Di banyak rumah, menonton TV atau gadget sudah jadi bagian dari rutinitas anak. Orang tua sering berada di posisi serba salah: ingin memberi hiburan, tapi juga ingin memastikan tontonan yang aman dan mendidik. Apalagi untuk anak usia 1-7 tahun, layar bisa jadi sarana belajar sekaligus sumber masalah jika tidak disaring dengan tepat.
Masalahnya, tidak semua film yang terlihat “ramah anak” benar-benar aman. Ada film dengan visual lucu dan warna cerah, tetapi menyimpan konten kekerasan halus, bahasa yang tidak pantas, atau tema dewasa yang belum bisa dipahami anak.
Lewat artikel ini, Sparks akan membahas film yang memang dibuat khusus untuk anak-anak, dengan cerita, visual, dan pesan yang sesuai dengan usia mereka.
Mengapa Penting Memilih Film Anak-Anak yang Tepat?
Tontonan memiliki pengaruh besar terhadap cara anak berpikir, berbicara, dan bersikap. Anak usia dini cenderung meniru apa yang mereka lihat, termasuk kata-kata, ekspresi emosi, dan perilaku karakter dalam film. Karena itu, film bukan sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari proses belajar anak.
Di sinilah peran orang tua menjadi sangat penting. Menyaring konten membantu anak mendapatkan pesan yang sesuai dengan tahap perkembangannya.
Sebaliknya, film yang tidak sesuai usia berisiko memicu ketakutan, perilaku agresif, atau kebingungan emosional pada anak yang belum siap memahami konteks cerita.
Kriteria Film Anak-Anak yang Aman dan Edukatif
Film anak-anak yang baik bukan hanya lucu dan menarik, tetapi juga aman secara emosional dan perkembangan. Beberapa kriteria berikut bisa jadi pegangan bagi orang tua saat memilih tontonan.
Film sebaiknya bebas kekerasan dan bahasa kasar, termasuk kekerasan simbolik yang terlalu intens. Cerita juga idealnya mengandung nilai moral dan sosial, seperti empati, persahabatan, dan keberanian.
Selain itu, visual dan alur cerita perlu sesuai dengan rentang usia, tidak terlalu kompleks atau gelap. Durasi film juga sebaiknya tidak terlalu panjang agar anak tidak lelah dan tetap bisa menikmati cerita dengan fokus yang sehat.
Rekomendasi Film Anak-Anak Berdasarkan Usia (Rilis 2025)
Berikut ini beberapa rekomendasi film yang bisa mom-dad coba tonton bersama anak.
1. Elio (Pixar, 2025)
Film animasi dari Pixar ini bercerita tentang anak laki-laki yang tanpa sengaja menjadi perwakilan Bumi di luar angkasa. Ceritanya ringan, penuh imajinasi, dan berfokus pada tema identitas serta keberanian.
Film ini ditujukan untuk keluarga, dengan visual lembut dan konflik emosional yang aman untuk anak-anak, terutama usia 5 tahun ke atas.
2. Dog Man (DreamWorks, 2025)
Diadaptasi dari buku anak populer karya Dav Pilkey, Dog Man menghadirkan humor ringan dan cerita sederhana tentang kebaikan dan tanggung jawab. Gaya visual kartunis dan konflik yang tidak intens membuat film ini cocok untuk anak usia sekolah awal, dengan pesan moral yang mudah dipahami.
3. Zootopia 2 (Disney, 2025)
Sekuel dari Zootopia ini kembali mengangkat tema persahabatan dan kerja sama dalam balutan dunia hewan yang beragam. Meskipun memiliki pesan sosial, penyampaiannya tetap ringan dan penuh humor, sehingga aman untuk anak-anak dengan pendampingan orang tua.
4. The Bad Guys 2 (DreamWorks, 2025)
Film ini melanjutkan kisah karakter-karakter yang belajar berubah menjadi lebih baik. Meski bertema “penjahat”, ceritanya disampaikan dengan komedi dan konflik yang tidak menakutkan. Cocok untuk anak usia 6-7 tahun ke atas yang sudah bisa memahami konsep benar dan salah secara sederhana.
5. Snow White (Disney Live-Action, 2025)
Versi live-action dari kisah klasik ini tetap mengusung cerita dasar Snow White dengan pendekatan keluarga. Film ini cocok untuk ditonton bersama orang tua, terutama untuk anak yang sudah terbiasa dengan cerita dongeng klasik.
Tetapi menurut Parents, film ini mungkin akan sedikit menakutan untuk anak usia dibawah 6 tahun karena ada scene ketika sang snow white lari ke hutan, ratu jahat menggunakan sihir untuk berubah jadi seorang wanita tua yang mungkin akan sedikit mengganggu.
Tips Menonton Film Anak-Anak Bersama Orang Tua
Menonton film akan lebih bermakna jika dilakukan bersama. Kehadiran orang tua membantu anak memahami cerita dan emosi yang muncul di layar.
Beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua:
- Pilih film sesuai usia dan durasi yang wajar
- Dampingi anak selama menonton
- Ajak anak berbicara tentang cerita setelah film selesai
- Batasi waktu layar dan seimbangkan dengan aktivitas fisik
- Jadikan menonton sebagai momen kebersamaan, bukan pengganti interaksi
Dengan pendampingan, film bisa menjadi alat belajar yang menyenangkan, bukan sekadar tontonan pasif.
Menjadi Orang Tua yang Lebih Sadar dalam Memilih Tontonan
Di era digital, melarang anak dari layar sepenuhnya hampir tidak mungkin. Yang bisa dilakukan adalah mengatur, menyaring, dan menemani. Film yang tepat dapat membantu anak belajar nilai positif, mengenal emosi, dan mengembangkan imajinasi dengan cara yang aman.
Ketika orang tua hadir dan terlibat, tontonan tidak lagi menjadi ancaman. Ia berubah menjadi kesempatan untuk tumbuh bersama, berbagi cerita, dan memperkuat hubungan dengan anak di masa kecilnya yang sangat berharga.







