Gaya Parenting ala Rasulullah yang Patut Diteladani

Gaya Parenting ala Rasulullah yang Patut Diteladani

Table of Contents

Rasulullah menjadi suri teladan umat Islam di seluruh dunia yang memiliki metode mendidik anak penuh kebijaksanaan dan kasih sayang. Tidak heran, gaya parenting ala Rasulullah SAW sering menjadi rujukan banyak orang tua dalam membesarkan anak dengan nilai-nilai akhlak yang baik.

Karakteristik pendidikan ala Nabi Muhammad SAW selalu dekat dengan nilai kebaikan dan ketaatan. Rasulullah tidak hanya mengajarkan sesuatu kepada anak, tetapi juga memberi contoh nyata dalam setiap ucapan dan perbuatannya. Lantas, sebenarnya bagaimana parenting ala Nabi SAW menjadi inspirasi umat di seluruh dunia?

Key Takeaways

  • Gaya parenting ala Rasulullah SAW penuh dengan kebijaksanaan dan kasih sayang yang dekat dengan nilai kebaikan. Nabi SAW tidak hanya mengajarkan, melainkan memberi contoh nyata dalam setiap perbuatan dan perkataannya.
  • Salah satu cara mendidik ala Nabi Muhammad SAW adalah menanamkan nilai-nilai Islam sejak dini, mengajarkan sesuatu secara bertahap, bersikap adil dan tidak membeda-bedakan, serta tidak meninggikan suara ketika menasehati.
  • Nabi SAW juga sangat paham bahwa kemampuan setiap anak itu berbeda-beda. Jadi, beliau mengajarkan sesuatu dengan menyesuaikan tingkat keilmuan dan pemahaman agar mudah diterima. Tak lupa, beliau selalu memberi teladan dan mendoakan anak setiap saat.

Gaya Parenting ala Rasulullah yang Jadi Teladan

Mendidik anak bukan hanya soal memberi aturan, tetapi juga menanamkan nilai dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini beberapa prinsip parenting ala Rasul yang dapat Anda teladani sebagai orang tua.

1. Menanamkan Islam Sejak Dini

Dalam mendidik anak, Rasulullah SAW selalu mengutamakan pengajaran tentang nilai tauhid atau pengesaan Allah SWT. Nabi Muhammad SAW mulai mengenalkan konsep keesaan Allah SWT secara sederhana, salah satunya melalui pembiasaan mengucapkan kalimat Laa ilaha illa Allah (tahlil). 

Metode ini tertuang dalam hadis riwayat Al-Baihaqi dari Ibnu Abbas. Rasulullah SAW memerintahkan setiap orang tua untuk mengajarkan anak-anak mengucapkan kalimat pertama, yaitu Laa ilaha illa Allah

Selain itu, Rasulullah SAW mengajarkan kepada anak-anak tentang tauhid melalui materi dan praktik mendalam. Contohnya, ketika ingin meminta sesuatu atau menghadapi kesulitan, maka anak harus memohon kepada Allah SWT. Anak juga harus menjaga syariat Allah SWT dengan mematuhi segala perintah dan menjauhi larangan.

2. Mengajarkan Sesuatu secara Bertahap

Pakar Ilmu Hadis Indonesia, Prof. Ali Mustafa Ya’qub, dalam bukunya berjudul “Sejarah dan Metode Dakwah Nabi” menyebutkan bahwa ketika mengajarkan sesuatu, Rasulullah SAW melakukannya secara bertahap agar ilmunya mudah terserap dengan baik sebelum memasuki tingkat berikutnya.  Ini yang namanya At-Tadarruj.

Metode ini terbukti efektif menghilangkan tradisi jahiliyah secara perlahan dan mengajak masyarakat untuk beriman kepada Allah SWT. Sebab, At-Tadarruj memberi metode pengajaran yang lebih terstruktur dan sangat memperhatikan kapasitas serta kesiapan murid.

3. Bersikap Adil dan Tidak Membedakan

Rasulullah SAW adalah sosok yang sangat menyayangi anak-anak. Kasih sayang beliau tidak pernah memandang suku, ras, maupun status sosial. Bahkan, beliau sangat menghargai anak kecil siapa pun itu.

Gaya parenting ala Rasulullah SAW menekankan sifat adil kepada semua anak. Suatu hari, beliau pernah menegur seorang ayah yang memberi hadiah hanya kepada salah satu anaknya. Lalu, beliau bersabda dalam hadis riwayat Imam Bukhari “Bertakwalah kepada Allah, lalu berlaku adillah di antara anak-anakmu.

Rasulullah SAW meminta agar orang tua berlaku adil kepada semua anak agar tidak menimbulkan kecemburuan dan rasa tidak dihargai dalam keluarga.

4. Tidak Membentak Anak

Ketika menasihati anak, sebaiknya lakukan dengan lembut dan penuh kasih sayang namun tetap tegas. Ini yang Rasulullah SAW lakukan semasa hidupnya, tidak pernah meninggikan suara kepada siapa pun, termasuk anak-anak.

Seperti semasa kecil Sayyidina Anas bin Malik yang tidak pernah diperlakukan kasar oleh Rasulullah SAW selama mengabdi sepuluh tahun lamanya. Nabi SAW tidak pernah mencaci, membentak, atau bahkan bermuka masam sekali pun kepada Sayyidina Anas saat ia tidak mau mendengarkan perintahnya.

Nabi SAW hanya mengingatkan secara berulang apa yang diperintahkan sampai Sayyidina Anas benar-benar mau melakukannya. Membentak dan meninggikan suara dapat mengganggu perkembangan otak, terutama pada bagian yang berkaitan langsung dengan pengendalian emosi dan kemampuan belajar.

5. Memahami Kemampuan Setiap Anak

Ketika mengajarkan sesuatu, Rasulullah SAW sangat memperhatikan kemampuan setiap orang, termasuk anak-anak. Beliau memahami bahwa setiap anak memiliki background, tingkat pemahaman, dan cara belajar yang berbeda-beda.

Hal ini tercantum pada sebuah hadis riwayat Imam Ad-Dailami dari Ibnu Abbas. Rasulullah SAW bersabda, “Kami (para nabi) diperintahkan untuk berbicara kepada manusia menurut kemampuan akal mereka.”

Misalnya, ketika Nabi Muhammad SAW berbicara kepada orang Badui, beliau menyesuaikan diri dengan tingkat pemahaman mereka. Begitu pula saat berinteraksi dengan anak-anak, Rasulullah SAW akan menyesuaikan diri dengan usia dan kemampuan mereka.

6. Memberi Contoh pada Anak

Rasulullah SAW menjadi suri tauladan bagi siapa pun, khususnya anak-anak karena akhlaknya yang selalu mencerminkan kebaikan. Semasa hidupnya, Rasulullah SAW tidak hanya tegas menegakkan aturan, tetapi memberi contoh nyata melalui perilaku maupun perkataan.

Tidak pernah sekali pun Rasulullah SAW memberi contoh tidak baik. Apa yang beliau perintahkan, sejatinya itu juga yang beliau lakukan. Nabi sangat memahami bahwa anak adalah peniru ulung, sehingga membutuhkan panutan yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Mari Teladani Gaya Parenting ala Rasulullah dalam Keluarga

Meneladani gaya parenting ala Rasulullah berarti menanamkan nilai-nilai kebaikan untuk membentuk generasi penerus yang berakhlak mulia dan berkarakter kuat. Sebagai orang tua, Anda perlu memberi teladan yang baik sehingga anak dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu hal penting yang tidak boleh Anda lewatkan adalah memberi pendidikan terbaik yang mampu mengasah kemampuan anak demi tumbuh kembangnya di masa mendatang. Sparks Sport Academy hadir dengan berbagai kelas yang mampu mendorong kemampuan kognitif, sosial, emosional, bahasa, dan motorik anak.

Bersama tenaga pengajar berpengalaman, anak Anda akan melakukan aktivitas fisik yang kreatif dan menyenangkan sesuai tahap usianya. Yuk, segera daftarkan buah hati sekarang juga!

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%