Tidak Selalu ADHD! 7 Penyebab Anak Hiperaktif

Tidak Selalu ADHD! 7 Penyebab Anak Hiperaktif

Table of Contents

Anak yang hiperaktif sering kali tidak disukai orang lain karena dinilai nakal. Padahal, sikap tersebut bisa ada karena alasan lain yang lebih kompleks, seperti ADHD. Namun, itu bukan faktor mutlak, anak hiperaktif belum tentu mengidap ADHD. Lantas, apa penyebab anak hiperaktif? Apakah masih normal atau ada gangguan? Yuk, cari tahu!

Key Takeaways:

  • Hiperaktif merupakan perilaku yang ditandai dengan tubuh yang cenderung terus bergerak dan melakukan kegiatan yang cenderung berulang dan tidak memiliki tujuan khusus.
  • Penyebab anak hiperaktif tidak hanya karena ADHD, tetapi juga disebabkan oleh faktor lain, seperti stres, adanya gangguan mental, hingga karena makanan.
  • Mengajak anak melakukan hal atau aktivitas positif dapat membantu mereka mengatasi perilaku hiperaktif. 

7 Penyebab Anak Hiperaktif 

Hiperaktif adalah kondisi di mana seseorang merasa sangat bersemangat dan menunjukkan perilaku yang berlebihan. Selain karena ADHD, ada banyak faktor lain yang membuat anak hiperaktif. Lalu, apa penyebab anak hiperaktif? Berikut ulasan lengkapnya.

1. Anak Mengalami Stres

Stress merupakan keadaan yang dapat dialami oleh siapa saja, tidak hanya orang dewasa. Melansir Parents, baik itu permanen atau karena perubahan mendadak, anak-anak seringkali menjadi hiperaktif ketika mereka mengalami peristiwa yang penuh tekanan. Bahkan jika peristiwa tersebut sebenarnya tidak berkonotasi negatif. 

Misalnya saat anak mulai masuk taman kanak-kanak, pindah ke lingkungan rumah baru yang lebih baik, dan mendapatkan adik. Selain itu, anak juga dapat merasakan stres yang orang tua alami, entah itu karena keuangan atau hubungan. Karena itu, Anda harus memastikan anak memiliki dukungan yang cukup agar mereka merasa aman.

2. Masalah Emosional atau Kesehatan Mental 

Faktor penyebab anak hiperaktif lainnya adalah karena kondisi mental atau emosional yang tidak baik. Masalah tersebut nantinya akan mengarah ke gangguan perilaku anak.

Contohnya, anak yang memiliki gangguan kecemasan akan sulit mengontrol perilakunya dan susah untuk diam. Lalu, anak yang mengalami trauma akan suatu kejadian tertentu akan sulit untuk berkonsentrasi. 

3. Konsumsi Makanan Tinggi Gula 

Melansir MDPI, anak yang sehat sekalipun akan memproduksi kadar adrenalin yang tinggi jika mengonsumsi makanan tinggi gula dalam keadaan perut kosong. Hasilnya, anak akan mengalami tremor, kecemasan, merasa antusias, dan sulit berkonsentrasi. 

Tidak hanya itu, bahan pengawet dan pewarna makanan menurut peneliti juga dapat menjadikan perilaku anak lebih aktif. Namun, makanan dengan kandungan kafein dan zat aditif lainnya pun dapat menjadi penyebab anak hiperaktif. 

Karena itu, orang tua perlu memperhatikan gaya hidup dan konsumsi makanan anak sehari-hari. Serta pastikan anak memiliki nutrisi yang cukup dan seimbang.

4. Memiliki Masalah Kesehatan 

Terdapat beberapa masalah kesehatan yang dapat membuat anak menjadi hiperaktif. Contohnya, anak yang mengalami ADHD yang merupakan kondisi neurobiologis. Di mana terdapat gangguan perkembangan pada otak, sehingga anak memiliki bagian otak tertentu yang membutuhkan waktu lebih lama untuk berkembang. 

Tidak hanya ADHD, tiroid pun bisa memicu perilaku ini. Sebab, tiroid dapat menyebabkan kecemasan pada anak, memicu hiperaktivitas, susah berkonsentrasi, gugup, dan mudah tersinggung. Ada pula perilaku self stimulating pada anak yang menderita autisme untuk memberikan rangsangan pada indra tertentu dengan sengaja. 

Baca juga: 7 Cara Mengatasi Anak Hiperaktif, Orang Tua Wajib Tahu!

5. Kurangnya Waktu untuk Istirahat 

Mengutip laman Dr. Marcy, kekurangan tidur dapat membuat perilaku hiperaktif semakin memburuk, serta membuat anak sulit mengontrol emosi dan perilaku. Anak-anak menjadi rewel dan memiliki lebih banyak energi karena tubuhnya mengeluarkan hormon kortisol dan adrenalin dalam jumlah yang banyak. 

6. Anak Kurang Beraktivitas 

Memang sudah seharusnya anak bergerak aktif dan energik karena ia membutuhkan kesempatan dan waktu untuk menyalurkan energinya setiap hari. Jika tidak tersalurkan dengan baik, ini bisa menjadi penyebab anak hiperaktif karena mereka akan cenderung merasa gelisah.

Oleh karena itu, orang tua bisa mengajak anak untuk melakukan aktivitas positif, seperti berolahraga, bersepeda, jalan-jalan, bermain, dan lainnya.

7. Terlalu Senang Terhadap Sesuatu 

Pada dasarnya, mood anak memang akan berpengaruh pada perilakunya. Anak yang terlalu senang atau excited juga dapat menjadi hiperaktif. Contohnya ketika Anda mengajaknya untuk berlibur, anak-anak pasti akan merasa senang sekali, sehingga tidak bisa diam selama perjalanan atau saat menyiapkan keperluan liburan. 

Rasa antusiasme yang tinggi ini juga bisa terjadi saat seorang anak yang biasanya bermain sendiri, akhirnya bertemu banyak orang saat keluar rumah, ke taman bermain, atau pergi sekolah. Akhirnya, ia akan menjadi lebih aktif untuk bergerak dan berbicara. 

Sudah Tahu Apa Saja Penyebab Anak Hiperaktif? 

Setelah mengetahui berbagai penyebab anak hiperaktif, kini Anda bisa mulai memahami dan mengenali kondisi anak. Jika memang ada masalah khusus, Anda bisa segera berkonsultasi ke dokter. Namun, jika memang karena anak mood atau kurangnya aktivitas, Anda bisa mendorong mereka melakukan kegiatan positif.

Sehingga anak dapat membantu meningkatkan suasana hati dan anak bisa menyalurkan energi dengan cara tepat. Anda pun bisa mempercayakan anak di Sparks Sports Academy yang memiliki program-program komprehensif yang secara khusus dilakukan untuk mendorong pertumbuhan si kecil secara optimal.  

Tidak hanya mengajak anak melakukan kegiatan bermanfaat dan positif, Sparks Sports Academy juga mengajarkan anak bagaimana caranya untuk bersosialisasi, bekerja sama, mandiri, dan bertanggung jawab. Yuk, perhatikan dan dukung tumbuh kembang buah hati Anda lewat lingkungan suportif di Sparks Sports Academy!

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%