Persepsi sensori adalah proses untuk anak memahami rangsangan yang datang. Sebagai orang tua, Anda pun dapat melihatnya bekerja dari reaksi-reaksi si kecil, seperti tertawa saat mendengar musik, menyentuh permukaan kasar dengan penasaran, atau menutup mata saat cahaya terlalu terang. Yuk, pahami lebih dalam!
Key Takeaways:
- Persepsi sensori adalah salah satu kunci anak bisa terhubung dengan dunianya dan bisa merespon atau berinteraksi.
- Informasi yang panca indera terima akan otak proses sehingga anak dapat mengenali, merespons, dan berinteraksi.
- Demi membantu meningkatkan persepsi sensori anak, berikan program aktivitas yang melibatkan berbagai indra seperti bermain tanah, menggambar, bermusik, dan olahraga ringan.
Apa Itu Persepsi Sensori?
Persepsi sensori adalah kemampuan otak untuk mengatur dan menafsirkan informasi yang diterima dari indera, seperti penglihatan, pendengaran, sentuhan, rasa, dan bau. Informasi yang panca indera terima akan otak proses sehingga anak dapat mengenali, merespons, dan berinteraksi.
Dilansir dari Early Education Station, proses ini akan membantu anak memahami dunia di sekitarnya, serta berpengaruh besar pada tumbuh kembang fisik, kognitif, dan sosial mereka.Â
Proses persepsi ini tak hanya terjadi begitu saja. Ini adalah sebuah rangkaian yang dimulai dari reseptor sensorik yang menerima stimulus (misalnya suara atau objek yang dilihat), lalu dikirim ke otak untuk diproses dan diolah menjadi pemahaman bermakna.
Jika proses tersebut tidak bekerja dengan baik, anak pun akan kesulitan belajar hal-hal dasar dan tidak bisa memberikan reaksi apapun pada rangsangan. Contohnya seperti membedakan suara, maupun menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.
Peran Indera dalam Persepsi Sensori
Anak-anak menggunakan lima indera utama atau dasar mereka untuk memproses berbagai rangsangan. Melansir dari Sensory Health, berikut ini adalah indra yang dimaksud.
1. Penglihatan (Visual)Â
Proyeksi akan retina terima melalui thalamus, di mana berbagai informasi akan melalui proses enkode. Melalui penglihatan, anak akan belajar membedakan objek, membaca ekspresi wajah orang lain, dan memahami lingkungan visual seperti gambar, atau tulisan sejak dini.
2. Pendengaran (Auditory)
Kemampuan ini sangat berkaitan dengan perkembangan bahasa, komunikasi, serta kemampuan anak mengikuti instruksi dan merespons lingkungan sosial.
3. Sentuhan (Tactile)
Sistem taktil akan bertanggung jawab untuk memproses informasi sentuhan pada tubuh. Melalui sentuhan, anak akan belajar mengenali benda halus atau kasar, panas atau dingin, serta mengembangkan rasa aman saat berinteraksi dengan lingkungannya.
4. Penciuman (Olfactory)Â
Indra penciuman dalam sistem persepsi sensori adalah kemampuan yang berkaitan dengan memori dan emosi. Misalnya, aroma tertentu yang dapat membuat anak merasa tenang, lapar, atau tidak nyaman.
5. Perasa (Gustatory)
Melalui pengalaman ini, anak belajar memilih makanan, mengenali selera, serta membangun kebiasaan makan yang sehat sejak usia dini. Sistem ini juga akan membantu dalam mengenali makanan yang aman dan berbahaya.
Baca juga: Mengenal 7 Dasar Sensori Integrasi dan Pengertiannya
Komponen Utama Persepsi Sensori
Karena persepsi sensori adalah salah satu kunci anak bisa terhubung dengan dunianya, orang tua pun wajib memahami prosesnya agar dapat membantu anak mengembangkannya. Berikut komponen dan uraiannya.
1. Deteksi Sensori
Ini adalah tahap awal di mana indera menangkap stimulus. Contohnya, kulit anak merasakan permukaan kasar saat mereka memegang batu, atau mata mereka melihat warna cerah suatu benda. Proses ini mirip dengan pintu masuk dari setiap informasi yang datang dari luar.
2. Organisasi dan Integrasi
Setelah informasi diterima, otak akan mencoba mengatur dan menyusun data tersebut. Misalnya, saat anak mendengar suara serempak, otak mereka akan memproses mana suara langkah kaki dan mana suara musik. Tahap ini penting agar anak dapat memisahkan berbagai rangsangan yang terjadi bersamaan.
3. Interpretasi dan Pemberian Arti
Inilah bagian yang membuat proses sensorik menjadi persepsi. Otak memberi makna pada stimulus, misalnya anak tahu suara lonceng berarti waktu bermain, atau rasa manis di mulut berarti makanan enak. Interpretasi ini sangat dipengaruhi oleh pengalaman sebelumnya serta kemampuan kognitif mereka.
4. Respon atau Tindakan
Tahap akhir persepsi sensori adalah bagaimana anak bereaksi pada informasi yang telah mereka pahami, misalnya tertawa, bergerak menjauh dari suara keras, atau menenangkan diri ketika merasa takut. Respons ini menunjukkan bahwa proses persepsi berjalan tidak hanya sekedar memahami, tetapi juga memicu tindakan.
Sudah Memahami Apa Itu Persepsi Sensori?
Kesimpulannya, persepsi sensori adalah fondasi dari kemampuan belajar, konsentrasi, regulasi emosi, serta keterampilan motorik dan sosial-emosional anak. Anak dengan persepsi sensori yang baik cenderung lebih mudah berinteraksi dengan teman sebaya dan menangkap pelajaran serta instruksi.
Nah, untuk membantu meningkatkan persepsi sensori anak, mendorongnya melakukan aktivitas yang beragam sangat penting. Salah satu pendekatan yang bisa Anda pertimbangkan adalah mengikuti program pengembangan terstruktur di Sparks Sports Academy.Â
Selain melakukan latihan fisik, tersedia pula kegiatan edukatif untuk merangsang persepsi sensori anak secara holistik. Metode pembelajarannya akan membuat anak merasa nyaman, tertantang, dan berkembang sesuai ritme sendiri. Ayo, beri anak landasan kuat untuk belajar dan berinteraksi di lingkungan terbaik!






