Si kecil tiba-tiba menangis, memeluk Anda erat, atau terlihat gelisah ketika bertemu orang asing? Meski membingungkan, sebenarnya kondisi ini sangat umum terjadi dan dikenal dengan istilah stranger anxiety. Agar Anda lebih memahami kondisi ini, mari bahas penyebab, tanda-tanda, dan cara mengatasinya secara praktis!
Key Takeways:
- Rasa takut pada orang asing merupakan reaksi ketakutan atau kecemasan pada anak usia awal ketika bertemu atau didekati oleh orang yang tidak ia kenal.
- Faktanya, kondisi ini menunjukkan bahwa anak sedang membangun ikatan yang kuat dengan orang terdekat dan lingkungannya.
- Jika ingin membuat anak lebih berani dan tidak takut mengenal orang lain, Anda bisa memberikan ketenangan lebih dulu dan lakukan pendekatan secara perlahan.
Apa Itu Stranger Anxiety?
Melansir lama Raising Children, stranger anxiety merupakan reaksi ketakutan atau kecemasan pada anak usia awal ketika bertemu atau didekati oleh orang yang tidak ia kenal. Mengutip Journal Mental Health in Family Medicine, fase ini biasanya muncul saat anak menginjak usia 8 bulan.
Namun, beberapa sumber lain juga menyebutkan bahwa kondisi dapat muncul di usia 6 bulan, bahkan berlanjut hingga usia 2 tahun atau lebih, tergantung karakter dan lingkungan anak. Di usia ini, anak memang mulai mampu membedakan wajah orang yang sering ia lihat dengan orang yang asing baginya.
Artinya, anak sudah memahami konsep “orang yang aman” dan “orang di luar lingkaran dekatnya”, yang merupakan bagian penting dari perkembangan emosional.
Anda pun tidak perlu khawatir berlebihan, karena ini bukan tanda bahwa anak memiliki gangguan sosial atau trauma tertentu. Justru sebaliknya, kecemasan ini menunjukkan bahwa anak sedang membangun ikatan yang kuat dengan orang terdekat dan lingkungannya.
Mengapa Stranger Anxiety Bisa Terjadi?
Setiap anak tentu memiliki tingkat kenyamanan yang berbeda pada lingkungan baru. Beberapa anak mudah beradaptasi, sementara yang lain butuh waktu lebih lama. Namun, secara umum, berikut adalah penyebab mengapa kecemasan akan orang asing muncul.
1. Perkembangan Otak dan Kesadaran Lingkungan
Ketika memasuki usia 6 bulan ke atas, bayi mulai bisa membedakan wajah yang familiar dan tidak. Meningkatnya kemampuan mengingat ini membuat mereka waspada pada orang asing, karena otak mulai bereaksi terhadap hal-hal yang belum dikenal.
2. Ikatan yang Erat dengan Orang Tua
Bayi memang sangat bergantung pada orang tua untuk mendapatkan rasa aman. Ketika orang asing hadir, otak mereka akan memberi sinyal “ancaman potensial,” membuat mereka menangis atau bersembunyi.
Bahkan mengutip jurnal di ScienceDirect, reaksi dari stranger anxiety akan terlihat lebih besar jika ibu tidak berasa di ruangan atau sekitar anak. Ini bukan berarti anak manja, tapi karena mereka tahu siapa yang membuatnya merasa paling aman.
3. Pengalaman Baru yang Terlalu Mendadak
Pertemuan tiba-tiba dengan orang baru, suara keras, atau tempat asing juga bisa membuat bayi kaget. Kondisi ini akan memperkuat reaksi cemas, resah, dan takut ketika bertemu orang yang tidak dikenal.
4. Perkembangan Emosi yang Belum Stabil
Anak kecil belum memiliki kemampuan mengelola emosi dengan baik. Mereka belum memahami cara menghadapi rasa takut kecuali dengan menangis kencang atau mencari perlindungan pada orang terdekat, terutama orang tuanya.
Cara Mengatasi Stranger Anxiety pada Anak
Kabar baiknya, kondisi ini bisa diatasi dengan cara yang lembut dan konsisten. Anda pun tidak perlu terlalu memaksa anak untuk langsung dekat dengan orang lain. Hal yang terpenting adalah membantu anak merasa aman dan bertahap mengenalkan lingkungan sosial di sekitarnya. Berikut beberapa hal yang bisa Anda terapkan.
1. Tetap Tenang dan Berikan Rasa Aman
Anak sangat sensitif terhadap emosi Anda. Jika Anda panik, ia akan merasa bahwa situasi tersebut memang berbahaya. Jadi, tunjukkan bahwa Anda dalam kondisi nyaman, santai, tersenyum, dan tetap berada di sampingnya. Kehadiran Anda akan menjadi “rumah aman” serta kekuatan untuk anak.
2. Kenalkan Orang Baru Secara Perlahan
Anda harus memahami bahwa setiap anak itu berbeda. Jika Anda sudah melihat keraguan pada anak, jangan langsung menyuruh anak berinteraksi. Bersabarkan dan biarkan mereka mengamati terlebih dahulu. Biarkan orang baru berinteraksi dari jarak aman, misalnya dengan tersenyum, melambaikan tangan, atau berbicara lembut.
3. Jangan Memaksa Anak
Memaksa anak untuk salaman, cipika-cipiki, atau bahkan digendong orang lain justru bisa memperburuk kondisi stranger anxiety. Melansir Healthline, para ahli juga tidak menyaran Anda untuk mengabaikan kesulitan anak atau memaksa mereka menahan kecemasan tersebut.
Anda justru harus dapat menghargai batas kenyamanan anak. Semakin mereka diberi ruang, semakin cepat pula anak akan belajar bahwa interaksi baru sebenarnya tidak mengancam.
4. Beri Contoh Interaksi Positif
Orang tua juga bisa menunjukkan bahwa Anda merasa nyaman dengan orang asing tersebut. Misalnya, Anda tersenyum, berbicara ramah, atau berjabat tangan. Anak dapat belajar melalui observasi, dan ketika ia melihat Anda rileks, rasa takutnya pun akan menurun.
5. Bangun Hubungan dengan Orang Baru
Jika ingin anak lebih dekat dengan anggota keluarga tertentu, biarkan mereka melakukan aktivitas ringan bersama. Contohnya seperti membaca buku, memberi makanan, atau bermain mainan tanpa memaksa kontak fisik yang terlalu dekat.
Sudah Tahu Apa Itu Stranger Anxiety?
Stranger anxiety mungkin dapat membuat Anda kewalahan, namun ini adalah tanda yang baik. Anda pun dapat memberikan ruang yang lebih positif bagi anak untuk membangun karakter, kepercayaan diri, serta kemampuan sosialnya. Salah satunya dengan melibatkan anak dalam kegiatan terarah seperti di Spark Sports Academy.
Melalui Spark Sports Academy, anak dapat mengarahkan energi aktivitas yang membentuk karakter dan mental. Melalui berbagai program olahraga, anak juga dapat mengasah disiplin, keberanian, kerja sama tim, dan manajemen emosi. Bagaimana, tertarik memberikan anak ruang nyaman untuk berkembang?







