Beragam tuntutan hidup membuat orang tua rentan merasakan parent burnout, terutama di tengah rutinitas yang serba cepat dan tekanan ekonomi yang meningkat. Anda sebagai orang tua baru harus mewaspadainya karena kondisi ini sering datang diam-diam, tapi dampaknya bisa besar.
Kondisi ini bukan sekadar lelah biasa, tetapi kelelahan emosional dan mental yang bisa mempengaruhi cara mengasuh anak. Jika Anda merasakan hal serupa, memahami gejala dan cara mengatasinya bisa menjadi langkah pertama untuk kembali merasa stabil.
Key Takeaways
- Parent burnout adalah kelelahan fisik, mental, dan emosional akibat tekanan pengasuhan tanpa dukungan yang memadai.
- Gejala utamanya meliputi kelelahan ekstrem, keterlibatan emosional yang menurun dengan anak, dan hilangnya rasa menikmati peran sebagai orang tua.
- Penyebab utamanya berasal dari beban pengasuhan berlebih, minimnya dukungan, dan tuntutan menjadi “orang tua sempurna.”
- Mengatasinya membutuhkan istirahat cukup, berbagi peran, menerima batas diri, memberi waktu untuk me time, dan mencari bantuan profesional bila perlu.
Apa Itu Parent Burnout?
Parent burnout, yang juga terkenal dengan istilah parental burnout, adalah kondisi kelelahan fisik, mental, dan emosional yang orang tua rasakan akibat tekanan pengasuhan yang terus-menerus tanpa cukup dukungan, baik secara fisik, sosial, dan emosional.
Kondisi ini tidak sama dengan stres biasa atau kelelahan kerja (job burnout). Sebab, kelelahan dan stres akibat mengasuh anak terjadi karena adanya tuntutan secara terus-menerus terkait peran sebagai orang tua serta kerap melibatkan perasaan gagal.
Gejala Parent Burnout
Dalam penelitian yang berjudul “Parental Burnout: What Is It, and Why Does It Matter?”, gejala utama dari kondisi ini adalah sebagai berikut.
- Perasaan sangat kelelahan meskipun memiliki waktu istirahat atau tidur yang cukup.
- Merasa jauh secara emosional dengan anak. Maksudnya, Anda hadir secara fisik, tapi tidak secara emosional.
- Tidak lagi menikmati peran sebagai orang tua, merasa ingin “melarikan diri” dari peran dan tanggung jawab sebagai orang tua.
- Gejala fisik bisa berupa gangguan tidur, sakit kelapa, dan daya tahan tubuh yang mudah menurun.
Penyebab dan Faktor Risiko Parent Burnout
Setelah mengetahui tanda-tanda munculnya parental burnout, Anda juga perlu tahu faktor penyebabnya. Berikut ini beberapa di antaranya.
- Memiliki banyak anak, anak dengan kebutuhan khusus, atau jarak usia antar anak yang cenderung jauh membuat beban tanggung jawab sebagai orang tua terlalu berat.
- Kurangnya bantuan dari orang lain secara emosional dan dalam menjalankan peran sebagai orang tua juga bisa membuat kelelahan parah.
- Orang tua merasa ingin menjadi “orang tua sempurna” dan menolak menerima bahwa apa yang telah dilakukan sudah cukup baik.
- Tuntutan di lingkungan sekitar terus meningkat, namun kapasitas orang tua dalam mengatasinya tetap atau bahkan menurun.
Cara Mengatasi Parent Burnout
Berikut adalah langkah-langkah sederhana yang bisa langsung Anda praktekkan untuk memulihkan energi dan mengurangi stres akibat mengasuh anak.
- Prioritaskan istirahat dan tidur yang cukup.
- Libatkan pasangan, keluarga besar, teman, atau komunitas untuk membantu Anda dalam menjalankan tugas sebagai orang tua. Dengan begitu, Anda tidak merasa sendirian.
- Belajar menerima bahwa Anda “cukup” menjadi orang tua yang baik.
- Jadwalkan waktu me time dengan melakukan aktivitas yang bisa memberi energi ulang atau recharge. Misalnya dengan berlibur, melakukan hobi ringan, atau sekadar beristirahat tanpa harus merasa bersalah.
- Pastikan pasangan atau partner co-parenting Anda berbagi beban serta selalu komunikasikan hal apa saja yang membantu dan menjadi tekanan.
- Jika perlu, Anda bisa meminta bantuan konselor atau psikolog untuk membantu mengevaluasi kondisi serta memberi saran dan strategi secara lebih spesifik.
Hindari Parent Burnout dengan Pilih Pendidikan Terbaik untuk Anak
Menghadapi parental burnout bukanlah perkara kecil, namun bukan juga sesuatu yang tidak bisa Anda ubah. Dengan memahami gejala, faktor risiko, dan strategi secara tepat, Anda bisa mengembalikan keseimbangan serta menikmati kembali peran sebagai orang tua.
Apabila Anda mencari tempat yang mendukung anak aktif bergerak, mengembangkan diri, dan bersosialisasi; daftarkan mereka ke Spark Sports Academy. Ini adalah tempat terbaik agar anak memperoleh berbagai aktivitas olahraga dan bersosialisasi secara positif.
Dukung tumbuh kembang anak melalui stimulasi sensorik dan aktivitas fisik. Menjadi bagian dari Spark Sports Academy akan menjadi investasi terbaik untuk masa depan buah hati Anda.







