Memilih baju tidur bayi yang tepat sangatlah penting karena dapat memengaruhi kualitas tidur si kecil. Baju tidur yang baik adalah baju yang bisa mengatur suhu tubuh bayi, mencegah iritasi kulit, serta memberikan rasa aman dan nyaman. Beberapa faktor yang harus orang tua pertimbangkan adalah jenis bahan, ukuran, dan desainnya.
Key Takeaways
- Baju tidur bayi memengaruhi kenyamanan tidur dan kesehatan bayi.
- Tidur yang nyenyak akan berdampak positif pada tumbuh kembang bayi, baik secara fisik maupun mental.
- Faktor yang harus orang tua pertimbangkan dalam memilih pakaian untuk bayi adalah jenis bahan, ukuran, desain, dan label sertifikasinya.
- Baju tidur yang baik adalah baju yang bisa mengatur suhu tubuh, menyerap keringat, dan breathable, sehingga dapat mencegah bayi terkena iritasi atau alergi kulit serta memberikan rasa aman dan nyaman.
Cara Memilih Baju Tidur Bayi yang Nyaman
Tidak sedikit orang tua yang masih sembarangan ketika membeli pakaian untuk bayi. Mereka tanpa sadar mengorbankan kualitas dan kenyamanan bayi karena tergiur harga murah. Lantas, bagaimana cara memilih baju tidur bayi yang tepat? Ikuti tips-tips berikut!
1. Pilih Bahan yang Aman dan Nyaman
Tips pertama berkaitan dengan pemilihan bahan. Pilihlah baju berbahan alami seperti katun yang teksturnya halus, lembut, dan mampu menyerap keringat; atau katun organik yang bebas dari bahan kimia berbahaya.
Anda juga bisa pilih baju yang terbuat dari serat bambu, yang mana bahannya lebih dingin, anti bakteri, dan tidak menyebabkan iritasi pada kulit bayi yang sensitif. Hindari bahan sintetis seperti polyester, nilon, spandek, atau jenis lainnya yang pembuatannya melalui proses kimiawi.
Sebab, melansir Klikdokter, bahan-bahan sintetis tersebut umumnya mengandung bahan kimia keras. Sehingga, baju dapat memicu reaksi alergi atau iritasi kulit hingga gangguan pernapasan.
2. Sesuaikan dengan Suhu Ruangan
Pemakaian baju tidur yang tidak sesuai dengan suhu ruangan akan menyebabkan bayi kepanasan atau kedinginan. Menurut Healthy Children, kepanasan dapat meningkatkan risiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau sindrom kematian bayi mendadak. Sebab, sistem pengaturan suhu tubuh pada bayi di bawah 6 bulan belum matang.
Jadi, ketika suhu sedang hangat atau panas, pilihlah baju tidur bayi berbahan katun atau bambu yang memiliki karakteristik ringan, halus, menyerap keringat, dan breathable. Sehingga, panas dan kelembapan (keringat) dapat keluar dari tubuh bayi, lalu membantu tubuh bayi mendingin secara alami.
Sedangkan pada suhu dingin, jangan beri baju berlapis-lapis, selimut tebal, dan topi karena justru membuat bayi kepanasan. Oleh karenanya, cukup berikan baju tidur berbahan hangat seperti fleece atau sleepsuit dengan penutup kaki dan sleep sack, sebagai pengganti bedong, untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil.
3. Perhatikan Desain yang Praktis
Desain baju tidur bayi yang praktis akan memudahkan Anda saat menggantikan baju atau popok. Jadi, pilihlah baju yang memiliki kancing di bagian depan atau resleting dua arah, yang berguna saat mengganti popok tanpa perlu membuka seluruh baju tidur. Sehingga, menjaga bayi tetap hangat dan tidak mengganggu tidurnya.
Selanjutnya, pilihlah model baju jumper atau jumpsuit karena dapat menutupi sebagian besar tubuh bayi. Lalu, hindari baju dengan aksesoris seperti pita, renda, tali, atau kancing besar yang bisa tertelan, melukai atau mencekik bayi, dan membuatnya tidak nyaman.
4. Pastikan Ukuran Tepat
Tips berikutnya adalah pastikan ukuran baju tidur pas, tidak terlalu longgar dan tidak terlalu ketat. Sebelum membeli, ukur panjang dan lebar badan bayi terlebih dahulu.
Lalu, sesuaikan pada tabel ukuran dari produsen atau penjual. Hal ini karena seringkali ukuran baju tidak sesuai dengan usia, tapi tergantung berat dan tinggi badan bayi.
Bagian celah leher juga harus fleksibel, artinya tidak terlalu sempit karena berisiko mencekik dan tidak bisa memasukkan kepala bayi. Serta, tidak terlalu longgar karena berisiko menutupi wajah, khususnya hidung dan mulut bayi, yang bisa meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak.
5. Cek Label Keamanan
Terakhir, jangan lupa untuk selalu memeriksa label produknya. Pada baju bayi yang berkualitas tinggi, biasanya tertera label SNI (Standar Nasional Indonesia) dan/atau Oeko-Tex Standard 100. Standar tersebut menjamin kesehatan dan keselamatan bagi bayi yang memakainya.
Melansir laporan BSN, standarisasi pemerintah Indonesia terkait tekstil adalah SNI 7617:2013. Di dalamnya tercantum persyaratan batas kandungan zat warna azo, formaldehida, dan logam yang terekstraksi pada kain untuk pakaian bayi. Dengan begitu, bayi terhindar dari zat karsinogenik tersebut.
Sedangkan Oeko-Tex Standard 100 adalah sertifikasi internasional yang menjamin bahwa setiap komponen pakaian (benang, kancing, resleting, dan label) telah diuji dengan lebih dari 100 jenis zat berbahaya. Tujuannya untuk memastikan tidak ada zat berbahaya yang masuk ke kulit pengguna.
Dukung Tumbuh Kembang Anak di Sparks Sports Academy
Memilih baju tidur bayi memang terlihat mudah. Namun, Anda juga harus mempertimbangkan faktor-faktor di atas, karena akan berdampak pada kenyamanan dan kesehatan bayi. Pakaian yang nyaman membuat bayi dapat tidur pulas tanpa gangguan, sehingga kualitas tidur semakin baik, begitu pula fisik dan mentalnya.
Untuk mendukung tumbuh kembang anak, ajaklah mereka mengikuti berbagai aktivitas seru di Sparks Sports Academy, yang merupakan pusat edukasi olahraga untuk anak berusia 1-7 tahun. Akademi ini menawarkan berbagai kelas seperti taekwondo, senam, tari, balet, futsal, basket, dan sensori guna melatih motorik, kognitif, dan sosial anak.
Spark Sports Academy juga menyediakan pendampingan profesional, fasilitas yang bersih dan nyaman, serta menawarkan sesi free trial untuk calon murid. Melalui berbagai olahraga dan aktivitas yang menyenangkan, anak Anda akan tumbuh aktif, percaya diri, dan berkembang secara optimal.







