3 Penyebab Anak Suka Melepeh Makanan dan Cara Mengatasinya

3 Penyebab Anak Suka Melepeh Makanan dan Cara Mengatasinya

Table of Contents

Orang tua mungkin merasa khawatir ketika anak melepeh makanan. Kekhawatiran tersebut valid karena anak bisa kekurangan nutrisi.

Orang tua juga jadi berpikir apakah anaknya tidak menyukai makanan yang diberikan. Sehingga orang tua harus putar otak lagi untuk memasak resep lain.

Lantas, kenapa anak melepeh makanan? Apakah ia tidak suka dengan makananya atau ada ciri tertentu? Mari simak penjelasannya dalam artikel berikut.

Penyebab Anak Melepeh Makanan 

Ada beberapa penyebab anak melepeh makanan yang perlu diperhatikan oleh orang tua, beberapa di antaranya adalah:

1. Belum Terbiasa dengan Tekstur Tertentu

Kadang anak melepeh makanan karena tekstur. Tenang saja, ini termasuk proses anak untuk belajar makan. Dalam fase ini juga, anak sudah mulai punya preferensi makanan yang disukai dan tidak. 

Jadi, misalnya, selama ini anak diberikan makanan dengan tekstur yang lembek. Tetapi karena anak terus berkembang dan tumbuh, lama-lama ia tidak lagi menyukai tekstur tersebut. Ia ingin makan dengan tekstur padat. 

2. Tanda Belum Siap MPASI Padat

Anak melepeh makanan juga bisa disebabkan belum siap dengan tekstur MPASI yang padat. Untuk diketahui, orang tua dapat memberikan MPASI dengan tekstur yang agak kasar pada usia 9-12 bulan. Sedangkan tekstur kasar untuk 12 bulan ke atas.

Selain belum siap MPASI padat, mungkin juga anak mengalami ketakutan menghadapi makanan baru. Ini wajar terjadi untuk anak-anak berusia 1,5 tahun sampai 3 tahun. 

3. Refleks Alami Mulut Bayi

Anak yang masih belajar untuk makan biasanya belum sepenuhnya bisa mengunyah dan juga menelan dengan baik. Kondisi tersebut karena anak belum bisa mengkoordinasikan otot bagian rahang, mulut, dan lidah dengan baik.

Sehingga anak melepeh makanan sebagai respons. Perilaku melepeh juga menjadi salah satu bentuk anak melakukan eksplorasi.

Cara Mengatasinya

Untuk mengatasi perilaku anak melepeh makanan, Anda bisa menerapkan beberapa hal berikut:

1. Kenalkan Tekstur Makanan Secara Bertahap

Pastikan Anda memahami kebutuhan makanan anak mengenai tekstur. Berikut adalah tekstur yang dibutuhkan anak sesuai dengan usianya:

  • Bubur yang lumat: Tekstur ini untuk tahap paling awal. Khusus bayi usia 6 bulan. Untuk mendapatkan tekstur tersebut, Anda bisa menggunakan saringan atau blender. 
  • Bubur yang kental: Untuk tekstur ini diberikan kepada bayi dengan usia 6-9 bulan. 
  • Tekstur yang agak kasar: Tekstur ini penting untuk melatih anak menelan. Biasanya diberikan pada usia 9-12 bulan. 
  • Tekstur yang kasar: Nah, memasuki usia setahun, Anda bisa memberikan tekstur kasar karena anak sudah beradaptasi berbagai tekstur makanan. 

2. Beri Contoh dengan Makan Bersama

Karena anak suka meniru apa yang dilakukan oleh orang dewasa, maka Anda bisa memanfaatkan fase ini untuk memberikan contoh yang baik.

Orang tua dan anak bisa makan bersama dalam satu meja. Tentu dengan kursi khusus untuk anak agar aman. 

3. Hindari Memaksa Anak

Memaksa untuk makan akan membuat anak menjadi tidak nyaman. Jika terus berlanjut, anak akan merasa bahwa waktu makan adalah waktu yang menakutkan. 

Kondisi tersebut kemudian menyebabkan anak jadi kurang gizi jika terus menolak makan. Pastikan Anda membangun suasana makan yang hangat dan nyaman.

Agar perilaku anak melepeh makanan dapat berkurang, Anda bisa membantu anak mengenali tekstur dan rasa lewat kelas Sensori di Sparks Sports Academy!  Kelas ini akan membantu stimulasi oral motor dan sensorik anak agar lebih siap untuk makan secara mandiri.

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%