Reggio Emilia merupakan pendekatan yang menempatkan anak sebagai pusat pembelajaran, fokus pada kolaborasi, rasa ingin tahu, serta ekspresi kreatif. Pendekatan ini sendiri berasal dari kota di Italia dengan nama sama yang menaruh kepercayaan besar terhadap kemampuan alami anak dalam belajar mengeksplorasi.
Pada pendekatan ini, guru tidak berperan sebagai pengajar, melainkan mitra yang mendampingi proses penemuan anak. Lingkungan belajar pun dirancang sebagai “guru ketiga” untuk mendukung eksplorasi melalui dokumentasi sebagai alat yang penting dalam menangkap proses belajar. Mari simak manfaat penerapannya!
Key Takeaways:
- Reggio Emilia adalah pendekatan pendidikan yang menempatkan anak sebagai pusat pembelajaran, berfokus pada kolaborasi, rasa ingin tahu, dan ekspresi kreatif
- Guru akan berperan sebagai kolaborator; kurikulum hadir dari proyek yang berbasis minat anak yang bertujuan untuk membuat mereka dapat masalah bersama-sama.
- Pendekatan ini akan mendukung pengembangan kreativitas, berpikir kritis, dan keterampilan sosial anak yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Mengenal Pendekatan Reggio Emilia
Konsep ini dikembangkan setelah Perang Dunia II di Reggio Emilia, Italia, yang menekankan setiap anak memiliki potensi, curiosity, dan kemampuan bawaan dalam membangun pengetahuan. Melansir Parents, filosofi pendidikan ini menempatkan anak sebagai pusat belajar serta dirancang terutama untuk bayi dan pra sekolah.
Anak pun berperan sebagai individu kreatif yang belajar lewat observasi, eksplorasi, serta interaksi dengan lingkungan. Konsep ini juga dikenal dengan nama hundred languages of children, keyakinan bahwa anak memiliki banyak cara dalam mengekspresikan ide, perasaan, serta kreativitas lewat gerak, seni, dan permainan.
Guru sendiri merupakan fasilitator, bukan instruktur tunggal. Proses belajar pun bersifat kolaboratif serta responsif terhadap minat anak. Selain itu, lingkungan belajar, dokumentasi, maupun relasi antara guru, anak, dan orang tua merupakan elemen penting yang saling melengkapi.
Manfaat Penerapan Reggio Emilia
Terdapat segudang manfaat yang Anda dapatkan ketika berhasil menerapkan pendidikan ini. Berikut penjabarannya.
1. Meningkatkan Kreativitas dan Critical Thinking
Pendekatan ini akan memberi anak kebebasan dalam mengeksplorasi beragam material dan ideal. Kebebasan tersebut akan mendorong pemikiran divergen, merangsang kreativitas, dan membantu anak memahami hubungan sebab-akibat secara alami.
Anak juga terbiasa memecahkan masalah dengan mandiri serta menentukan berbagai kemungkinan berdasarkan satu situasi. Proses ini menjadi pondasi kuat dalam membangun kemampuan berpikir tingkat tinggi.
2. Mengembangkan Keterampilan Sosial & Komunikasi
Dalam sebuah jurnal di National Library of Medicine, hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan reggio secara signifikan mampu memberikan efek positif dalam pekerjaan, keterampilan sosial-emosional, hingga partisipasi dalam pemilihan umum.
Pembelajaran dalam kelompok kecil sendiri memang dapat membuat anak terbiasa bekerja sama, berdiskusi, dan percaya diri saat menyampaikan ide. Anak juga belajar bernegosiasi, mendengarkan pendapat, belajar memahami perbedaan perspektif, serta kemampuan untuk memecahkan konflik secara positif yang penting untuk kehidupan.
3. Menumbuhkan Kepercayaan Diri & Kemandirian
Melalui pendekatan Reggio Emilia, anak akan mendapatkan kesempatan untuk mengambil keputusan sendiri, menentukan aktivitas yang sesuai minat, serta mengembangkan proyek melalui dukungan guru.
Treatment tersebut akan membuat anak merasa didengar, dihargai, serta diakui sebagai individu. Dampaknya, kepercayaan diri anak meningkat dan mereka juga memiliki motivasi belajar yang tumbuh secara alami tanpa ada paksaan.
4. Meningkatkan Kemampuan Refleksi & Kesadaran Diri
Dokumentasi yang guru lakukan, baik dalam bentuk catatan proses, foto, atau karya anak akan menjadi nilai refleksi yang berharga. Anak bisa melihat perkembangannya dari waktu ke waktu serta memahami bagaimana mereka menjalani proses berpikir dan analisis.
Langkah ini akan mengembangkan kemampuan metakognitif. Kemampuan yang membantu mereka memahami cara belajar sesuai karakteristiknya untuk mendapatkan hasil terbaik.
5. Lingkungan Belajar yang Mendukung Simulasi dan Eksplorasi
Ruang kelas pendekatan ini harus estetis serta mendukung beragam elemen yang akan merangsang sensori, seperti bahan alam, cahaya alami, maupun tata ruang fleksibel.
Lingkungan tersebut akan memberi anak motivasi untuk menyentuh, bergerak, mencoba, serta bertanya. Dengan begitu, anak akan menjadi lebih penasaran, aktif, dan merasa nyaman untuk mengekspresikan diri di ruang yang nyaman.
Sudah Memahami Apa Itu Reggio Emilia?
Kesimpulannya, Reggio Emilia bukan hanya sebuah metode mengajar, tapi filosofi pendidikan yang humanis dan holistik. Pendekatan ini sangat bermanfaat untuk membuat rasa percaya diri dan kreativitas anak meningkat. Anak akan merasa terlibat di dalam proses belajar.
Nah, jika ingin buah hati Anda berkembang secara holistik melalui pendekatan yang berfokus pada kemandirian, kreativitas, dan eksplorasi, Sparks Sports Academy pun bisa menjadi solusi. Melalui lingkungan positif, program menyenangkan, dan dukungan pelatih profesional, anak akan tumbuh aktif serta percaya diri.
Anda pun dapat mendaftarkan anak untuk mengikuti kelas trial. Rasakan bagaimana Sparks Sports Academy hadir untuk memberi pengalaman belajar yang bermakna, menyenangkan, dan tentunya mendukung perkembangan anak secara komprehensif!







