Parenting Adalah Fondasi Penting dalam Membangun Anak yang Bahagia, Mandiri, dan Berkarakter

Parenting Adalah Fondasi Penting dalam Membangun Anak yang Bahagia, Mandiri, dan Berkarakter

Table of Contents

Menjadi orang tua sering kali disebut sebagai “pekerjaan seumur hidup yang tidak memiliki panduan resmi. Banyak orang tua belajar parenting sejak anak lahir, padahal jika sudah paham sejak awal dapat meminimalisir banyak konflik dan kebingungan dalam pengasuhan.

Ketika parenting dilakukan tanpa dasar ilmu, orang tua berisiko mengasuh anak berdasarkan emosi sesaat atau pola lama yang tidak relevan dengan zaman sekarang.

Lalu, apa sebenarnya makna parenting, mengapa penting dipahami sejak dini, dan bagaimana cara menerapkannya dengan tepat? Di artikel ini akan dibahas secara rinci dan mudah dipahami.

Pentingnya Memahami Parenting Sebelum Berkeluarga

Parenting atau pengasuhan anak adalah proses yang melibatkan aktivitas, sikap, dan tanggung jawab orang tua dalam mendidik, membimbing, serta membentuk kepribadian dan mental anak agar menjadi individu yang sehar, mandiri, dan bertanggung jawab.

Memahami ilmu parenting sebelum memutuskan untuk memiliki anak adalah hal yang penting. Menurut studi Journal of Early Human Development, orang tua yang sudah memiliki ilmu parenting akan lebih siap secara emosional dan mental dalam menghadapi tantangan yang muncul selama proses pengasuhan.

Orang tua akan memahami bahwa setiap anak memiliki karakter yang unik dan memerlukan pendekatan yang berbeda. Dengan mengetahui ilmu ini terlebih dahulu, orang tua bisa mencegah kesalahan dalam pengasuhan yang berpontensi mengganggu mental anak.

Memahami ilmu parenting juga membantu orang tua menciptakan lingkungan yang positif, aman, dan nyaman bagi anak.

Tujuan Utama Parenting

Orang tua pasti ingin anaknya tumbuh bahagia dan sukses. Parenting adalah salah satu kunci sukses untuk mewujudkan anak tumbuh optimal secara fisik, emosional, dan sosial.

Tujuan utamanya adalah sebagai berikut

  • Membentuk kepribadian: Mengembangkan anak menjadi lebih pribadi yang baik, berkarakter, dan memiliki mental yang sehat, termasuk mengelola emosi.
  • Mencapai kemandirian: Mengajarkan anak dengan keterampilan hidup agar bisa tumbuh menjadi probadi yang mandiri dan bertanggung jawab.
  • Menciptakan kebahagiaan: Membangun lingkungan yang positif, aman, dan nyaman agar anak dapat memenuhi perasaan bahagia dan percaya diri.

Prinsip Parenting

Mom/Dad harus membayangkan anak adalah kertas putih kosong yang dapat dihias dengan berbagai tulisan atau coretan. Hiasan itu bisa menjadi indah atau malah tidak beraturan tergantung dari Mom/Dad mengasuhnya.

Berikut ini adalah prinsip yang bisa ditetapkan:

1. Menjadi Teladan yang baik

Sikap keteladanan Mom/Dad sangat dibutuhkan oleh anak zaman sekarang. Dengan mudahnya konten negatif masuk melalui media sosial, Mom/Dad perlu memberikan teladan yang baik dalam bertutur dan bersikap. Jika sudah diterapkan dengan baik, anak akan tumbuh menjadi teladan yang baik, dan memiliki karakter yang positif.

2. Tidak Memanjakan Anak

Ingin memanjakan anak adalah hal yang wajar, tapi jangan berlebihan. Jika anak terlalu dimanja, maka anak Mom/Dad tidak akan tumbuh menjadi anak yang mandiri dan percaya diri.

3. Berikan Quality Time

Mom/Dad bisa luangkan waktu khusus yang cukup pada anak. Dengan itu, anak bisa tumbuh menjadi sosok yang berkelakuan baik arena mendapat kasih sayang dan perhatian yang cukup.

Cara Parenting yang Baik

Memahami konsep saja tidak cukup jika tidak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Parenting yang baik terlihat dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Berikut adalah cara terbaik yang bisa diterapkan:

1. Samakan Pola Parenting antara Ibu dan Ayah

Parenting tidak hanya dilakukan oleh ibu saja, tetapi ayah juga harus melakukannya. Jangan sampai memakai pola yang berbeda antara ibu dan ayah. Jika berbeda maka polanya tidak akan efektif.

2. Orang tua Sebagai Cermin Utama

Anak adalah peniru yang ulung. Mereka lebih melihat apa yang dilakukan orang tuanya daripada apa yang dikatakan. Mom/Dad bisa menunjukan kebiasaan positif secara langsung, seperti budaya mengucap tolong, terima kasih, maaf, bersikap jujur, serta menjunjung toleransi.

3. Kendalikan Emosi di Depan Anak

Mom/Dad perlu mengontrol emosi agar tidak terlalu meledak saat marah di depan anak. Perilaku kasar atau bentakan akan dianggap reaksi yang benar oleh anak, sehingga mereka berisiko meniru sikap tersebut.

4. Ganti Ancaman dengan Penjelasan Konsekuensi

Menakuti anak dengan ancaman tidak akan mengajarkan kebaikan, malah bisa membuat mereka kesal dan merasa bahwa mengancam adalah cara mendapatkan keinginan. Gunakan pendekatan yang lebih logis dengan memberikan pilihan atau menjelaskan konsekuensi positif dari sebuah tindakan.

5. Validasi dan Kelolas Perasaan Anak

Ajari anak untuk mengenali dan menerima emosinya, baik itu sedih, kecewa, maupun marah. Membiarkan anak mengekspresikan perasaanya (misalnya menangis saat sedih) sangat penting agar mereka bisa belajar mengelola emosi tersebut, sehingga tumbuh menjadi pribadi yang tanggu secara mental.

6. Ekspresikan Kasih Sayang dan Apresiasi

Tunjukan rasa sayang melalui kontak fisik (pelukan/ciuman) dan quality time. Selain itu, berikan apresiasi dan tunjukan rasa bangga atas usaha yang dilakukan si anak, tanpa mempedulikan hasil akhirnya. Hal ini sangat efektif untuk meningkatkan rasa percaya diri dan kepatuhan anak.

7. Hindari Ekspektasi Berlebih

Setiap anak memiliki keunikan dan batasan yang berbeda-beda. Mom/Dad jangan memaksakan kehendak atau menuntut hasil yang sempurna. Itu akan memberikan tekanan mental pada anak dan memicu stress. bersikaplah fleksibel dan sesuaikan harapan dengan kemampuan serta tahap perkembangan anak.

Aspek Penting dalam Parenting

Parenting adalah proses menyeluruh yang mencakup berbagai aspek kehidupan anak. Beberapa aspek pentingnya adalah sebagai berikut:

  • Aspek emosional: bagaimana orang tua merespons perasaan anak
  • Aspek sosial: kemampuan anak berinteraksi dengan orang lain
  • Aspek moral: nilai dan etika yang ditanamkan sejak dini
  • Aspek kognitif: dukungan terhadap kemampuan berpikir dan belajar
  • Aspek fisik: pemenuhan kebutuhan dasar dan kesehatan anak

Ketika semua aspek tersebut terpenuhi secara seimbang, anak akan tumbuh dengan fondasi yang kuat.

Jenis-Jenis Parenting

Terdapat berbagai macam jenis Parenting yang bisa diterapkan Mom/Dad. Psikolog Diana Baumrind mengidentifikasi empat jenis parenting berdasarkan tingat responsif dan tuntutan orang tua.

1. Parenting Otoritatif (Tegas Penyayang)

Gaya ini adalah yang paling ideal karena menyeimbangkan peraturan dengan kasih sayang. Mom/Dad harus punya aturan beserta alasan yang jelas agar anak bisa mendengarkannya. Hasilnya nanti anak akan memiliki kepribadian yang percaya diri, madiri, bertanggung jawab, dan punya hubungan sosial yang baik.

2. Parenting Otoriter (Serba Mengatur & Kaku)

Gaya ini fokus pada kepatuhan total tanpa kompromi. “Pokoknya harus nurut!” ini adalah jenis parenting orang tua yang banyak menuntut, sering menghukum, dan jarang menunjukan kehangatan atau mendengar alasan anak. Hasil dari jenis ini adalah anak memang menjadi disiplin, tapi cenderung cemas, kurang percaya diri, dan takut mengambil keputusan sendiri.

3. Parenting Permisif (Terlalu Dimanjakan)

Ciri-ciri parenting jenis ini adalah orang tua sangat sayang dan supportif sehingga sulit berkata tidak kepada anaknya karena takut nanti anak akan marah atau kecewa. Jenis ini akan membuat anak menjadi kurang disiplin, impulsif, dan sulit mengikuti peraturan di lingkungan luar.

4. Parenting Tidak Terlibat (Abai)

Orang tua cenderung kurang hadir dala kehidupan anak. Tidak memberikan aturan, tapi tidak memberikan kasih sayang kepada anak. Hal ini disebabkan karena orang tua terlalu sibuk atau memiliki masalah pribadi. Kalau memakai cara ini anak akan merasa tidak dipedulikan, berisiko mengalami depresi, harga diri renda, dan sulit menjalin hubungan sehat dengan orang lain.

Baca juga: Parenting VOC: Pengertian, Ciri, dan Dampaknya terhadap Anak

Tips Memilih Gaya Parenting

Memilih gaya parenting yang cocok memang membingungkan karena terlalu banyak istilah baru. Daripada terjebak pada istilah-istilah tersebut, Mom/Dad harus fokus pada hal-hal mendasar seperti:

  • Komunikasi adalah kunci: Mom/Dad harus memahami karakter unik anak dari pada mengikuti teori atau membandingkan diri dengan orang lain.
  • Disiplin Positif: Disiplin bukan berarti menghukum atau memukul, melainkan mengajar dan melatih. Gunakan pendekatan yang saling menghargai agar anak merasa aman.
  • Kehadiran dan Empati: Perlakukan anak sebagaimana Mom/Dad ingin diperlakukan saat masih kecil dulu, seperti ingin didengar, dimengerti, dan diperhatikan.

Menjadi orang tua adalah proses belajar yang terus menerus. Mom/Dad harus memberntuk anak dengan kasih sayang, perhatian, kehadiran nyata.

Parenting adalah perjalanan panjang yang penuh tantangan, pembelajaran, dan proses bertumbuh anak dan orang tua. Dengan memahami konsep parenting orang tua bisa melahirkan fondasi kuat untuk anak.

Tetapi, parenting tidak cukup jika diterapkannya di rumah saja. Anak juga membutuhkan lingkungan yang mendukung perkembangan karakter, kepercayaan diri, dan kemampuan sosialnya sejak dini.

Jika Mom/Dad ingin mendukung proses mengasuh anak secara optimal melalui aktivitas yang terarah, positif, dan menyenangkan, Sparks Sports Academy bisa menjadi pilihan. Program di Sparks Sports Academy dirancang untuk membantu anak belajar disiplin, kerja sama, dan percaya diri melalui aktivitas olahraga yang menyenangkan.

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%