-
Author: Tim Sparks Sports Academy
Memahami perbedaan anak aktif dan hiperaktif sejak dini sangat penting agar Anda tidak salah menilai perilaku si kecil. Melansir Hermina Hospitals, banyak orang tua merasa khawatir ketika anak terlihat tidak bisa diam, berlari kesana kemari, atau sulit fokus saat belajar.
Padahal, tidak semua anak yang energinya melimpah berarti mengalami hiperaktif atau ADHD. Mari pahami beda anak aktif dan hiperaktif agar Anda bisa memberikan dukungan terbaik untuk tumbuh kembang secara maksimal baik fisik, sosial, hingga kognitif anak!
Key Takeaways:
- Tidak semua anak yang energinya melimpah berarti mengalami hiperaktif, karena itu orang tua harus memahami perbedaan anak aktif juga hiperaktif
- Energi tinggi pada anak aktif bisa menjadi potensi besar bila disalurkan melalui aktivitas yang tepat, seperti olahraga, seni, atau kegiatan eksploratif.
- Tidak sedikit anak yang terlihat sangat energik ternyata memiliki kreativitas dan imajinasi yang menonjol.
6 Perbedaan Anak Aktif dan Hiperaktif
Secara umum, anak kecil memang aktif dan banyak energi. Karena itu, membedakan antara anak aktif dan hiperaktif tidak selalu mudah. Nah, berikut adalah beberapa perbedaannya yang perlu Anda perhatikan sejak dini.
1. Tingkat Energi dan Kontrol Diri
Anak aktif biasanya memiliki energi besar, terutama pada usia balita hingga sekolah dasar. Mereka senang berlari, melompat, dan mencoba hal baru. Namun, saat diberi arahan, anak aktif umumnya masih bisa mengontrol diri, meski perlu diingatkan beberapa kali.
Sebaliknya, anak hiperaktif cenderung kesulitan untuk mengendalikan dorongan tubuhnya. Anak-anak hiperaktif akan tampak terus bergerak tanpa henti. Bahkan ini juga terjadi dalam situasi yang menuntut ketenangan, seperti di kelas atau saat makan bersama keluarga.
2. Kemampuan Fokus
Anak aktif bisa fokus pada hal yang menarik minatnya, misalnya saat bermain lego, menggambar, atau mengikuti kelas olahraga favoritnya. Memang, perhatian mereka bisa mudah teralihkan, tetapi masih dalam batas wajar sesuai usianya.
Pada anak hiperaktif, kesulitan fokus terjadi hampir di semua situasi, termasuk aktivitas yang sebenarnya disukai. Mereka cepat bosan, sulit menyelesaikan tugas, dan sering berpindah dari satu kegiatan ke kegiatan lain tanpa tuntas.
3. Respons terhadap Aturan
Perbedaan anak aktif dan hiperaktif selanjutnya adalah tentang aturan. Anak aktif umumnya masih dapat memahami aturan dan konsekuensi. Ketika Anda menjelaskan dengan sabar, mereka bisa belajar menyesuaikan perilaku, meskipun prosesnya bertahap.
Berbeda dengan anak hiperaktif yang sering kali kesulitan mengikuti instruksi sederhana. Melansir UC Davis Health, hiperaktif atau ADHD akan terlihat berbeda pada setiap anak, ada lebih sulit diam dan impulsif, ada yang sulit fokus, ada pula yang kombinasi.
Karena itu, anak hiperaktif bisa saja tampak impulsif. Mereka menjawab sebelum pertanyaan selesai atau memotong pembicaraan tanpa sadar. Mereka cenderung kesulitan jika harus menunggu giliran.
Baca juga: Ciri-Ciri Anak Aktif dan Perbedaannya dengan Anak Hiperaktif
4. Situasi dan Lingkungan
Perilaku anak aktif biasanya dipengaruhi situasi. Ketika berada di taman bermain atau kegiatan olahraga, mereka sangat bersemangat. Namun, ketika berada di tempat yang lebih tenang, energinya cenderung menurun.
Sedangkan anak hiperaktif menunjukkan pola perilaku yang konsisten di berbagai tempat, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan sosial lainnya. Intensitas gerak dan impulsivitasnya relatif sama.
5. Dampak pada Interaksi Sosial
Anak aktif biasanya tetap bisa menjalin pertemanan dengan baik. Energi mereka justru sering membuat suasana bermain jadi lebih hidup. Sementara itu, anak hiperaktif kadang mengalami kesulitan dalam interaksi sosial. Sikap impulsif atau sulit menunggu giliran bisa membuat teman sebayanya merasa kurang nyaman.
6. Pengaruh terhadap Prestasi Belajar
Energi tinggi pada anak aktif justru bisa menjadi potensi besar bila disalurkan melalui aktivitas yang tepat, seperti olahraga, seni, atau kegiatan eksploratif. Dengan dukungan yang sesuai, mereka bisa berkembang optimal.
Namun, pada anak hiperaktif, gangguan perhatian dan kontrol diri dapat mempengaruhi proses belajar. Jika Anda merasa perilaku anak mengganggu keseharian secara signifikan, berkonsultasi dengan tenaga profesional adalah langkah bijak.
Sudah Tahu Apa Saja Perbedaan Anak Aktif dan Hiperaktif?
Sebagai orang tua, Anda perlu memahami perbedaan anak aktif dan hiperaktif. Namun, hindari memberi label terlalu cepat hanya karena anak terlihat sangat aktif. Amati pola perilakunya secara menyeluruh, perhatikan konsistensi di berbagai situasi, dan evaluasi dampaknya pada keseharian.
Apa pun karakternya, anak tetap membutuhkan ruang bergerak dan berekspresi. Di sisi lain, banyak orang tua yang mencari tahu tentang perbedaan anak hiperaktif aktif dan kemampuan lebih pada otak kanan, karena tidak sedikit anak yang terlihat sangat energik ternyata memiliki kreativitas dan imajinasi yang menonjol.
Karena itu, Anda perlu mendaftarkan anak ke Sparks Sports Academy untuk mengetahui potensi terbesarnya. Sebab, tersedia aktivitas olahraga terstruktur membantu anak belajar disiplin, fokus, serta mengelola emosi. Melalui kegiatan fisik yang rutin, energi anak pun akan tersalurkan dengan sehat dan positif.
Program di Sparks Sports Academy juga akan membantu membangun karakter, konsentrasi, dan keterampilan sosial sejak usia dini. Pendekatan yang menyenangkan akan membuat anak tetap aktif tanpa tekanan. Bagaimana, tertarik? Yuk, daftarkan anak di Sparks Sports Academy sekarang juga!







