Konsep tiger mom sering diasosiasikan dengan orang tua yang menuntut kesempurnaan dari anaknya, baik di bidang akademik maupun kegiatan tambahan. Namun, disiplin yang berlebihan tanpa diimbangi empati justru bisa membuat anak merasa tertekan.
Alih-alih tumbuh mandiri dan percaya diri, mereka bisa kehilangan rasa aman dan takut gagal, sehingga prestasi tidak berkembang sebaik yang diharapkan. Lantas, apakah konsep pengasuhan ini harus Anda terapkan? Mari simak berbagai dampaknya di bawah ini!
Key Takeaways:
- Pola tiger mom bisa mendorong prestasi anak, namun tekanan berlebihan sering menurunkan rasa percaya diri dan meningkatkan stres.Â
- Menggabungkan disiplin dengan dukungan emosional terbukti lebih efektif membentuk karakter dan ketahanan mental anak.Â
- Meski memiliki dampak positif, khususnya dalam disiplin anak, pola asuh ini juga memiliki dampak negatif dalam hubungan emosional dan tekanan psikologis pada anak.
Apa Itu Tiger Mom?
Istilah tiger mom pertama kali diperkenalkan oleh Amy Chua lewat bukunya Battle Hymn of the Tiger Mother, yang menggambarkan pola asuh disiplin dan menuntut hasil tinggi. Berdasarkan APA Divisions, gaya ini berakar dari budaya Asia Timur yang menilai keberhasilan anak sebagai simbol kehormatan keluarga.Â
Dalam penerapannya sendiri, pola asuh ini akan mendorong anak untuk selalu berprestasi melalui kerja keras dan kepatuhan penuh. Namun, pendekatan ini juga sering dikritik karena mengabaikan kebutuhan emosional anak dan kurang menumbuhkan kemandirian.
Baca: Montessori: Metode untuk Menumbuhkan Kemandirian Anak
Dampak Positif dan Tiger Mom
Meskipun sering menuai kritik dan menimbulkan kontroversi, pendekatan ini tetap memiliki sejumlah sisi positif bila diterapkan secara proporsional. Berikut di antaranya.
1. Menumbuhkan Disiplin dan Ketekunan
Lewat penerapannya, anak akan terbiasa dengan rutinitas, target, dan tanggung jawab sejak dini. Hal tersebut pun akan membentuk mental kerja keras yang kuat.
2. Meningkatkan Daya Juang dan Fokus
Berdasarkan Detik, tiger mom dapat meningkatkan fokus pada anak. Pola pengasuhan ini seringkali menghasilkan anak yang mampu bertahan dalam tekanan dan tidak mudah menyerah.Â
3. Mendorong Pencapaian Akademik dan Prestasi
Tekanan untuk berusaha maksimal membuat anak terbiasa menghadapi tantangan dan belajar dari kegagalan. Ini karena anak memiliki motivasi tinggi dan menjadi seorang pekerja keras.
4. Membentuk Struktur dan Kedisiplinan Jangka Panjang
Pada dasarnya, asalkan orang tua memiliki batasan dan ekspektasi yang jelas, pola pengasuhan ini memiliki dampak baik dalam jangka panjang. Sebab, anak dapat belajar akan pentingnya komitmen dan konsistensi yang dibawa hingga mereka dewasa.
Baca: Baby Blues: Pengertian, Faktor Pemicu, dan Cara Mengatasinya
Risiko dan Dampak Negatif Tiger Mom
Mengutip HaiBunda, pendekatan ini adalah praktik di mana orang tua menerapkan strategi mengasuh anak dengan cara positif dan negatif bersamaan. Pendekatan ini pun memang efektif membentuk anak berprestasi, tetapi tanpa dukungan emosional yang sehat, tetap ada risiko tekanan psikologis. Berikut berbagai dampak buruknya.
1. Tekanan Psikologis yang Tinggi
Anak sering merasa hidupnya terlalu orang tua kontrol, sehingga menimbulkan stres, kecemasan, hingga kelelahan mental sejak usia muda. Sehingga, ada risiko anak bisa memberontak dan memilih jalan kebebasan yang ekstrem.
2. Hubungan Emosional yang Renggang
Fokus berlebihan pada hasil membuat komunikasi orang tua dan anak menjadi kaku. Akibatnya, kedekatan emosional melemah dan anak enggan terbuka. Anak cenderung pendiam dan menyendiri karena hal itu membuat mereka lebih tenang daripada bercengkrama dengan orang tuanya.
3. Menurunnya Rasa Percaya Diri
Anak yang tumbuh di bawah pola asuh tiger mom cenderung takut gagal dan sulit menerima kekalahan. Hal tersebut menjadikan mereka rela melakukan segala cara demi mencapai kemenangan, bahkan jika itu dapat merugikan orang lain.
4. Dampak Jangka Panjang Terhadap Kesehatan Mental
Tekanan berlebihan di masa kecil dapat memicu perfeksionisme ekstrem, gangguan kecemasan, bahkan depresi di usia dewasa. Sebab, pola asuh ini memang terlalu keras untuk anak, sehingga membuat mereka memiliki batasan terhadap hidupnya.
5. Menekan Kreativitas dan Eksplorasi Diri
Karena pengarahan yang terlalu ketat, anak akan sulit menemukan minat pribadi dan takut mencoba hal baru di luar ekspektasi orang tua. Mereka cenderung tidak berani keluar dari zona nyaman karena takut mendapat cemoohan, hinaan, bahkan pukulan karena tidak sesuai dengan arahan orang tua.
Sudah Memahami Apa Itu Tiger Mom?
Konsep tiger mom menunjukkan bahwa dorongan keras orang tua bisa menghasilkan anak berprestasi, tetapi juga berisiko menekan sisi emosional mereka. Dalam jangka panjang, pendekatan seperti ini sering membuat anak kehilangan motivasi alami untuk belajar dan berkembang.
Karena itu, orang tetap butuh batasan agar tidak merusak mental anak. Di sinilah peran Sparks Sports Academy sangat penting untuk menciptakan ruang bagi anak tumbuh dengan disiplin sehat, didukung empati, dan semangat belajar yang datang dari dalam dirinya sendiri.
Sebab, setiap aktivitas dirancang untuk menstimulasi anak dengan cara yang menyenangkan. Lingkungan yang supportive dan sosialisasi yang seru pun meningkatkan kepercayaan diri anak. Mari dukung anak dengan cara yang tepat bersama Sparks!







