Author: Tim Sparks Sports Academy
Dalam permainan bola basket, kemampuan mengoper atau passing merupakan salah satu keterampilan dasar yang sangat penting. Tanpa kemampuan passing yang baik, sebuah tim akan kesulitan membangun serangan, menjaga aliran permainan, dan menciptakan peluang mencetak poin.
Bagi anak-anak yang sedang belajar basket, memahami berbagai teknik passing menjadi fondasi penting sebelum mempelajari strategi permainan yang lebih kompleks. Setiap jenis passing memiliki fungsi, kelebihan, dan situasi penggunaan yang berbeda.
Kemampuan mengoper bola secara efektif merupakan salah satu elemen fundamental yang mendukung kerja sama tim dan keberhasilan dalam pertandingan.
Agar Mom/Dad dapat memahami teknik yang perlu dipelajari anak, berikut penjelasan lengkap mengenai 8 teknik passing bola basket yang umum digunakan dalam permainan.
Mengapa Passing Sangat Penting dalam Bola Basket?
Banyak orang menganggap bahwa mencetak poin adalah keterampilan paling penting dalam basket. Padahal, tanpa passing yang baik, kesempatan mencetak poin akan jauh lebih sulit tercipta.
Manfaat menguasai teknik passing antara lain:
- Meningkatkan kerja sama tim.
- Mempercepat pergerakan bola.
- Membuka ruang serangan.
- Mengurangi risiko kehilangan bola.
- Membantu menciptakan peluang mencetak angka.
- Membuat permainan menjadi lebih efektif dan efisien.
Bagi anak-anak, latihan passing juga membantu meningkatkan koordinasi tangan dan mata, konsentrasi, serta kemampuan mengambil keputusan dengan cepat.
Teknik Passing Bola Basket
berikut ini 8 teknik passing bola basket yang umum digunakan dalam permainan
1. Chest Pass
Chest pass merupakan teknik operan yang paling dasar dan paling sering digunakan dalam permainan basket. Operan dilakukan dari depan dada menuju dada rekan satu tim.
Karena gerakannya sederhana dan cepat, chest pass biasanya menjadi teknik pertama yang diajarkan kepada anak-anak saat belajar basket.
Cara Melakukan Chest Pass:
- Pegang bola di depan dada dengan kedua tangan.
- Siku berada di samping tubuh.
- Dorong bola lurus ke depan menggunakan kedua tangan.
- Putar pergelangan tangan saat bola dilepaskan.
- Arahkan bola ke dada penerima.
Kelebihan Chest Pass:
- Akurat.
- Cepat.
- Mudah dipelajari.
- Cocok untuk jarak pendek hingga menengah.
2. Bounce Pass
Bounce pass adalah operan yang dilakukan dengan memantulkan bola ke lantai terlebih dahulu sebelum diterima oleh rekan satu tim. Teknik ini sangat efektif ketika terdapat pemain lawan yang mencoba menghalangi jalur operan.
Cara Melakukan Bounce Pass:
- Pegang bola seperti saat melakukan chest pass.
- Dorong bola ke arah lantai.
- Pantulkan bola sekitar dua pertiga jarak menuju penerima.
- Pastikan pantulan mengarah ke tangan rekan setim.
Kelebihan Bounce Pass:
- Sulit dipotong lawan.
- Efektif untuk menembus pertahanan.
- Cocok digunakan dalam situasi ramai.
3. Overhead Pass
Overhead pass dilakukan dengan mengoper bola dari atas kepala menuju rekan satu tim. Teknik ini sering digunakan saat pemain berada dalam tekanan atau ketika harus mengoper melewati pemain bertahan yang tinggi.
Cara Melakukan Overhead Pass:
- Angkat bola di atas kepala.
- Pegang bola dengan kedua tangan.
- Dorong bola ke depan menggunakan kekuatan lengan dan bahu.
- Lepaskan bola ke arah target.
Kelebihan Overhead Pass:
- Menjangkau jarak lebih jauh.
- Sulit dijangkau pemain bertahan.
- Efektif saat melakukan serangan cepat.
4. Wrap Around Pass
Wrap around pass adalah operan yang dilakukan dengan mengayunkan bola mengelilingi tubuh atau pemain bertahan. Teknik ini biasanya digunakan ketika jalur operan langsung tertutup oleh lawan.
Cara Melakukan Wrap Around Pass:
- Lindungi bola dari lawan.
- Putar bola mengelilingi tubuh lawan.
- Oper bola ke rekan setim yang berada di sisi lain.
Kelebihan Wrap Around Pass:
- Membantu keluar dari tekanan lawan.
- Menciptakan sudut operan yang unik.
- Sulit diprediksi oleh pemain bertahan.
Kelebihan Wrap Around Pass:
Karena membutuhkan koordinasi dan ketepatan tinggi, teknik ini biasanya dipelajari setelah anak menguasai teknik dasar passing.
Baca juga: 7 Teknik Shooting Bola Basket yang Wajib Dikuasai Pemula
5. Baseball Pass
Baseball pass merupakan operan jarak jauh yang gerakannya menyerupai lemparan dalam olahraga baseball. Teknik ini sering digunakan untuk memulai serangan cepat atau fast break.
Cara Melakukan Baseball Pass:
- Pegang bola dengan satu atau dua tangan.
- Tarik bola ke belakang bahu.
- Lempar bola ke depan dengan tenaga penuh.
- Fokus pada akurasi arah operan.
Kelebihan Baseball Pass:
- Menjangkau seluruh lapangan.
- Cocok untuk serangan balik cepat.
- Membuka peluang mencetak angka dengan cepat.
Hal yang Perlu Diperhatikan:
Akurasi menjadi faktor utama dalam teknik ini. Operan yang terlalu kuat atau tidak tepat sasaran dapat menyebabkan turnover.
6. Dribble Pass
Dribble pass adalah operan yang dilakukan setelah pemain menggiring bola atau dribbling. Teknik ini sering muncul dalam situasi permainan nyata ketika pemain harus bergerak sebelum mengoper.
Cara Melakukan Dribble Pass:
- Lakukan dribble dengan kontrol yang baik.
- Amati posisi rekan satu tim.
- Hentikan atau perlambat dribble.
- Lakukan operan ke target yang terbuka.
Kelebihan Dribble Pass:
- Membantu menciptakan ruang.
- Membuat lawan kehilangan fokus.
- Sangat efektif dalam transisi serangan.
7. Behind the Back Pas
Behind the back pass merupakan operan yang dilakukan dari belakang tubuh. Teknik ini sering terlihat dalam permainan tingkat lanjut dan mampu mengecoh pemain bertahan.
Cara Melakukan Behind the Back Pass:
- Pegang bola dengan satu tangan.
- Ayunkan bola melewati belakang tubuh.
- Lepaskan bola ke arah rekan setim.
Kelebihan Behind the Back Pass:
- Sulit dibaca lawan.
- Membuat permainan lebih kreatif.
- Efektif saat jalur operan depan tertutup.
Apakah Cocok untuk Anak?
Ya, tetapi sebaiknya dipelajari setelah anak menguasai teknik dasar seperti chest pass dan bounce pass.
8. Pick and Roll Pass
Pick and roll pass adalah operan yang dilakukan dalam strategi pick and roll, yaitu ketika satu pemain memberikan screen untuk membuka ruang bagi rekan setim. Teknik ini banyak digunakan dalam basket modern karena sangat efektif menciptakan peluang mencetak poin.
Cara Melakukan Pick and Roll Pass:
- Pemain melakukan screen terhadap lawan.
- Pembawa bola bergerak memanfaatkan screen.
- Pemain yang melakukan screen bergerak menuju area kosong.
- Oper bola kepada pemain tersebut pada waktu yang tepat.
Kelebihan Pick and Roll Pass:
- Membuka pertahanan lawan.
- Menciptakan peluang tembakan.
- Melatih kerja sama tim.
Tips Melatih Passing Bola Basket untuk Anak
Agar kemampuan passing anak berkembang lebih cepat, Mom/Dad dapat menerapkan beberapa tips berikut:
- Latihan Secara Konsisten: Latihan rutin membantu anak membangun memori gerak dan meningkatkan akurasi operan.
- Fokus pada Teknik Dasar: Pastikan anak menguasai chest pass, bounce pass, dan overhead pass sebelum mempelajari teknik yang lebih kompleks.
- Gunakan Target Operan: Latihan dengan target tertentu dapat membantu meningkatkan ketepatan operan.
- Latihan Bersama Teman: Berlatih bersama teman membuat anak lebih memahami situasi permainan sesungguhnya.
- Ikut Program Pelatihan Profesional: Pelatih yang berpengalaman dapat membantu memperbaiki teknik, postur tubuh, dan pengambilan keputusan saat bermain.
Baca juga: Dribbling Bola Basket: Ketahui Jenis dan Tips Melakukannya
Saatnya Mengembangkan Kemampuan Basket Anak Bersama Sparks Sports Academy
Menguasai 8 teknik passing bola basket seperti chest pass, bounce pass, overhead pass, wrap around pass, baseball pass, dribble pass, behind the back pass, dan pick and roll pass akan membantu anak bermain lebih percaya diri serta memahami pentingnya kerja sama tim.
Agar perkembangan kemampuan anak lebih terarah, Mom/Dad dapat memilih program les basket anak di Sparks Sports Academy. Dengan bimbingan pelatih berpengalaman, metode latihan yang menyenangkan, serta kurikulum yang sesuai dengan usia anak, mereka dapat mempelajari teknik dasar hingga lanjutan secara bertahap dan efektif.
Yuk, dukung potensi olahraga si kecil dengan mendaftarkannya ke les basket anak di Sparks Sports Academy dan bantu mereka menjadi pemain basket yang lebih percaya diri, disiplin, serta mampu bekerja sama dalam tim.







