Bayi membutuhkan waktu dan latihan agar bisa duduk serta merangkak dengan seimbang. Namun, orang tua juga bisa membantu dengan berbagai stimulasi sederhana di rumah. Dengan stimulasi yang tepat, kemampuan motorik bayi akan berkembang lebih cepat dan alami.
Aktivitas ini bukan hanya membantu kekuatan otot, tetapi juga melatih koordinasi tubuh dan keseimbangan. Yuk, kenali kapan waktu terbaik bayi belajar duduk dan merangkak, serta jenis stimulasi yang bisa dilakukan.
Kapan Waktunya Bayi Belajar Duduk dan Merangkak?
Setiap bayi memiliki kecepatan tumbuh kembang yang berbeda. Umumnya, bayi mulai bisa duduk sendiri pada usia 4-7 bulan, dan merangkak di usia 7-10 bulan. Namun, keduanya sangat bergantung pada kekuatan otot leher, punggung, dan keseimbangan tubuh bayi.
Menurut American Academy of Pediatrics, stimulasi dini seperti tummy time atau bermain di lantai membantu mempercepat kemampuan duduk dan merangkak. Jadi, tidak perlu khawatir jika bayi belum menunjukkan tanda-tanda tertentu, asalkan terus distimulasi dengan cara menyenangkan.
Stimulasi agar Bayi Cepat Duduk dan Merangkak
Berikut 10 stimulasi sederhana yang bisa dilakukan di rumah untuk membantu bayi cepat duduk dan merangkak.
1. Lakukan Tummy Time Secara Teratur
Teknik tummy time merupakan salah satu cara yang direkomendasikan sebagai stimulasi agar bayi Anda bisa duduk dan merangkak lebih cepat. Caranya dengan meletakkan bayi dalam posisi tengkurap beberapa menit setiap hari.
Posisi ini melatih kekuatan otot leher, punggung, dan bahu sebagai dasar untuk duduk dan merangkak. Agar lebih nyaman, lakukan di permukaan lembut seperti playmat dengan pengawasan orang tua.
2. Gunakan Mainan untuk Menarik Perhatian
Pada dasarnya, perkembangan motorik bayi bergantung pada rangsangan dan eksplorasi. Cobalah menaruh mainan berwarna cerah di depan bayi untuk mendorongnya mengangkat kepala dan tubuh. Gerakan ini melatih keseimbangan dan koordinasi antara mata serta otot tangan.
3. Ikut Kelas Gymnastic untuk Anak
Kelas gymnastic untuk anak-anak usia dini, biasanya dirancang khusus untuk membantu perkembangan motorik melalui gerakan ringan dan menyenangkan. Di sini, bayi bisa belajar menyeimbangkan tubuh, memperkuat otot, serta melatih refleks sejak dini.
Mom and Dad bisa mencoba kelas gymnastic untuk anak usia 1-7 tahun dari Sparks Sports Academy. Kelasnya dilakukan dalam suasana yang aman dan interaktif. Setiap latihan didampingi pelatih profesional agar bayi berlatih dengan cara yang menyenangkan tanpa tekanan.

4. Sediakan Waktu Bermain di Lantai
Alih-alih di stroller atau bouncer, cobalah berikan kesempatan bayi bermain di lantai. Gerakan bebas ini membantu bayi belajar menopang tubuh, berputar, dan merayap untuk menjangkau benda di sekitarnya.
5. Gunakan Bantal Penopang
Gunakan bantal kecil di belakang bayi saat latihan duduk. Penopang ini memberi rasa aman sekaligus membiasakan bayi untuk menyeimbangkan tubuh tanpa bantuan tangan.
6. Dorong Bayi untuk Menggapai Mainan
Meletakkan mainan sedikit lebih jauh dari jangkauannya agar bayi berusaha bergerak maju, bisa mom and dad praktikkan juga. Gerakan mendorong ini memperkuat lengan dan kaki, yang nantinya mendukung kemampuan merangkak.
7. Berikan Latihan Mengguling
Latih bayi untuk berguling dari posisi telentang ke tengkurap dan sebaliknya. Gerakan sederhana ini membantu koordinasi tubuh, serta melatih otot perut dan pinggul.
8. Latihan Duduk di Depan Cermin
Gunakan cermin saat latihan duduk agar bayi tertarik melihat dirinya sendiri. Ini bisa memotivasi bayi untuk mempertahankan posisi duduk lebih lama dan menambah kepercayaan dirinya.
9. Ajak Bermain dengan Gerakan Tubuh
Bayi suka diayun atau diangkat perlahan. Permainan sederhana seperti “naik-turun” di pangkuan dapat memperkuat otot tubuh bagian bawah sekaligus melatih keseimbangan.
10. Bantu Bayi Duduk di Pangkuan
Mom and Dad juga bisa mendukung posisi duduk bayi di pangkuan dengan tangan di punggungnya. Aktivitas ini melatih kontrol tubuh sekaligus memperkuat otot punggung dan perut bayi.

Menstimulasi dengan Cinta, Bukan Paksaan
Perlu diingat, setiap bayi berkembang dengan kecepatannya sendiri. Stimulasi hanya membantu proses alami tubuh, bukan memaksanya. Jika dilakukan dengan sabar dan penuh kasih, hasilnya akan lebih maksimal.
Pastikan bayi selalu dalam suasana nyaman dan aman saat berlatih bersama Sparks Sports Academy. Dengan begitu, setiap gerakan bukan sekadar latihan fisik, tapi juga momen menyenangkan yang memperkuat ikatan antara orang tua dan anak.







