Milenial parenting adalah gaya pengasuhan yang dilakukan oleh generasi Milenial (lahir sekitar 1981-1996) yang memiliki ciri khas berbeda dari generasi sebelumnya. Berbeda dengan generasi Baby Boomers atau X, gaya asuh orang tua Milenial dipengaruhi teknologi, akses informasi, dan perubahan pola hidup modern.
Sehingga, orang tua cenderung lebih demokratis dengan pembagian tanggung jawab ayah dan ibu yang lebih seimbang. Selain itu, orang tua menerapkan nilai-nilai mindfulness dan kecerdasan emosional agar mendorong anak pada kesadaran diri dan mengedepankan kesehatan mental.
Key Takeaways
- Milenial parenting menekankan komunikasi terbuka, keseimbangan peran orang tua, dan fokus pada kesehatan mental anak.
- Tantangan utama orang tua Milenial mencakup tekanan media sosial, waktu yang terbatas, ketidakstabilan finansial, dan pengaruh digital pada anak.
- Pengawasan yang konsisten dan bijak terhadap penggunaan teknologi anak menjadi kunci menjaga keamanan mereka.
- Dukungan lingkungan positif seperti Spark Sports Academy dapat membantu menstimulasi tumbuh kembang anak secara holistik.
Karakteristik Milenial Parenting
Seiring berjalannya waktu, pola pengasuhan mengalami perubahan mengikuti perkembangan zaman. Tak terkecuali generasi Milenial yang mulai melepaskan gaya pengasuhan otoriter dan kaku ala generasi Baby Boomers maupun generasi X.
Orang tua Milenial tumbuh di era pesatnya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Kondisi ini menuntut mereka untuk terbuka terhadap dunia digital seperti media sosial yang memudahkan manusia mengakses berbagai informasi dan ilmu pengetahuan hanya dalam satu genggaman.
Mereka mulai mengadopsi gaya parenting modern dengan tetap memegang nilai-nilai tradisional. Maka dari itu, Milenial parenting cenderung lebih terbuka dan komunikatif kepada anak. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang kental dengan hierarki dan menggunakan hukuman sebagai pembelajaran.
Gaya asuh otoritatif juga sangat sesuai dengan nilai-nilai yang mereka pegang. Penelitian Sekolah Tinggi Agama Islam Ibnu Rusyd Lampung menyebut bahwa pola ini mengombinasikan aturan jelas dan dukungan emosional yang memperhatikan emosi anak dengan tetap memberi batasan sehat.
Sehingga, tak heran anak tumbuh menjadi mandiri, percaya diri, dan bertanggung jawab. Sebagian pun menilai bahwa orang tua Milenial lebih memahami kebutuhan anak. Mereka suka mengikuti kajian tentang pengasuhan dan keluarga melalui WhatsApp, webinar, dan seminar sehingga wawasan mendidik anak semakin luas.
Dalam membagi peran rumah tangga pun demikian. Ayah dan ibu memiliki pembagian peran yang seimbang dan setara. Mereka lebih fleksibel untuk melakukan suatu pekerjaan, baik yang berhubungan dengan rumah tangga maupun karier.
Itu bisa tampak dari istri yang bekerja dan suami mengerjakan pekerjaan rumah. Mereka menciptakan keharmonisan rumah tangga dengan menjaga keseimbangan berdasar pada komunikasi bersama. Ini yang menjadi teladan bagi anak-anak ketika dewasa.
Baca: Permissive Parenting: Kenali Risiko dan Cara Mengatasinya
Tantangan Pola Asuh Milenial
Di balik kelebihannya, bukan berarti Milenial parenting lepas dari segala tantangan. Orang tua Milenial pasti memiliki tantangannya masing-masing, terlebih bila memiliki anak dari generasi Z atau Alpha yang lahir di tengah pesatnya teknologi. Adapun tantangan itu adalah sebagai berikut.
1. Tekanan Sosial Media
Hidup di era digital sangat berpengaruh bagi manusia, terlebih Milenial yang menemui masa tanpa internet sampai sosial media merajalela. Kondisi ini bisa membuat orang tua Milenial mudah dibombardir oleh saran parenting dari media sosial yang menunjukkan standar keluarga bahagia.
Informasi ini tak jarang membuat orang tua merasa gagal pada setiap pola asuh yang mereka berikan. Padahal, mereka sudah melakukan yang terbaik sesuai kemampuan dan kebutuhan anak. Orang tua menjadi sulit menyadari bahwa media sosial bukan kehidupan nyata yang bisa menjebak.
2. Sulit Membagi Waktu
Orang tua Milenial seringkali sulit membagi waktu antara karier, pekerjaan sampingan, dan keluarga. Mereka sibuk hingga hampir tidak pernah benar-benar istirahat, apalagi meluangkan waktu bermain bersama anak. Meskipun ada pilihan bekerja dari rumah, tetapi tak jarang malah membuat batasan semakin kabur sehingga sulit fokus ketika mengerjakan sesuatu.
3. Ketidakstabilan Finansial
Milenial parenting juga berhadapan dengan ketidakstabilan finansial yang nyata. Generasi Milenial tumbuh di tengah resesi yang membuat harga melambung tinggi, termasuk kebutuhan primer seperti tempat tinggal dan bahan pokok.
Biaya pendidikan dan day care anak tak kalah membuat cemas, sehingga mereka harus bekerja ekstra untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Ini yang membuat mereka sulit membagi waktu antara bekerja dan rumah karena tuntutan hidup semakin meningkat.
4. Menjaga Anak dari Pengaruh Media Sosial
Tantangan lain dari Milenial parenting adalah menjaga anak dari pengaruh besar media sosial. Adanya media sosial memang memudahkan berkomunikasi dan saling terhubung, tetapi sepaket dengan potensi kejahatan yang rentan terjadi.
Salah satu kejahatan yang rentan dialami anak-anak adalah cyber bullying, konten berbahaya, judi online, penipuan online, hingga eksploitasi seksual anak secara online. Game online yang anak-anak gunakan tak lepas dari dampak buruk. Oleh karena itu, orang tua perlu mengawasi penuh setiap aktivitas anak.
5. Kecemasan Masa Depan
Ketidakstabilan finansial, perubahan iklim, dan meningkatnya kejahatan online membuat orang tua merasa cemas akan masa depan. Mereka seringkali memikirkan tentang masa depan yang penuh dengan ketidakpastian demi memberikan ruang aman dan nyaman bagi generasi penerusnya.
Baca: 7 Tanda Anak Siap Ikut Kelas Olahraga, Orang Tua Wajib Tahu!
Lindungi Anak dengan Pola Asuh Terbaik
Beri anak pola asuh terbaik sesuai kebutuhan mereka di rumah. Milenial parenting merupakan salah satu cara untuk membuat anak lebih mandiri, percaya diri, dan memiliki kecerdasan emosional yang baik.
Pengasuhan terbaik juga bisa dilakukan di sekolah dengan sistem pembelajaran yang menstimulasi kemampuan sensorik. Spark Sports Academy menjadi pilihan tepat bagi keluarga yang ingin memberikan stimulasi positif untuk anak melalui aktivitas fisik yang terarah dan terpercaya.
Dengan pendekatan yang holistik dan instruktur berpengalaman, kami dapat membantu orang tua Milenial menemukan solusi praktis untuk mendukung tumbuh kembang anak tanpa mengabaikan keseimbangan hidup. Melalui program olahraga yang menyenangkan dan terstruktur, orang tua pun dapat mendukung anak tumbuh aktif, percaya diri, dan berdaya.







