-
Author: Tim Sparks Sports Academy
Sebagai orang tua, mengenali tahap perkembangan anak sangatlah penting agar bisa memantau perubahan yang terjadi pada si kecil, apakah sudah berjalan optimal atau membutuhkan penanganan lebih lanjut. Perkembangan ini tidak hanya dilihat dari pertumbuhan fisiknya, tetapi juga dari aspek kognitif, bahasa, sosial, dan emosional.
Setiap anak memiliki kecepatan tumbuh kembang yang berbeda. Faktor yang memengaruhinya pun beragam, mulai dari genetik, nutrisi, lingkungan, hingga jenis kelamin. Supaya anak mampu tumbuh menjadi orang dewasa yang mandiri secara penuh, orang tua wajib memberikan pendampingan sejak usia dini.
Key takeaways:
- Tahap perkembangan anak berdasarkan usia dimulai sejak bayi lahir, balita, hingga memasuki usia siap masuk ke lembaga sekolah.Â
- Setiap fase usia mengalami perkembangan dari aspek kognitif, bahasa, fisik, sosial, dan emosional yang penting untuk dipantau secara rutin oleh orang tua agar anak tumbuh ideal sesuai usianya.
Tahap Perkembangan Anak Berdasarkan Usianya
Ketika mencapai usia tertentu, anak mengalami perkembangan secara bertahap, seperti berat badan yang bertambah hingga respons panca indra terhadap lingkungan sekitar yang semakin aktif. Penjelasan lebih lengkapnya bisa Anda simak berikut ini.
1. Bayi Usia 0-3 Bulan
Bayi yang baru lahir mengalami perkembangan fisik seperti menggerakkan lengan dan kaki secara tidak terkontrol. Pada usia 0-3 bulan, mereka juga mulai merespons suara dan sentuhan, mengangkat kepala dan dada dalam posisi tengkurap, serta mengeksplorasi lingkungan sekitar dengan melihat wajah atau objek tertentu.
Untuk menunjukkan kebutuhannya, bayi akan mengirim sinyal berupa tangisan agar pengasuh atau orang tuanya sadar bahwa ia sedang merasa lapar, mengantuk, atau tidak nyaman. Kemudian, perkembangan sosial-emosionalnya juga tampak dari bayi yang mulai tersenyum dan berceloteh.
2. Bayi Usia 3-12 Bulan
Fase selanjutnya, bayi usia 3-12 bulan telah mampu melakukan beberapa aktivitas fisik seperti merangkak, mengambil benda, memasukkan benda ke mulut, duduk tanpa penyangga, hingga bangun berdiri tanpa bantuan. Mereka juga mulai mampu membedakan wajah dan memberikan reaksi ketika dipanggil.
Mengutip Primaya Hospital, bayi usia 6-9 bulan, dari segi perkembangan kognitif dan bahasa, mulai berceloteh dengan mengucapkan suara vokal eh, ah, oh, serta konsonan b dan m. Sementara pada usia 9-12, bayi dapat mulai meniru suara serta belajar menggeleng atau melambaikan tangan ketika menolak sesuatu.
3. Balita Usia 1-3 Tahun
Tahap perkembangan anak yang memasuki usia 1-3 tahun mengalami perkembangan lebih signifikan dalam aktivitas fisik. Mereka mulai berjalan tanpa ditatih orang tua, melompat-lompat, melempar bola, dan menaiki tangga perlahan. Masa ini biasanya disebut toddler, di mana anak sedang aktif bermain.
Selain perkembangan motorik yang berlangsung cepat pada fase ini, anak juga mengalami perkembangan kognitif dan bahasa, seperti mampu mengikuti instruksi secara sederhana dan mengadopsi kosakata yang lebih luas untuk dirangkai menjadi kalimat pendek.
Kemampuan komunikasi anak pada rentang usia ini sudah mulai jelas sehingga mereka bisa diajak bicara secara aktif. Lalu, anak juga mulai belajar untuk melakukan sesuatu sendiri, seperti melepas kaus kaki atau membuka baju.
4. Prasekolah Usia 3-5 Tahun
Ketika memasuki usia 3-5 tahun, keterampilan motorik anak telah menunjukkan perkembangan yang pesat. Mereka bisa mengayuh sepeda, makan sendiri, memotong menggunakan gunting, memakai garpu, naik turun tangga, hingga melompat lebih jauh.
Selain itu, anak juga dapat mengutarakan pikirannya dalam kalimat yang lengkap dan mulai berpartisipasi dalam kegiatan kelompok. Pada tahap ini, orang tua bisa mulai menyekolahkan anak pada sekolah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang bertujuan untuk mengoptimalkan pertumbuhan anak pada masa golden age.
5. Awal Sekolah Mulai 6 Tahun
Tahap perkembangan awal sekolah ditandai dengan anak yang memasuki usia 6-12 tahun. Pada masa ini, anak telah membangun rasa percaya diri dan kemandirian untuk mulai terjun ke lingkup sosial guna menjalin hubungan baru dengan teman sebayanya.
Mereka mampu berkomunikasi dengan baik, seperti menjawab pertanyaan, bertanya, bercerita, dan menguasai kosakata yang lebih luas. Dari segi keterampilan fisik, kebutuhan dasar seperti berpakaian, makan, dan mandi juga sudah bisa anak lakukan secara mandiri.
Ingin Mengoptimalkan Tahap Perkembangan Anak?
Bagi Anda yang ingin mengoptimalkan setiap tahap perkembangan anak, penting untuk memberikan stimulasi dan interaksi positif untuk mendukung pertumbuhan mereka. Curahkan kasih sayang dan perhatian, serta sering-seringlah mengajak anak bermain bersama.
Selain itu, jangan lupa untuk memenuhi asupan nutrisi yang seimbang untuk memaksimalkan perkembangan fisik dan otak anak. Anda juga bisa mengasah kemampuan anak sejak dini melalui stimulasi sensorik dan aktivitas fisik yang terstruktur dengan mendaftarkan mereka ke Sparks Sports Academy.
Sparks Sports Academy membuka beragam kelas edukatif yang dirancang untuk mendukung tumbuh kembang anak dari segi kognitif, sosial, emosional, dan fisik. Tersedia pilihan kelas gymnastic, balet, futsal, basket, dance,multi sport, hingga sensory & phonics yang telah disesuaikan dengan tahap perkembangan usia anak. Yuk, daftar sekarang!







