Ciri Sleepwalking pada Anak, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Ciri Sleepwalking pada Anak, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Table of Contents

Pernah mendapati anak berjalan sambil tidur di malam hari? Kondisi ini disebut sleepwalking atau tidur berjalan. Menurut The Royal Children’s Hospital Melbourne, tidur berjalan merupakan kondisi umum pada anak dan hampir sepertiga anak pernah mengalami gangguan ini pada suatu tahap perkembangan mereka.

Meski bukan pertanda gangguan serius, jika tidak diatasi dengan baik bisa menimbulkan risiko buruk seperti cedera, gangguan kualitas tidur, hingga memengaruhi perkembangan emosional dan perilaku sehari-harinya. Oleh sebab itu, pahami ciri-ciri, penyebab, hingga cara mengatasinya.

Key takeaway:

  • Sleepwalking pada anak umumnya tidak berbahaya, tetapi tetap perlu diperhatikan karena berisiko menyebabkan cedera.
  • Faktor penyebab sleepwalking meliputi genetik, stres, kelelahan, demam, obat tertentu, dan kondisi lingkungan tidur yang tidak nyaman.
  • Pencegahan sederhana seperti rutinitas tidur yang konsisten, kamar tidur tenang dan nyaman, serta menghindari kafein sebelum tidur dapat membantu mengurangi risiko tidur berjalan.

Ciri-ciri Sleepwalking pada Anak

Gangguan ini paling sering terjadi pada anak usia 4 hingga 8 tahun, dengan beberapa tanda umum sebagai berikut:

  • Setelah beberapa saat tertidur, anak tiba-tiba bangun, turun dari tempat tidur, dan berjalan mengelilingi rumah.
  • Mata anak terbuka, namun tatapannya kosong dan tidak fokus.
  • Melakukan berbagai aktivitas dalam keadaan tidur, seperti berganti pakaian, makan, atau membuka pintu.
  • Mengigau dan tidak merespons ketika diajak berbicara.
  • Tampak mengantuk pada siang hari karena tidur malamnya terganggu.
  • Kadang melakukan gerakan ceroboh atau berisiko.
  • Buang air kecil di tempat yang tidak semestinya, seperti di lantai atau lemari.
  • Mengulangi gerakan tertentu, misalnya membuka dan menutup pintu berkali-kali.
  • Setelah episode berakhir, anak bisa kembali ke tempat tidur atau berbaring di tempat lain.
  • Saat pagi hari, anak tidak mengingat apapun yang terjadi.
  • Dapat berperilaku agresif ketika dibangunkan.

Penyebab Tidur Berjalan

Beberapa hal dapat memicu sleepwalking pada anak, mulai dari stres dan kecemasan; faktor genetik; penggunaan obat atau zat tertentu seperti penenang atau antihistamin; hingga kondisi lingkungan seperti kebisingan, suhu, atau cahaya terang yang mengganggu tidur.

Selain itu, kelelahan, kurang tidur, dan demam juga bisa memicu tidur berjalan karena dalam kondisi tersebut otak kesulitan bertransisi dengan baik antara tahap tidur dan sadar, sehingga gangguan ini bisa terjadi.

Apa yang Perlu Dilakukan saat Anak Sleepwalking?

Saat anak mengalami tidur berjalan, Anda bisa melakukan beberapa langkah berikut untuk menjaga keselamatan mereka. 

  • Tutup dan kunci jendela ataupun pintu saat malam hari dan simpan kuncinya di tempat yang tidak terjangkau oleh anak.
  • Singkirkan benda-benda yang mungkin bisa menyebabkan anak tersandung saat tidur berjalan.
  • Jauhkan benda tajam dan mudah pecah di sekitar tempat tidur anak.
  • Tidurkan anak di lantai dasar dan hindari tempat tidur bertingkat.
  • Pasang pagar pengaman di depan tangga atau pintu keluar. 
  • Coba bimbing mereka kembali ke tempat tidur dengan lembut. 
  • Hindari membangunkan mereka, karena bisa membuat anak kaget dan gelisah.

Tips Mencegah Sleepwalking pada Anak

Meskipun tidur berjalan bukan gangguan serius, orang tua tetap perlu mencegah dan mengobati kondisi ini. Berikut beberapa langkah pencegahan tidur berjalan yang bisa Anda lakukan.

  • Menciptakan rutinitas tidur yang sehat untuk anak, misalnya dengan menetapkan jam tidur dan bangun yang konsisten setiap hari.
  • Membuat rutinitas sebelum tidur yang menenangkan, seperti mandi air hangat atau membaca buku.
  • Menjaga agar kamar tidur anak tetap nyaman, seperti memastikan suhu ruangan sejuk, pencahayaan redup, dan kebisingan minimal, sehingga anak bisa tidur nyenyak tanpa gangguan yang memicu sleepwalking.
  • Membatasi konsumsi cairan sebelum tidur dan memastikan anak buang air kecil terlebih dahulu.
  • Hindari makanan atau minuman dengan kafein sebelum tidur, karena menurut Thölke, dkk. (2025), zat ini dapat meningkatkan aktivitas otak sehingga membuat anak sulit rileks dan menjadi pemicu tidur berjalan.
  • Kelola stres dan kecemasan pada anak, misalnya dengan mengajari mereka teknik relaksasi ringan, seperti bernapas dalam, meditasi, atau peregangan.

Jaga Kualitas Tidur dan Tumbuh Kembang Anak Bersama Sparks Sports Academy!

Sleepwalking pada anak umumnya tidak berbahaya, tetapi tetap perlu diperhatikan karena berisiko menimbulkan cedera. Faktor genetik, kelelahan, demam, dan lingkungan tidur yang tidak nyaman bisa memicu gangguan ini. Pencegahan sederhana, seperti menciptakan rutinitas tidur yang konsisten, kamar tidur yang tenang dan nyaman, serta menghindari kafein bisa sangat membantu. 

Selain itu, melakukan aktivitas fisik yang tepat dan menyenangkan bisa membantu meningkatkan kualitas tidur anak. Dalam hal ini, Sparks Sports Academy hadir dengan program olahraga seru dan terstruktur yang tidak hanya mengasah kemampuan fisik, kognitif, dan sosial emosional anak, tetapi juga menanamkan disiplin dan kebiasaan sehat untuk mendukung tidur yang lebih berkualitas.

Di sini, kelas dibagi dalam empat kelompok usia, yaitu Baby (12-23 bulan), Tiny (24-35 bulan), Little (3-4 tahun), dan Kids (5-7 tahun), dengan setiap aktivitas disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan anak. Beberapa pilihan kelas yang tersedia meliputi gymnastics, dance, ballet, basketball, taekwondo, sensory & phonics, multisport, dan futsal.

Dengan beragam aktivitas seru tersebut, Sparks Sports Academy adalah tempat paling tepat untuk Anda yang ingin mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh, sekaligus membantu mereka memiliki tidur yang lebih berkualitas. Untuk booking kelas, kunjungi website Sparks Sports Academy sekarang!

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%