Dalam dunia parenting, ada banyak sekali gaya pengasuhan yang diterapkan oleh orang tua, mulai dari yang gentle hingga terlalu protektif. Salah satu pola asuh yang cukup terkenal karena berdampak signifikan terhadap perkembangan anak adalah neglect parenting atau sering disebut sebagai uninvolved parenting.
Pola pengasuhan ini menunjukkan orang tua yang cenderung abai terhadap kebutuhan anak, baik secara emosional maupun fisik. Jika hal ini terus berlanjut, anak bisa merasa kurang dicintai bahkan hilang arah selama fase pertumbuhan. Oleh sebab itu, Anda perlu mengenali lebih dalam soal pola asuh neglect serta pengaruhnya ke anak berikut ini.
Key takeaways:
- Pola asuh neglect adalah ketika orang tua tidak banyak terlibat dalam kehidupan anaknya alias dominan acuh tak acuh.Â
- Karakteristik pola asuh neglect yaitu jarang memperhatikan perasaan anak, tidak menetapkan aturan, dan minim terlibat dalam aktivitas anak.Â
- Pengaruh pola asuh neglect pada anak menyebabkan mereka mudah cemas, berisiko memiliki masalah dalam berperilaku, dan prestasi menurun.Â
Apa Itu Neglect Parenting?
Neglect parenting adalah pola asuh ketika orang tua tidak banyak terlibat dalam kehidupan anaknya. Mengutip Verywell Mind, tipe orang tua seperti ini sering kali tampak pasif dalam merespons kebutuhan anak. Alhasil, anak harus belajar memenuhi kebutuhannya sendiri sejak dini tanpa mendapat arahan yang memadai dari orang tua.Â
Contoh dari pola asuh ini yaitu mengabaikan anak saat mereka mencoba berbicara dengan Anda, tidak menunjukkan minat pada kesukaan anak, berekspektasi bahwa anak bisa mengurus diri mereka sendiri, atau sering meninggalkan anak tanpa pengawasan.
Adapun faktor yang menyebabkan sebagian orang menerapkan pola pengasuhan ini tidak selalu karena sengaja. Orang tua yang sebelumnya juga dibesarkan dengan pola asuh neglect bisa jadi mengulang pola tersebut ke anaknya sendiri.
Selain itu, orang tua yang sibuk dengan masalah mereka sendiri, seperti penyalahgunaan zat atau masalah kesehatan mental, juga dapat menjadi alasan yang menghalangi mereka untuk menerapkan pola asuh peduli alih-alih cuek.
Baca: Dolphin Parenting: Ciri Pola Asuh, Kelebihan, dan Kelemahan
Karakteristik Neglect Parenting
Berikut adalah beberapa ciri khas perilaku orang tua yang menerapkan pola asuh neglect. Simak penjelasannya!
1. Jarang Memerhatikan Perasaan Anak
Orang tua dengan pola asuh ini cenderung tidak peka terhadap kondisi emosional anak. Mereka jarang menanyakan apa yang anak rasakan atau mendengarkan keluh kesahnya. Alhasil, mereka sering digambarkan sebagai figur yang dingin dan lalai terhadap anak mereka sendiri.
2. Tidak Menetapkan Aturan untuk Anak
Dalam keluarga yang menerapkan neglect parenting, batasan dan aturan jarang berlaku. Alhasil, anak dibiarkan untuk memutuskan segala sesuatu dengan sendirinya tanpa mendapat arahan yang jelas. Orang tua jarang menuntut atau bahkan tidak menuntut sama sekali ke anaknya.
3. Minim Terlibat dalam Aktivitas Anak
Karakteristik berikutnya dari tipe orang tua neglect adalah jarang menghadiri kegiatan anak, seperti acara sekolah atau ekstrakurikuler. Mereka sering absen dari momen-momen penting perkembangan anaknya, sehingga anak terbiasa tumbuh sendirian dan sulit menjalin kedekatan emosional dengan orang tuanya.
Baca: Parenting VOC: Pengertian, Ciri, dan Dampaknya terhadap Anak
Pengaruh Neglect Parenting ke Anak
Melansir Parents, Whitney Casares, seorang dokter anak, tidak merekomendasikan gaya pengasuhan neglect karena orang tua seringkali meremehkan perasaan anak-anak mereka dan cukup lalai. Berikut beberapa pengaruh negatif yang akan anak rasakan dari pola pengasuhan ini.Â
1. Mudah Merasa Cemas atau Stres
Anak yang tumbuh dengan sedikit perhatian atau dukungan emosional dari orang tuanya cenderung mudah merasa cemas atau stres. Bahkan tidak menutup kemungkinan anak akan mengalami masalah kesehatan mental seperti depresi.
2. Meningkatkan Risiko Perilaku Bermasalah
Orang tua yang minim terlibat dalam kehidupan anaknya berisiko membuat mereka terjun ke perilaku bermasalah. Contohnya seperti pencurian, merokok, atau minum-minuman keras karena terseret pergaulan bebas yang tidak terkontrol. Selain itu, bisa juga sebagai cara anak mencari perhatian dengan cara negatif.
3. Anak Sulit Mengekspresikan Emosi
Kurangnya kasih sayang dan perhatian yang orang tua curahkan kepada anaknya membuat anak tidak terbiasa mengekspresikan perasaannya dengan benar. Akibatnya, anak mengalami keterlambatan sosial hingga emosional. Tidak heran jika anak yang tumbuh di bawah pola asuh ini menjadi pribadi tertutup dan rendah diri.
4. Prestasi Akademik Menurun
Mengutip hasil penelitian pada jurnal EDUKASIA, neglectful parenting style memengaruhi emosi negatif anak usia 5-6 tahun dalam pembelajaran sebesar 30,2%. Hal ini menunjukkan orang tua yang mengabaikan pemberian dukungan ke anak dapat menghilangkan semangat belajar dan tidak fokus selama pembelajaran.
Baca: Permissive Parenting: Kenali Risiko dan Cara Mengatasinya
Sudah Tahu Apa Itu Neglect Parenting?
Setelah mempelajari neglect parenting beserta pengaruhnya ke anak, sebaiknya Anda menghindari pola asuh ini. Tipsnya adalah dengan mengikuti kelas parenting atau bertemu dengan terapi profesional jika Anda memiliki masalah kesehatan mental.
Selain itu, Anda juga bisa mendaftarkan anak ke Sparks Sports Academy yang memberikan ruang untuk berkembang melalui kegiatan olahraga positif yang mendukung mental dan fisiknya.Â
Di sini, anak-anak dapat membangun kepercayaan diri melalui kelas olahraga yang diminati serta melatih keterampilan sosial mereka bersama teman sebayanya. Daftarkan sekarang agar kebagian kuota promonya!







