Mengenal Newborn, Ciri, Perilaku, dan Tantangan Merawatnya

Mengenal Newborn: Ciri, Perilaku, & Tantangan Merawatnya

Table of Contents

Bagi banyak orang tua, memiliki newborn adalah momen penuh keajaiban sekaligus tantangan. Bayi baru lahir sendiri sedang beradaptasi dengan dunia luar. Karena itu, orang tua harus memahami setiap kebutuhannya agar tumbuh kembang si kecil berada di jalur yang tepat. Mari mengenali ciri, perilaku, dan tantangan memiliki bayi!

Key Takeaways:

  • Newborn atau neonatus merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan bayi pada rentang usia 0-28 hari.
  • Newborn mengalami adaptasi cepat, mulai dari ciri fisik hingga perilaku. Mengetahui tanda normalnya akan membantu orang tua merespons kebutuhan bayi dengan tepat.
  • Menyusu bisa menimbulkan berbagai tantangan, seperti sulit melekat, gumoh, atau bayi cepat lelah. Memahami masalah ini penting agar kebutuhan nutrisi terpenuhi optimal.

Pengertian Newborn

Menurut World Health Organization (WHO), istilah newborn atau neonatus digunakan untuk menggambarkan bayi pada rentang usia 0-28 hari pertama kehidupan. Pada fase ini, sistem pernapasan, pencernaan, dan imun akan mulai beradaptasi dari lingkungan kandungan ke dunia luar.

Sementara secara medis, fase ini dibagi menjadi dua masa penting, yakni neonatal dini (0-7 hari) dan neonatal lanjut (8-28 hari). Pembagian ini akan membantu para tenaga medis atau kesehatan untuk memantau risiko yang umumnya lebih tinggi dibandingkan minggu awal kelahiran.

Ciri-Ciri Fisik untuk Newborn

Pada masa awal kelahirannya, bayi akan menunjukkan berbagai tanda fisik yang mungkin terlihat asing bagi orang tua baru. Agar dapat membantu Anda memahami mana yang termasuk kondisi normal, berikut beberapa ciri fisik yang umum ada pada bayi baru lahir.

1. Bentuk Kepala dan Wajah

Kepala bayi yang baru lahir sering tampak lonjong atau sedikit pipih akibat proses persalinan. Bintik putih kecil (milia) dan rambut halus (lanugo) juga umum muncul pada wajah, dan keduanya akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu.

2. Kulit dan Warna Tubuh

Kulit newborn biasanya tampak kering, mengelupas, atau berubah warna. Tangan dan kakinya juga kadang terlihat kebiruan karena sistem sirkulasi darah belum stabil, kondisi ini normal selama beberapa hari pertama. Namun, jika terdapat ruam dan kulit tampak keunguan, Anda wajib waspada karena dapat menjadi tanda infeksi.

3. Adaptasi Fisiologi Tubuh

Bayi baru lahir memiliki denyut jantung lebih cepat, pernapasan kadang belum teratur, dan suhu tubuh mudah berubah. Ini merupakan tanda tubuhnya sedang menyesuaikan diri setelah keluar dari kandungan.

Perilaku Umum Newborn

Selain perubahan fisik, bayi baru lahir juga memiliki pola perilaku khas yang sering kali membuat orang tua kebingungan. Agar lebih mudah mengenali kebutuhan si kecil, berikut daftar perilaku umum yang biasanya muncul pada bayi baru lahir.

1. Pola Tidur Tidak Teratur

Bayi yang baru lahir bisa tidur 14-17 jam per hari, tetapi dalam waktu pendek dan terbagi-bagi. Mereka pada dasarnya belum mengenali siang-malam, sehingga tidur dan bangunnya terlihat acak.

2. Refleks Dasar Kuat

Bayi memiliki berbagai refleks bawaan, seperti refleks menggenggam, mengisap, hingga refleks kaget. Melansir Alodokter, bayi terlahir dengan gerakan refleks yang bahkan dapat dirinya lakukan saat tidur. Semua refleks ini menandakan sistem sarafnya sedang berkembang dan bekerja dengan baik.

3. Sering Menangis Sebagai Komunikasi 

Menangis adalah cara newborn menyampaikan kebutuhan, seperti lapar, ingin digendong, merasa tidak nyaman, atau ingin berada dekat dengan orang tuanya. Namun, bayi juga dapat menangis kencang sebagai refleks jika kaget karena mendengar suara keras. Intensitasnya akan lebih mudah dipahami seiring waktu. 

4. Gerakan Tubuh Tidak Terkoordinasi

Lengan dan kaki bayi sering bergerak tanpa pola. Ini adalah tanda bahwa kemampuan motoriknya masih berkembang dan akan semakin terarah dalam beberapa minggu ke depan.

Tantangan Umum Merawat Newborn

Dalam proses merawat bayi yang baru lahir, orangtua kerap kali menghadapi beberapa kendala. Berikut adalah 3 tantangan yang perlu Anda kenali dan perhatikan.

1. Bayi Sulit Melekat (Latching) Saat Menyusu

Mengutip HelloSehat, bayi memiliki refleks mengisap yang sudah berkembang di minggu ke 32 kehamilan dan matang di minggu ke 36. Namun, pada masa awal menyusu, sebagian bayi mungkin belum bisa melekat dengan benar akibat posisi yang kurang tepat atau kemampuan membuka mulut yang masih terbatas. 

Hal tersebut paling sering terjadi pada bayi prematur. Akibatnya, ASI tidak tersalurkan maksimal dan bayi cepat merasa lelah, sehingga diperlukan penyesuaian dan latihan atau pendampingan dari tenaga kesehatan.

2. Bayi Sering Gumoh Setelah Menyusu

Sistem pencernaan newborn masih berkembang, sehingga gumoh adalah hal yang sangat umum terjadi, terutama bila ia menelan udara saat menyusu atau tidak berada dalam posisi tegak setelah makan. Selama berat badannya tetap naik dan gumohnya tidak berlebihan, kondisi ini tidak perlu orang tua khawatirkan.

3. Perut Mudah Kembung atau Kolik

Beberapa bayi bisa mengalami kolik di usia awal, ditandai dengan menangis lama tanpa sebab yang jelas. Kolik sendiri bisa membuat proses menyusu terganggu. Pola menggendong, memijat perut secara lembut, atau menjaga posisi menyusu yang benar pun bisa membantu mengurangi gejala.

Sudah Memahami Tentang Newborn dan Cara Merawatnya?

Memahami fase awal kehidupan newborn akan membantu orang tua lebih siap menghadapi perubahan yang terjadi pada minggu-minggu pertama. Setiap ciri fisik, pola perilaku, dan tantangan nutrisi merupakan bagian dari proses adaptasi yang wajar, baik untuk si kecil maupun orang tua. 

Selain itu, ketika bayi mulai tumbuh, stimulasi dan aktivitas yang aman juga penting untuk mendukung perkembangan motorik dan sensoriknya. Demi mendukung proses tersebut, Spark Sports Academy menawarkan program pembinaan yang aman dan terarah bagi anak usia 1-7 tahun agar mampu mengeksplorasi gerak dan kemampuan tubuhnya.

Pendekatan ini menjadi lanjutan ideal setelah fase newborn, sehingga anak dapat tumbuh lebih aktif, percaya diri, dan siap berkembang. Yuk, kenali program lengkap Spark Sports Academy dan temukan aktivitas yang paling cocok untuk tumbuh kembang anak Anda!

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%