinggi badan anak tidak naik sesuai usia atau bahkan menurun dalam beberapa bulan. 
  • Anak kurang nafsu makan atau terlihat tidak bersemangat saat makan. 
  • Pertumbuhan fisik anak, termasuk kurus atau lebih kecil dari anak sebayanya, terlihat jelas dibanding teman seusianya.
  • Perkembangan motorik atau kemampuan sosial anak terlihat lebih lambat.

Cara Mencegah Growth Faltering di Rumah 

Orang tua dapat melakukan cara sederhana di rumah untuk dapat membantu anak tumbuh secara optimal dan sehat, seperti ini.

1. Perhatikan Asupan Nutrisi

Pastikan anak mendapatkan makanan seimbang setiap hari, seperti protein, vitamin, dan mineral. Nutrisi yang cukup akan dapat membuat pertumbuhan anak optimal.

2. Rutin Memantau Pertumbuhan Anak

Jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter bila terlihat ada keterlambatan pertumbuhan. Pemantauan rutin dapat membantu orang tua cepat mengambil langkah bila ada masalah.

3. Pastikan Anak Aktif Bergerak

Aktivitas fisik penting untuk pertumbuhan tulang dan otot. Ajak anak bermain aktif di rumah atau mengikuti Kelas Gymnastic Anak di Sparks Sports Academy. Selain menyenangkan, kegiatan ini juga dapat membantu stimulasi pertumbuhan anak.

4. Ciptakan Lingkungan Positif

Kasih sayang, perhatian, dan stimulasi sosial di rumah sangat berpengaruh pada pertumbuhan anak. Lingkungan yang nyaman dapat membuat anak lebih bersemangat makan, belajar, dan bergerak.

5. Jaga Kesehatan dan Kebersihan

Terapkan pola hidup bersih, imunisasi lengkap, dan pemeriksaan kesehatan rutin. Mengurangi risiko infeksi berulang dapat membantu tubuh anak menyerap nutrisi lebih baik sehingga pertumbuhan lebih optimal.

CTA Banner Sparks Sports Academy - Kelas Olahraga

Tumbuh Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Growth faltering memang bisa terlihat sepele, tapi dampaknya cukup signifikan jika tidak segera ditangani. Dengan memperhatikan asupan nutrisi, stimulasi fisik, lingkungan yang positif, serta kebiasaan hidup sehat, orang tua bisa membantu anak tumbuh optimal. 

Selain nutrisi dan perhatian sehari-hari, aktivitas fisik juga sangat penting. Salah satu cara seru untuk mendukung pertumbuhan anak dengan mengikuti kelas di Sparks Sports Academy, ini dapat membantu perkembangan motorik dan kepercayaan diri anak. 

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%