5 Tanda Bayi Dehidrasi yang Perlu Anda Ketahui Sejak Dini

5 Tanda Bayi Dehidrasi yang Perlu Anda Ketahui Sejak Dini

Table of Contents

Kehilangan cairan pada bayi jauh lebih cepat jika Anda membandingkannya dengan orang dewasa. Apalagi mereka belum mampu memenuhi kebutuhan minumnya sendiri. Karena itu, Anda harus cermat dan memahami tanda bayi dehidrasi sejak dini. Mari simak berbagai tanda, penyebab, hingga penanganan dehidrasi bayi di bawah ini!

Key Takeaways:

  • Bayi lebih rentan dehidrasi karena mereka kehilangan cairan lebih cepat dan belum dapat memenuhi kebutuhan minumnya sendiri.
  • Mulut kering, popok jarang basah, dan berkurangnya energi menjadi sinyal paling awal dari tanda si kecil dehidrasi yang perlu Anda antisipasi.
  • Memberikan cairan lebih sering, mengatasi penyebab awal, dan menjaga suhu ruangan dapat membantu meringankan kondisi.

Penyebab Bayi Dehidrasi

Beberapa situasi dapat membuat tubuh bayi kekurangan cairan, sehingga memunculkan tanda bayi dehidrasi. Berikut beberapa alasannya.

1. Masalah saat Menyusu

Di minggu-minggu awal, banyak bayi masih belajar mengisap dengan benar. Ada yang kesulitan melekat pada puting, ada juga yang tampak cepat lelah saat menyusu sehingga tidak mendapat asupan yang cukup. 

Kondisi ini kadang juga muncul karena suplai ASI masih menyesuaikan. Ketika asupan kurang, tubuh mereka pun tidak mampu melakukan transisi cairan dengan baik.

2. Gangguan Pencernaan

Menurut Wyeth Nutrition Indonesia, muntah dan diare, termasuk yang dipicu oleh rotavirus, norovirus, atau enterovirus menjadi penyebab dehidrasi paling sering. Cairan akan terbuang dalam jumlah besar dan tubuh bayi tidak sempat menggantinya. Pada situasi seperti ini, tanda dehidrasi biasanya terlihat dalam beberapa jam.

3. Menolak Minum

Pilek, sariawan, atau nyeri di mulut sering membuat bayi enggan minum. Selain itu, hidung tersumbat dapat menyulitkan mereka mengisap, sehingga jumlah cairan yang masuk jauh lebih sedikit. Kondisi inilah yang kerap memicu munculnya tanda bayi dehidrasi yang jarang orang tua sadari.

4. Demam dan Berkeringat

Suhu tubuh yang meningkat akan membuat bayi mengeluarkan lebih banyak keringat. Ketika udara panas, atau saat bayi Anda pakaikan baju terlalu tebal, kehilangan cairan pun bisa meningkat. Bila asupan tidak mencukupi, gejala pun akan muncul semakin jelas.

5 Tanda Bayi Dehidrasi

Setiap orang tua perlu mengenali tanda si kecil dehidrasi sejak dini supaya penanganannya bisa Anda lakukan lebih cepat. Berikut beberapa tanda-tandanya.

1. Mulut dan Bibir Kering

Ketika dehidrasi, mulut bayi akan tampak lengket, bibir terlihat pecah, dan tidak ada kelembaban alami seperti biasanya. Pada beberapa bayi, lidah juga tampak lebih kusam.

2. Air Seni Berkurang

Popok yang tetap kering lebih dari enam jam patut Anda curigai. Selain itu, urin biasanya berwarna lebih pekat, aromanya pun lebih kuat. Ini menunjukkan tubuh menahan cairan karena cadangan mulai menipis.

3. Air Mata Tidak Keluar

Ketika menangis, mata mereka terlihat lebih kering. Tidak munculnya air mata pun sering menjadi tanda bayi dehidrasi yang mudah untuk Anda kenali.

4. Ubun-ubun Tampak Cekung

Jika bagian lembut di kepala tampak turun ke dalam, ini bisa jadi tanda si kecil mengalami dehidrasi. Kondisi ini menandakan cairan tubuh berkurang cukup banyak.

5. Tubuh Terlihat Lemah

Bayi menjadi kurang responsif, tidak seaktif biasanya, dan cenderung mengantuk. Selain itu, mata akan tampak cekung dan kulit terasa kurang elastis ketika Anda mencubit lembut bagian perut atau lengannya.

Baca juga: Kapan Bayi Boleh Minum Air Putih Menurut Medis? Ini Aturannya

Penanganan Bayi Dehidrasi di Rumah

Setelah mengetahui tanda bayi dehidrasi, Anda bisa melakukan beberapa langkah awal berikut untuk mengurangi risiko.

1. Tingkatkan Pemberian Cairan

Pada bayi yang masih menyusu, berikan ASI lebih sering. Jika memakai susu formula, Anda dapat memberi cairan sedikit demi sedikit, namun lebih sering. 

Menurut panduan The Royal Children’s Hospital Melbourne, cairan bening seperti air, campuran air dan jus apel, atau larutan rehidrasi bisa membantu, terutama pada anak yang sudah lebih besar.

Ingat! Hindari memberikan banyak cairan sekaligus. Berikan sedikit demi sedikit agar tidak langsung keluar lagi. Cara ini membantu tubuh menerima cairan tanpa memicu muntah.

2. Atasi Penyebab Awal

Jika demam membuat si kecil tidak mau minum, obat penurun nyeri seperti paracetamol bisa Anda gunakan. Bila hidung tersumbat membuatnya kesulitan mengisap, bersihkan dengan semprotan saline atau aspirator. Jika mengalami muntah yang terus berulang, dokter dapat meresepkan obat anti mual seperti ondansetron.

3. Jaga Suhu Ruangan

Udara yang terlalu panas dapat membuat bayi berkeringat lebih banyak. Maka dari itu, atur ruangan agar lebih nyaman dan sejuk agar mereka tidak banyak kehilangan cairan. 

Melansir Alodokter, suhu yang direkomendasikan untuk adalah sekitar 23–25 derajat celsius. Selain itu, pakaikan bayi baju berbahan katun dan selimuti kain yang tidak terlalu tebal agar tetap nyaman dan bisa menyerap keringat.

Jaga Si Kecil, Kenali Tanda Bayi Dehidrasi!

Kesimpulannya, mengenali tanda bayi dehidrasi dapat membantu Anda merespons lebih cepat sebelum kondisinya memburuk. Cara-cara di atas juga akan sangat berguna untuk menjamin kenyamanan anak.

Selain itu, dalam mendampingi tumbuh kembang anak, Sparks Sports Academy memiliki pendekatan aktivitas yang menyenangkan untuk membantu anak membangun kebiasaan baik, termasuk menjaga ritme tubuh dan kebutuhan cairannya. 

Melalui kelas sensorik, multisport, hingga aktivitas motorik, Sparks Sports Academy dapat membantu anak lebih aktif, percaya diri, dan seimbang. Anda dapat mencoba kelasnya melalui Book Free Trial dan melihat sendiri bagaimana stimulasi positif mendorong anak berkembang dengan lebih kuat dan percaya diri setiap hari.

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%