Parenting gen alpha menjadi pembahasan utama dikalangan Mom/Dad karena anak tumbuh berdampingan dengan teknologi sejak usia dini. Generasi alpha yang lahir mulai dari 2010 ke atas memiliki karakter, pola pikir, dan tantangan yang sangat berbeda dibanding generasi sebelumnya. Di kondisi ini menuntut Mom/Dad untuk menyesuaikan pola asuh agar anak tetap berkembang secara optimal, baik secara emosional, sosial, maupun kecerdasan.
Karakter Personal Gen Alpha
Gen Alpha dikenal dengan generasi yang dekat dengan digital. Mereka cepat belajar, adaptif, namun memiliki tantangan tersendiri dalam hal emosi dan interaksi sosial.
Karakter Positif Gen Alpha
Beberapa karakter positif gen alpha yang menonjol seperti:
- Cepat beradaptasi dengan teknologi.
- Rasa ingin tahu tinggi, khususnya terhadap hal-hal visual dan interaktif.
- Berpikir kreatif dan inovatif karena terbiasa mencari solusi lewat eksplorasi.
- Lebih terbuka terhadap perbedaan karena terbiasa dengan informasi global.
Karakter Negatif Gen Alpha
Di sisi lain, gen alpha juga memiliki karakter negatif yang perlu diperhatikan Mom/Dad:
- Menginginkan semua serba instan dan kurang menghargai sebuah proses.
- Individualis dan kurang sosialisasi karena terlalu fokus dengan teknologi/gadget.
- Terlalu bergantung pada gadget untuk beraktivitas sehari-hari.
Kenapa Cara Parenting Gen Alpha Berbeda?
Cara parenting gen alpha sangat berbeda dari generasi sebelumnya karena meraka adalah digital native sejak lahir. Gadget, internet, dan teknologi lainnya menjadi bagian dari keseharian mereka yang membentuk pola berpikir dan berinteraksi.
Perbedaan ini juga memengaruhi pola belajar dan perilaku anak. Gen alpha lebih mudah memahami informasi melalui visual yang interaktif karena sudah terbiasa dengan teknologi.
Gen alpha juga memiliki rentang fokus yang lebih pendek dari generasi sebelumnya. Oleh karena itu, pendekatan belajar yang seru dan bervariatif sangat penting agar relevan dan anak tidak mudah bosan.
Baca juga: Gen Alpha: Tantangan Baru Membesarkan Anak di Dunia yang Berubah Cepat
Cara Parenting Gen Alpha yang Efektif
Menerapkan parenting gen alpha tidak berarti membebaskan anak sepenuhnya, melainkan mendampingi agar anak merasa dihargai. Berikut adalah cara sederhana yang bisa diikuti Mom/Dad:
1. Digital Mentorship
Saat ini, Mom/Dad tidak bisa lagi hanya membatasi screen time. Gen alpha perlu mentor digital untuk membimbingnya. Mom/Dad bisa ajari anak mencari informasi secara kritis, membedakan hoax ddari fakta, dan bersikap etis di dunia maya. Dorong anak untuk berkreasi dengan gadget daripada hanya mengonsumsi konten pasif.
2. Emotional Coaching dan Fleksibilitas
Seringnya terpapar dengan informasi membuat gen alpha membutuhkan validasi emosional. Menurut psikolog Dr. Laura Markham, melalui konsep peaceful parent, emotional coachig melibatkan pengakuan dan penerimaan emosi anak seperti “Mom/Dad tahu kamu kesal”, sebelum mencoba memperbaiki perilaku. Ini akan membangun kecerdasan emosional pada anak.
3. Future-Proofing Mindset
Dunia gen alpha akan didominasi oleh pekerjaan yang belum ada. Mom/Dad harus menanamkan skill utama seperti kemampuan belajar metakognisi, adaptasi, dan kreativitas. Fokuslah pada proses anak, bukan hanya hasil. Dorong mereka untuk mencoba hal bari dan menerima kegagalan sebagai data yang harus dievaluasi.
4. Keseimbanga Online dan Offline
Meski gen alpha terbiasa dengan dunia digital, mereka tetap butuh koneksi fisik yang kuat dengan orang lain. Mom/Dad bisa menjadwalkan anak waktu tanpa gadget. Libatkan mereka dengan kegiatan fisik luar ruangan dan membantu tugas-tugas rumah tangga untuk menumbuhkan tanggung jawab dan keterampilan hidup nyata.
5. Menjadi Contoh yang Baik
Gen alpha memerluka sosok yang ingin mereka tiru. Apa yang mereka lihat sejak dini, itulah yang akan mereka tiru di masa depan. Oleh karena itu, Mom/Dad bisa mencontohkan hal-hal baik seperti mengekspresikan kasih sayang, bekerja keras, dan disiplin.
6. Menciptakan Lingkungan Keluarga yang Positif
Mom/Dad perlu menciptakan lingkungan keluarga yang positif karena di pendidikan pertama anak adalah di lingkungan keluarga. Mom/Dad bisa membuat lingkungan keluarga harmonis agar anak bisa merasa aman dan nyaman sehingga anak timbuh menjadi pribadi yang penuh dengan kasih sayang.
7. Gunakan Pendekatan Visual dan Interaktif
Cara mendidik gen alpha paling mudah adalah dengan visual dan interaktif. Mom/Dad bisa menyajikan pembelajaran singkat (micro-learning) sekitar 10-15 menit seperti video edukasi dan kuis ringan agar anak tetap fokus.
Mengganti metode secara berkala, misalnya dari video ke diskusi singkat atau stimulasi, membuat anak tetap fokus dan tidak bosan.
8. Ajari Regulasi Emosi
Mom/Dad bisa mengajari anak yang ekspresif dan mandiri dengan kemampuan regulasi emosi. Kenalkan anak dengan nama-nama emosi dan cara mengatasinya. Dampingi anak saat menghadapi situasi sulit dan beri dukungan hingga anak mampu mengelola emosinya sendiri.
9. Kenali Minat dan Bakat Anak
Gen alpha memiliki potensi karena meraka memiliki banyak referensi dari penggunaan teknologi. Mom/Dad bisa mulai menganalisis dan mengenali minat dan bakat anak sejak dini. Selalu dukung jika anak menunjukan minat dan bakatnya, baik di bidang seni, teknologi, maupun akademik.
10. Bangun Komunikasi Dua Arah
Mom/Dad bisa mengajak anak untuk berdiskusi tentang peraturan di rumah seperti membatasi screen time anak. Dengarkan anak berpendapat agar anak merasa dihargai dan jangan menerapkan aturan tanpa alasan yang jelas.
Parenting gen alpha memerlukan pendekatan yang adaptif, komunikatif, dan relevan dengan dunia digital. Dengan memahami karakter dan menerapkan pola asuh yang tepat, Mom/Dad bisa membantu anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, tanggung, dan seimbang di tengah pesatnya perkembangan teknologi.







